Wah dari Blok Mahakam di Kaltim langsung nyebrang ke Blok East Natuna di Laut Natuna/South China Sea. The issues is completly different dengan Block Mahakam. Untuk East Natuna, Pertamina diminta mencari mitra untuk mengelola Block East Natuna, Pertamina telah melakukan tender mencari mitra, calon mitra sudah didapat dan sudah dilaporkan ke pemerintah. Memang ada insentif yang diminta seperti yang disampaikan oleh Wamen. Insentif ini tidak semata menjadi domain KESDM, tetapi menyangkut multi Kementrian terutama Kementrian Keuangan yang lebih dominan. Tampaknya penyelesaian insentif blok East Natuna di Level Menko Ekoin karena menyangkut beberapa kementrian, koordinasi teknis memang ada di KESDM tetapi karena insentif yang diminta diminan fiskal, kelihatannya koordinator masukan ke Menkeu dan Menko Ekoin ditangani Kepala Badan Fiskal pak Bambang Brojo. Progress kerja masalah insentif ini diawasi UKP4 pak Kuntoro. Lha apa hubungannya kecoh mengecoh dari Mahakam loncat ke Easton Natuna? Rasanya kita tambah bingung statement Wamen. Walau disebut Bung Rovicky bahwa Wamen Jabatan tertinggi yg paham teknis, tetapi urusan insentif Fiskal th diminta untuk East Natuna, Chef utamanya di Badan Fiskal. Kalau yg di KESDM sudah jelas, insentif yg diminta rambu Undang2 sudah jelas ada, siapapun di negeri ini tidak boleh melanggar Undang2.
On Sunday, October 21, 2012, Eko Prasetyo wrote: > Dan setahu saya kementrian juga punya staf ahli? Itu bisa didayagunakan > juga kan? > > 2012/10/22 Bandono Salim <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>> > >> ** >> Kalo urusan negara malah multi tasking,meki sudah dibagi dlm beberapa >> kementrian. Kalao lab atawa pemboran nyaa bisa satu2. >> Menurut saya yang b*d*h ; Pemilihan urgensi dan kepentingan negara (bukan >> hanya leg, ekse dan judi, terutama rakyatnya) harus didahulukan, baik >> mikirnya maupun pelaksanaannya. Kalau pusing kan ada ditjen, hehe kalo >> perlu bikin wamen 2, supaya banyak think tanknya. >> Salam. >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * Eko Prasetyo <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', >> '[email protected]');>> >> *Date: *Mon, 22 Oct 2012 06:46:48 +0800 >> *To: *<[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', >> '[email protected]');>> >> *ReplyTo: * <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', >> '[email protected]');>> >> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ? >> >> Kok Pake kecoh2an, kesannya yang satu tidak riil yang satu riil. >> Dua2nya riil Pak Wamen: satu mendesak, satunya juga mendesak. >> Gak bisa multitasking kok mau jadi pengurus negara.... >> >> 2012/10/22 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected] <javascript:_e({}, >> 'cvml', '[email protected]');>> >> >>> >>> >>> Quote "Jadi, biarkanlah saya tidak TERKECOH oleh isue BLOK MAHAKAM, >>> karena BLOK EAST NATUNA bagi saya lebih urgent karena POA nya akan berakhir >>> di akhir november 2012, sehingga harus segera diputuskan, apakah permintaan >>> insentif tersebut diterima atau tidak oleh pemerintah." >>> >> > > > -- > Visit http://www.strivearth.com and be entertained >

