Vicky 

ApaKah kita sedang mempersoalkan terminasi kontrak Mahakam, rasanya saya sih 
tidak .

Kalau tidak salah kita sedang mendiskusikan operator nya siapa kalau Kontrak 
Total di Mahakam selesai thn 2017. Mestinya PTM , bukankah  begitu ?

Mhn pencerahannya ?

si Abah
 


________________________________
 From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Monday, October 22, 2012 11:32 PM
Subject: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
 

Secara sederhana saya bisa paham pak Rudy R.
Perpanjangan atau terminasi kontrak bukan hal urgen saat ini. Biarkan saja 
kontrak Mahakam berjalan hingga akhir saat habis kontraknya. Toh dengan 
membiarkan kontrak berjalan hingga akhir tidak menjadikan negara ini salah 
dimata hukum. Lah wong kita tahu bahwa kontrak PSC itu tidak mengenal 
perpanjangan. 
Silahkan baca kontrak PSC, disana tidak ada, sekali lagi TIDAK ADA pasal yg 
menyangkut tentang perpanjangan. Tapi adanya masalah terminasi. Kontrak akan 
terminated bila, tiga tahun pertama, tiga tahun kedua, dan bisa diperpanjang 
masa eksplorasi hingga 10 tahun.TAPI akan terminasi juga setelah berjalan 30 
tahun !
Jadi kalau kita (pemerintah) membiarkan kontrak itu berjalan hingga akhir maka 
kontrak otomatis terminated. Deerah operasi dikembalikan ke negara ... Smua 
sudah diatur dan dilindungi hukum hingga kontrak berakhir dengan sendirinya. 

Justru pemerintah malah mau mencoba membuat aturan perpanjangan ini yang 
menurut saya berbahaya. Jangan membuat aturan perpanjangan yg justru akan 
menjebak pemetintah sendiri.

Persoalan siapa yg akan melanjutkan mengoperasikn blok mahakam, itu soal 
berbeda dengan terminasi kontrak. Kalau produksi turun pemerintah ga usah 
panik. Secara alami kan emang produksi lapangan migas itu pasti turun. Toh 
setelah dikembalikan bisa diproduksikan lagi kan ? Apa kontraktor ngga pingin 
menggenjot produksi sampai batas akhir kontrak, ya bodo kontraktornya kalau 
dibiarkan turun, malah operatornya rugi sendiri kan ? Yg penting kontrak 
diapresiasi kedua pihak.

Just my personal opinion

Rdp
On Monday, October 22, 2012, Achmad Luthfi  wrote:

Wah dari Blok Mahakam di Kaltim langsung nyebrang ke Blok East Natuna di Laut 
Natuna/South China Sea. The issues is completly different dengan Block Mahakam. 
>Untuk East Natuna, Pertamina diminta mencari mitra untuk mengelola Block East 
>Natuna, Pertamina telah melakukan tender mencari mitra, calon mitra sudah 
>didapat dan sudah dilaporkan ke pemerintah. Memang ada insentif yang diminta 
>seperti yang disampaikan oleh Wamen. Insentif ini tidak semata menjadi domain 
>KESDM, tetapi menyangkut multi Kementrian terutama Kementrian Keuangan yang 
>lebih dominan. Tampaknya penyelesaian insentif blok East Natuna di Level Menko 
>Ekoin karena menyangkut beberapa kementrian, koordinasi teknis memang ada di 
>KESDM tetapi karena insentif yang diminta diminan fiskal, kelihatannya 
>koordinator masukan ke Menkeu dan Menko Ekoin ditangani Kepala Badan Fiskal 
>pak Bambang Brojo. Progress kerja masalah insentif ini diawasi UKP4 pak 
>Kuntoro. Lha apa hubungannya kecoh mengecoh dari Mahakam loncat ke Easton 
>Natuna? Rasanya kita tambah bingung statement Wamen. Walau disebut Bung 
>Rovicky bahwa Wamen Jabatan tertinggi yg paham teknis, tetapi
 urusan insentif Fiskal th diminta untuk East Natuna, Chef utamanya di Badan 
Fiskal. Kalau yg di KESDM sudah jelas, insentif yg diminta rambu Undang2 sudah 
jelas ada, siapapun di negeri ini tidak boleh melanggar Undang2.
>
>
>On Sunday, October 21, 2012, Eko Prasetyo  wrote:
>
>Dan setahu saya kementrian juga punya staf ahli? Itu bisa didayagunakan juga 
>kan?
>>
>>
>>2012/10/22 Bandono Salim <[email protected]>
>>
>>Kalo urusan negara malah multi tasking,meki sudah dibagi dlm beberapa 
>>kementrian. Kalao lab atawa pemboran nyaa bisa satu2. 
>>>Menurut saya yang b*d*h ; Pemilihan urgensi dan kepentingan negara (bukan 
>>>hanya leg, ekse dan judi, terutama rakyatnya) harus didahulukan, baik 
>>>mikirnya maupun pelaksanaannya. Kalau pusing kan ada ditjen, hehe kalo perlu 
>>>bikin wamen 2, supaya banyak think tanknya.
>>>Salam.
>>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>________________________________
>>>
>>>From:  Eko Prasetyo <[email protected]> 
>>>Date: Mon, 22 Oct 2012 06:46:48 +0800
>>>To: <[email protected]>
>>>ReplyTo:  <[email protected]> 
>>>Subject: Re: [iagi-net-l] Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
>>>
>>>Kok Pake kecoh2an, kesannya yang satu tidak riil yang satu riil.
>>>Dua2nya riil Pak Wamen: satu mendesak, satunya juga mendesak.
>>>Gak bisa multitasking kok mau jadi pengurus negara....
>>>
>>>
>>>2012/10/22 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>>>
>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>Quote "Jadi, biarkanlah saya tidak TERKECOH oleh isue BLOK MAHAKAM, karena 
>>>>BLOK EAST NATUNA bagi saya lebih urgent karena POA nya akan berakhir di 
>>>>akhir november 2012, sehingga harus segera diputuskan, apakah permintaan 
>>>>insentif tersebut diterima atau tidak oleh pemerintah."
>>
>>
>>
>>-- 
>>Visit http://www.strivearth.com and be entertained
>> 

-- 
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

Kirim email ke