PT PLN Dapat Tambahan Pasokan Gas 25 Juta Kaki Kubik SELASA, 09 APRIL 2013 12:54 WIB JAKARTA Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas, Rudi Rubiandini menyetujui produksi gas dari Lapangan South Sembakung, Blok Simenggaris sebesar 25 juta kaki kubik per hari dipasok ke PT PLN untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Kalimantan Timur dan sekitarnya. Tambahan pasokan gas tersebut akan dimulai akhir tahun 2013 dengan volume 5 juta kaki kubik per hari dan akan naik secara bertahap hingga mencapai 25 juta kaki kubik per hari pada tahun 2016 untuk periode kontrak selama 11 tahun. Kami berharap pasokan gas sebesar 25 juta kaki kubik per hari dari Lapangan South Sembakung yang dikelola oleh JOB Pertamina Medco Simenggaris ke PT PLN di Kalimantan Timur selain dapat mendorong pemenuhan energi listrik untuk wilayah tersebut juga mampu menciptakan multiplier effect untuk peningkatan ekonomi di daerah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kalimantan Timur dan sekitarnya, ujar Rudi Rubiandini di Jakarta, Senin (08/04/2013). Kepala SKK Migas juga menyetujui dalam pelaksanaannya akan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kita ingin ada keberpihakan terhadap badan usaha milik nasional dan badan usaha milik daerah. Dalam hal pasokan gas di Kaltim kita menyetujui BUMD Kabupaten Nunukan ikut terlibat sehingga Pemerintah Daerah dan masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan operasi minyak dan gas di daerah mereka. Dari pasokan gas sebanyak 25 juta kaki kubik per hari tersebut, sebanyak 5 juta kaki kubik per hari akan melibatkan BUMD Kabupaten Nunukan dalam penyalurannya, tuturnya. Pemerintah akan terus meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Pasokan gas untuk pabrik pupuk akan ditingkatkan dari 3,9 triliun kaki kubik tahun ini menjadi sekitar 4 triliun kaki kubik tahun depan. Pasokan gas untuk kelistrikan juga akan ditingkatkan dari 7,65 triliun kaki kubik menjadi 7,9 triliun kaki kubik dan pasokan gas untuk sektor industri akan naik dari dari 10,33 triliun kaki kubik menjadi 10,75 triliun kaki kubik. (SF) ====================
Keterlibatan Pemda ( BUMD) dalam penyaluran gas ini peranya sebagai apa ya , ikutan investasi atau perantara yg nyediain infra strukturnya ISM > Noor . > > Jadi ingin lebih tahu > > si Abah > > > ________________________________ > From: noor syarifuddin <[email protected]> > To: "[email protected]" <[email protected]> > Sent: Monday, April 8, 2013 10:22 PM > Subject: Re: [iagi-net] Siap-siap Net Import -->: [iagi-net] > New Discovery - Malaysia > > > Abah, > Betul, banyak yg menjerit.... Tapi kita coba lht faktanya... > Bbrapa konsumen gas itu produknya sebagian bsr utk ekspor > tapi minta gasnya harga domestik... BOLEH TAHU PERUSAHAN > MANA ITU ? > > Belum lg bisnis 'makelar'an ala prshaan gas kita... Berapa > persen keuntungan mrk hanya dgn menjadi perantara...? > > yA , ITU BENAR , TAPI BUKANKAH RETAIL GAS ITU LEGAL , KARENA > BAGI PERUSAHAAN e & p NYA , MARGIN NYA DIANGGAP (??) TERLALU > KECIL. > > FYI, bahkan saking kreatifnya ada bbrp konsumen yg mau bikin > ekstraksi LPG dari gas yg mereka beli.... Sangat cerdas > menurut saya.... :-)MANA > > BOLEH TAHU PERUSAHAAN YA DAN DIMANA ? TAPI TETP LEGAL KAN ? > > > Ini ibarat orang naik mobil mewah tapi gak setuju subsidi > bbm dicabut... > > > Salam, > > On Monday, April 8, 2013, Yanto R. Sumantri wrote: > > Noor >> >> >>Dengan harga 6- 7 dollar , pelaku industri sudah menjerit >>lho. >>Lihat koran koran minggu lalu. >> >> >>si Abah >> >> >> >>________________________________ >> From: noor syarifuddin <[email protected]> >>To: [email protected] >>Sent: Monday, April 8, 2013 2:38 PM >>Subject: Re: [iagi-net] Siap-siap Net Import -->: [iagi-net] >>New Discovery - Malaysia >> >>Rekans, >> >>Saya kira import gas akan menjadi solusi pragmatis yang >>paling mudah dan sederhana (tinggal beli aja kok... :-) >> >>Tapi dengan mulai ditandatanganinya kontrak LNG ke Jepang >>oleh >>produsen shale gas untuk delivery tahun 2015/2016 dengan >>harga yang cukup tinggi dibanding harga HH (16$/mmbtu), maka >>sebaiknya kita mawas diri.... >> >>kalau pasar internasional nantinya jenuh karena ekspor shale >>gas ini, maka "berkah"nya adalah gas Indonesia harus masuk >>pasar >>lokal/domestik.... tapi kalau harganya masih di bawah 7-8 >>$/mmbtu apakah akan menjadi ekonomis untuk proyek-proyek di >>daerah >>forntier?... kalau tidak, maka sudah pasti proyeknya akan >>tertunda atau terhenti >> >>ibarat sakit jantung, ini adalah "pembunuh senyap" >>eksplorasi dan eksploitasi migas kita..... silakan diterka >>akan berapa banyak >>aktifitas eksplorasi dan pengembangan yang akan tertunda >>atau > ditunda >>karenanya... >> >> >>salam, >> >> >>On 4/8/13, H Herwin <[email protected]> wrote: >>> Hallo Pak Rovicky, >>> Saya rasa fokus ke shale business di Amerika lebih di >>> dorong oleh kepentingan bisnis dibanding dengan sekadar >>> nasionalisme. Keberhasilan shale gas memang membuat harga >>> gas di sana (Henry Hub) menjadi sangat rendah, ini yang >>> membuat industri di sana berpindah ke shale "wet gas" dan >>> shale oil. Produksi liquid yang membuat shale industry di >>> Amerika masih menarik walaupun harga gasnya sangat rendah. >>> >>> Iseng2 saya lihat draft corporate meeting HESS May ini di >>> internet. http://www.transforminghess.com/ >>> >>> HESS mempunyai asset Shale Oil yang bagus di Bakken (17% >>> prod, 23% reserves Hess group ada di sana) dan di emerging >>> Utica Shale. Di > Indonesia sendiri >>> asset mereka relatif kurang baik dibanding asset2 HESS >>> yang lain dan hasil ekplorasi mereka di tahun2 belakangan >>> ini juga negative. >>> Saya tidak punyak akses ke www.ogj.com. Apakah Pak Rovicky >>> bisa kirim artikelnya. Export gas dari Amerika memang >>> patut dicermati karena akan mempengaruhi harga jual gas di >>> Asia ................... Well, seperti bapak bilang, bila >>> harga gas sangat murah, tidak ada salahnya kita beli gas >>> kan ?? :) >>> >>> Salam hangat, >>> Henky >>> 2013/4/5 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >>> >>>> On Fri, Apr 5, 2013 at 2:24 AM, H Herwin >>>> <[email protected]>wrote: >>>> >>>>> Abah, >>>>> Kebetulan Newfield > sedang berencana menjual portfolio mereka di Asia (Di >>>>> Cina dan di Malaysia), walaupun mereka mungkin berubah >>>>> pikiran setelah discovery ini :) Atau malah mengambil >>>>> keuntungan karena nilainya jadi lebih >>>>> tinggi .......... Strategi mereka ingin focul dgn shale >>>>> asset mereka di USA. >>>>> >>>> >>>> Wah kok strateginya mirip HESS juga ya. >>>> Shale gas/oil di Amerika ini banyak menyedot perhatian >>>> investor lokal untuk menanamkan di negerinya sendiri. >>>> Walau harga gas disananya jatuh tetep saja mereka ingin >>>> mengembangkan negaranya sendiri dengan dana sendiri >>>> dan dipakai sendiri (setahu saya debat ijin ekspor masih >>>> berlangsung seru). >>>> Intinya Amerika sedang berusaha untuk mencari pasokan >>>> "energi" untuk negerinya sendiri. >>>> > http://www.ogj.com/articles/print/volume-111/issue-4/special-report-lng-update/us-debate-on-lng-exports-centered.html>>>> >>>> Sementara saya sedang berpikir realis (walau sebagai >>>> explorer tetap harus optimis), sedang concern kemungkinan >>>> Indonesia menjadi net importir LNG (2016) dan menjadi net >>>> import energi (setelah 2025). Padahal kita memiliki >>>> insentive demografi atau Demography Bonus tahun 2020-2030 >>>> dimana akan ada 180 juta tenaga kerja siap menjadi mesin >>>> yang perlu bahan bakar dan bahan baku. >>>> >>>> Kalau pembangunan FSRU, Electric Plant, pipelines, >>>> jaringan kabel distribusi dan infrastruktur lainnya tidak >>>> disiapkan maka akan terjadi braindrain tenaga kerja >>>> Indonesia ke negara-negara yang mampu memberikan "kerja". >>>> >>>> Doh piye iki ? >>>> >>>> > RDP ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id

