Soal blok Mahakam, ini saya copas dari milis yg diposting oleh teman yg di 
WisMul: " Blok Mahakam Pasca tahun 2017 mutlak milik Pemerintah, seyogyanya 
Pemerintah sudah menunjuk konultan independent utk menilai Future Value pasca 
tahun 2017 dari aset Blok Mahakam. Dengan demikian, seandainya nilai aset blok 
Mahakam adalah X dollar, maka jika seandainya Pemerintah menetapkan Pertamina 
70% dan TEPI 30%, maka TEPI harus membayar biaya keikutsertaannnya senilai 30% 
dikali X yg bukan menjadi Cost Recovery, edangkan Perrtamina mendapat 
Penyertaan Modal Pemerintah seilai 70% dikali X?

Statemen dikoran menuliskan bahwa TEPI bersedia menurunkan PI nya menjadi 
70%....... emang siapa elu....... pasca tahun 2017..... TEPI dan INPEX ngga 
punya apa apa lagi di Blok Mahakam.... artinya kalaupun menurunkan PI nya ..... 
ya menurunkan dari 0%....alias ngga ada."

Kalau soal WMO itu pelajaran yg baik dan manis buat Pertamina. Semua upaya 
dikerahkan oleh Pertamina. Operasi yg dibiarkan oleh Kodeco menyebabkan 
produksi turun dari 20.000 bopd turun ke level 12.000 bopd dan melorot ke 8.000 
bopd. Setelah dioperasikan oleh Pertamina dengan action plan dan eksekusi yang 
baik, produksi WMO naik ke level 22.000 bopd dan sekarang menuju ke level 
27.000 bopd. 

Begitu juga ONWJ pada waktu dibeli Pertamina, produksinya di level 22.000 bopd, 
setelah dioperasikan Pertamina produksi ONWJ tembus ke level 40.000 bopd. 
Baik ONWJ maupun WMO adalah pengalaman manis dan berharga buat Pertamina, 
mudah2an blok Mahakam akan menjadikan pengalaman yang lebih manis bagi 
Pertamina!!!!!!!!




Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: noor syarifuddin <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Wed, 17 Jul 2013 21:48:41 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas Mahakam
 ke Pertamina
Ha ha ha memang susah klo sudah prejudice duluan...
5 tahun itu proposal... Jadi ya itu hal yg bisa didiskusikan.. Saya kira
jelas bahwa kasus WMO itu satu pelajaran yg mahal dan semua pihak tidak mau
disalahkan kalau hal tsb terjadi lagi.. Itulah logika dari usulan masa
transisi... Sekedar info saja: kebanyakan lapangan di mahakam adalah
lapangan gas dan sumur yg statusnya sensitive itu jumlahnya cukup
dominan... Saat ini setiap ada shut down karena pemeliharaan fasilitas di
mahakam atau di bontang, maka semua was-was soal recoverynya..

Jadi cobalah berpikir sedikit terbuka, jangan selalu melihat dari sisi
negatifnya saja...

Salam

On Wednesday, July 17, 2013, Amir Al Amin wrote:

> apakah dalam UU yang ada, ataupun kontrak yg ditandatangani ada pembahasan
> 'masa peralihan' lima tahun? kenapa 5 th. peralihan kekuasaan 'tingkat
> negara' indonesia saja, dalam proklamasi tertulis " dalam tempo
> sesingkat-singkatnya."
>
>
>
>
> 2013/7/17 Yanto R. Sumantri <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml',
> '[email protected]');>>
>
> Saya sependapat dengan pak Ong HL , kita harus memanfaatkan hukum yang
> menaungi Kokntrak PSC dan UU/PP  yang alam Kontmenaunginya.
>
> Saya bukan ahli hukum , akan tetapi sebagaimana disampaikan dalm catan
> saya terakhir , dalam kontrak maupun UU no 22 /2001 Migas ada klausa
> mengenai  masa berlakunya kontrak PLUS KEMu kontrUNGKINAN perpanjangan
> kalau Pemerintah menyetujuinya.
>
> Memang yang jadi persoalan adalah  bagaimana mengatur "masa peralihan" ,
> agar tidak terjadi hal hal yang merugikan KEDUA belah fihak (karena
> bukankah suatu kontrak terjadi karena para pihak mendapatkan manfaat dari
> kontrak tsb?).
>
> Salah satu kemungkinan saya telah sebutkan dalam e-mail terdahulu.
>
> Jadi yang penting ,adalah NIAT kita dan Pemerintah sbgmn disampaikan pak
> Ong HL tadi.
>
> Waallahualam ?
>
> si Abah
>
>   ------------------------------
>  *From:* Ong Han Ling <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, July 17, 2013 6:59 AM
> *Subject:* RE: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas
> Mahakam ke Pertamina
>
> Teman-teman IAGI semuanya,
>
> Sudah lama saya tidak ikut-ikutan, tetapi sekarang mau nimbrung setelah
> membaca tulisan si Abah “Mengapa bingung ya”.
>
> Persoalan Mahakam sudah dibicarakan selama hampir 10 tahun, perioda tiga
> menteri ESDM. Banyak penjabat bolak balik ke Paris dan demikian juga
> penjabat Total. Banyak energi, waktu dan uang terbuang untuk rapat dan
> pertemuan. Kalau dihitung secara kasar selama 10 tahun ini, kedua belah
> pihak sama-sama telah mengeluarkan ratusan milliar rupiah tanpa hasil.
> Terakir adalah pertemuan Pak Wacik dengan Jean-Marie Guillermo,  Senior VP
> Total E&P Asia Pacific.
>
> Tujuan kita semuanya sama, yaitu mencari manfaat sebesar-besarnya bagi
> Negara, atau singkatnya, mencari keuntungan bagi Negara. Titik. Semua harus
> berfokus pada keuntungan. Ini berarti, kita harus memerintahk
>
>
>
>
> --
> ***********************************
> Amir Al Amin
> Operations/ Wellsite Geologist
> (62)811592902
> amir13120[at]yahoo.com
> amir.al.amin[at]gmail.com
> ************************************
>

Kirim email ke