Loksado......? wah itu boleh dibilang petualang meng-asyik-an...... Long 
weekend Maret lalu baru diajak petualang ke sana. "siap jalan (maksudnya naik 
motor) 4 jam khan....?", tanya rekan yang mengantar kami kesana.... 
Wuaaaa....nempuh jarak 200 kilo dari bandara Syamsudin Noor naik motor, berarti 
Jakarta - Bandung langsung tancap gas......Paling jauh naik motor selama ini 
hanya Jakarta - Sukabumi, yang sekitar 120 kilo. Selain merupakan petualang 
mengasyikan, terbayang pegel-nya......hihihi.....Lalu terbayang juga melewati 
belantara hutan yang sepi dan jarang penduduk. Yang aku pertanyakan berhubung 
naik motor, ada ngga tambal ban di jalan sepanjang itu seperti betebaran di 
P.Jawa....? katanya termasuk jarang....tapi akan ready ban dalam dan bensin 
cadangan.....

Jadilah kami ber-2, boncengan, memulai petualangan ke Loksado. Setelah Lion Air 
dari Jakarta yang kami tumpangi delay 2 jam, begitu tiba langsung tancap gas ke 
Loksado.....Jalan ke sana memang asyik....ber-aspal..... tapi ada rute dimana 
cukup membosankan dan agak "ngeri" yaitu Kandangan - Loksado. Saya bilang 
"ngeri" karena lewat hutan, desa, yang jarang penduduk, dan tambal ban jarang. 
Tahu sendirilah yang aku khawatirkan kalau naik motor adalah kalau ban kempes 
dan tidak ada tambal ban..... Lalu melewati jalan berbukit-bukit. May be karena 
sudah kecapekan setelah nempuh perjalanan 120 kilo lebih, dus pantat pegel 'n 
"panas", jadilah berburu waktu supaya ngga kemalam sampai di Loksado..... 

Pulangnya, kejadian dech, apa yang dikhawatirkan terjadi.....Rute Loksado - 
Kandangan setelah nempuh perjalanan 20 kilo pas terik matahari ban motor 
gembos.......Sempat ngedorong sekitar 1 kilo dengan barang lumayan 
banyak....beruntung akhirnya ketemu tambal yang oke..... Lalu lanjut Kandangan 
- Banjarmasin sekitar 130 kilo......Mengasyikan juga.....

Mengenai Loksado sendiri....merupakan tempat yang menarik dan unik. Jauh dari 
keramaian, bernuansa desa alami yang di penuhi hutan.....Memang betul disana 
ada sungai yang asyik untuk arung jeram...Cuma arung rakitnya jangan 
membayangkan seperti di Citarik...disana pake bambu yang di "rakit" dulu. Jadi 
kalau mau ber-arung jeram harus konfirm dulu semalam sebelumnya untuk di 
"rakit"....Biayanya per rakit 125 rb... Berhubung hanya ingin motret aja, 
jadilah ngga ingin ber-arung jeram dulu. Foto nuansa Loksado bisa dilihat di 
http://robertadolf.multiply.com. 

Untuk ke Loksado bisa naik angkutan umum walau agak jarang atau carter mobil 
yang harganya lebih lumayan. Kalau naik motor seperti 
kami......hhhhmmmmmm......perlu niat kuat.....

salam

  ----- Original Message ----- 
  From: natalia santamonica 
  To: [email protected] ; Erwin Y 
  Sent: Tuesday, June 03, 2008 7:58 AM
  Subject: [indobackpacker] Loksado


  Dear Lugas,
  Kenapa ga coba ke Loksado? disana ada air terjun yg menarik & masih 
bersih. bisa juga coba rafting. kalau tidak salah ada pemandian air panas juga 
deh. dalam perjalanan ke loksado bisa mampir didaerah kandangan untuk nyoba 
ketupat kandangan yg rasanya unik.
  kalo di kalimantan timur, mungkin bisa ke derawan,sangalaki & 
maratua.disana bisa snorkling ato diving & tempatnya menarik banget!!!
  kalo kalimantan barat, bisa coba ke Taman Nasional Danau Sentarum.
  Semoga membantu
   
  Salam,
   
  Monic

  --- On Mon, 6/2/08, Erwin Y <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  From: Erwin Y <[EMAIL PROTECTED]>
  Subject: [indobackpacker] Fw: pasar terapung banjarmasin gak menarik!
  To: [email protected]
  Date: Monday, June 2, 2008, 10:48 AM

  To: indobackpacker- [EMAIL PROTECTED] s.com
  Sent: Monday, June 2, 2008 19:17:59

  The message summary:
  ------------ --------
  FROM: [EMAIL PROTECTED] com 
  DATE: Mon, 2 Jun 2008 05:17:57 -0700 (PDT) 
  SUBJECT: pasar terapung banjarmasin gak menarik! 

  Buat temen2 yang mau ngliat pasar terapung di banjarmasin. ..
  bayangan saya seperti iklan RCTI OKE, dimana banyak pedagang berjualan diatas 
perahu, seorang ibu mengacungkan jempol mengiyakan " oke " nya RCTI..
  Makanya saya ajak keluarga kesana. kami menginap di hotel grand mentari 
semalam 500 ribuan ( kalau di bali udah dapat yg "wah " ).. tapi di banjar yah 
begitulah. Hari itu hari sabtu kami bertiga ( saya, isteri n anak laki2 umur 9 
th ) bangun jam 5 pagi. Diantar sopir kami berangkat ke pelabuhan dekat 
pertamina. sampai disana nanya orang ongkosnya 15 ribu per orang untuk bisa 
melihat pasar terapung PP. tapi minimal mesti 5 orang. Jadi kami mesti bayar 75 
ribu PP. 
  Setelah menyusuri sungai... ada beberapa perahu kumpul... ada penjual ubi dll 
gak nyampai 10 perahu. Katanya agak kesana lagi banyak... Masih semangat saya 
turuti saja apa kata tukang perahu....
  E sampai tempat yang dimaksud tak lebih dari 5 pedagang... kami malah jumpa 
sesama turis domestik n jepang ( karena ngomong pakai O O terus ).
  Akhirnya kami berhenti di tukang perahu yang jual makanan kecil sambil 
ngopi... yach paling gak muasin anak..
  Ketika kutanya orang sekitar apa emang karena hari sabtu atau ada hari lain 
yang lebih ramai, mereka bilang sama saja. Sekarang ini pedagang menyebar di 
berbagai tempat, jadi gak ngumpul kayak iklan RCTI itu.
  Nah kesimpulan? 
  Ya untuk semua teman indobackpacker. ... daripada kecewa.. lebih baik nyari 
yang lain. walaupun saya sendiri bingung apa yang bisa dilihat di Banjarmasin. 
. saya ke martapura pun hanya cari oleh-oleh n pulang jakarta. sama sekali gak 
ada kesan yang mendalam....
  Gimana nich ada yang mau kasih koment? sangat kutunggu lho. sebaiknya kalau 
ke kalimantan Selatan, Timur, Tengah, Barat apa yang spesific dilihat n gak 
ngecewain?
  bagaimanapun Indonesia makin indah karena Kalimantan masuk NKRI... he he.

  prinsip hidup, jelajahi indonesia... .
  Lugas

  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 


  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke