Permisi ikutan nimbrung.... Kalo saya setuju sekali dengan pendapat mas aris!!! tergantung ma orangnya, di pasar terapung tuh yang disuguhkan ya human interest- nya dan kehidupan sungai dengan rumah panggung.
Terakhir saya kesana bulan februari 2008, dan sungguh rame perahu disitu,rasa kantuk terbalas dengan pemandangan sepanjang perjalanan selama 1jam. Saya ambil perahu dari hotel victoria, dibela-belain biar bisa liat orang2 sholat subuh di masjid2 pinggir sungai. Saya adalah pecinta semua keindahan indonesia selain keramain kota, jadi menurut saya indah sekali. Berbeda dengan keponakan saya yang dibawa papanya ke pasar terapung, sama sekali tidak tertarik ternyata karena dia lebih suka ngotak ngatik komputer (hehehe cape deh) Pak lugasus mungkin salah pasar kale...karena sepanjang perjalanan ke pasar kuin saya bertemu beberapa pasar terapung lainnya. memang lebih sepi dari pasar kuin, ada juga saya bertemu pasar diatas jembatan....hihihihi buat saya itu juga lucu dan menarik. Klo pak lugasus masih penasaran coba deh ke pasar lokbaitan, pasar tu mang lebih jauh dari pasar kuin. disitu lebih buanyak perahu daripada di pasar kuin. Salam KIKA --- In [email protected], "dik Nur" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aku beberapa tahun lalu pernah ke pasar terapung ini. > > Menurutku sih bagus, walaupun aku datangnya kesiangan :)) > > Berangkat dari "terminal" di deket hotel swiss bel (gak tahu nama tempatnya). > > Cuma karena pake calo, kirain dia pemilik kapal, jadi dapat kapalnya > lama. Padahal aku bareng seorang temen yang bisa bahasa banjar. Eh, > tetep aja "sesama saudara" banjar gak ngaruh, tetep aja ketipu. > Hehehe. > > Perjalanan sekitar 1/2 jam. Karena aku suka air, jadi perjalanan ke > pasar terapung aja udah menyenangkan. Hehehe. Lihat rumah2 panggung di > atas air, lihat perahu hilir mudik. > > Sampai di pasar terapung udah siang, tinggal sisa2 nya. > > Habis lihat2 pasar, mampir ke warung soto yang ada di tengah sungai. > Warung ini ada di atas perahu. Ramai perahu2 yang datang, sebagian > besar orang luar seperti aku :P > > Kesimpulan menurut aku sih, tergantung pada orangnya, kalo dia suka > gunung misalnya, datang ke pasar terapung mungkin gak cocok. Atau > orang suka pantai, diajak rekreasi soping ke singapura paling ya gak > cocok. > > piss. > > 2008/6/2 Erwin Y <[EMAIL PROTECTED]>: > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Sent: Monday, June 2, 2008 19:17:59 > > > > The message summary: > > -------------------- > > FROM: [EMAIL PROTECTED] > > DATE: Mon, 2 Jun 2008 05:17:57 -0700 (PDT) > > SUBJECT: pasar terapung banjarmasin gak menarik! > > > > > > Buat temen2 yang mau ngliat pasar terapung di banjarmasin... > > bayangan saya seperti iklan RCTI OKE, dimana banyak pedagang berjualan diatas perahu, seorang ibu mengacungkan jempol mengiyakan " oke " nya RCTI.. > > Makanya saya ajak keluarga kesana. kami menginap di hotel grand mentari semalam 500 ribuan ( kalau di bali udah dapat yg "wah " ).. tapi di banjar yah begitulah. Hari itu hari sabtu kami bertiga ( saya, isteri n anak laki2 umur 9 th ) bangun jam 5 pagi. Diantar sopir kami berangkat ke pelabuhan dekat pertamina. sampai disana nanya orang ongkosnya 15 ribu per orang untuk bisa melihat pasar terapung PP. tapi minimal mesti 5 orang. Jadi kami mesti bayar 75 ribu PP. > > Setelah menyusuri sungai... ada beberapa perahu kumpul... ada penjual ubi dll gak nyampai 10 perahu. Katanya agak kesana lagi banyak... Masih semangat saya turuti saja apa kata tukang perahu.... > > E sampai tempat yang dimaksud tak lebih dari 5 pedagang... kami malah jumpa sesama turis domestik n jepang ( karena ngomong pakai O O terus ). > ... >
