Mas, piye kabare...!

Saya stuju banget sama pendapat sampean, kalau boleh jujur.. bukannya saya
"istilah di lenong.."
Nggak mau ke Mall., jawabanya karena saya sering nyasar di mall.
Makanya suka males kalau di ajak ketemuan di mall.

Cerita tentang suka atau tidak suka?  Ini tergantung kita bagaimana cara
untuk melihat!
Kalau kamu misalnya pengejar hanya keindahan!, otomatis... budaya, masyrakat
lokasi.. akan di nomor 3 kan,
Kalau kamu pengagum shopping syndrome, belanja ke sing, lebih murah
ketimbang pergi ke Flores...
Yang makanannya mahal.. misalnya.
Atau kalau pengagum gunung, alias landscap.. pergi ke pantai, kok rasanya
bête banget..

Again!  Mencompare sah2x saja, tapi compare nya yang wajar.. misalnya jangan
Bandingkan Borneo dengan Pulau Jawa, karena beda budaya, contur daratan dan
beda juga jumlah orang..

Pernah tau!  Best no 2 untuk National Park in Indonesia itu ada di
Kalimantan Tengah!,  kalau datang ke Orang Utan, biayanya sama dengan
Jalan2x ke Singapore untuk weekend trip.. tapi terlalu naïf untuk compare
dengan singapore... karena Orang utan is best destination untuk eco tour
Kalau Singapore ya best for shopping syndrome till you drop..

Yang perlu di ingat, ever destination is unique...

Salam
ARIS

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of dik Nur
Sent: Tuesday, June 03, 2008 9:20 AM
To: [email protected]
Subject: Re : [indobackpacker] Fw: pasar terapung banjarmasin gak menarik!

Aku beberapa tahun lalu pernah ke pasar terapung ini.

Menurutku sih bagus, walaupun aku datangnya kesiangan :))

Berangkat dari "terminal" di deket hotel swiss bel (gak tahu nama
tempatnya).

Cuma karena pake calo, kirain dia pemilik kapal, jadi dapat kapalnya
lama. Padahal aku bareng seorang temen yang bisa bahasa banjar. Eh,
tetep aja "sesama saudara" banjar gak ngaruh, tetep aja ketipu.
Hehehe.

Perjalanan sekitar 1/2 jam. Karena aku suka air, jadi perjalanan ke
pasar terapung aja udah menyenangkan. Hehehe. Lihat rumah2 panggung di
atas air, lihat perahu hilir mudik.

Sampai di pasar terapung udah siang, tinggal sisa2 nya.

Habis lihat2 pasar, mampir ke warung soto yang ada di tengah sungai.
Warung ini ada di atas perahu. Ramai perahu2 yang datang, sebagian
besar orang luar seperti aku :P

Kesimpulan menurut aku sih, tergantung pada orangnya, kalo dia suka
gunung misalnya, datang ke pasar terapung mungkin gak cocok. Atau
orang suka pantai, diajak rekreasi soping ke singapura paling ya gak
cocok.

piss.

2008/6/2 Erwin Y <[EMAIL PROTECTED]>:
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, June 2, 2008 19:17:59
>
> The message summary:
> --------------------
> FROM: [EMAIL PROTECTED]
> DATE: Mon, 2 Jun 2008 05:17:57 -0700 (PDT)
> SUBJECT: pasar terapung banjarmasin gak menarik!
>
>
> Buat temen2 yang mau ngliat pasar terapung di banjarmasin...
> bayangan saya seperti iklan RCTI OKE, dimana banyak pedagang berjualan
diatas perahu, seorang ibu mengacungkan jempol mengiyakan " oke " nya RCTI..
> Makanya saya ajak keluarga kesana. kami menginap di hotel grand mentari
semalam 500 ribuan ( kalau di bali udah dapat yg "wah " ).. tapi di banjar
yah begitulah. Hari itu hari sabtu kami bertiga ( saya, isteri n anak laki2
umur 9 th ) bangun jam 5 pagi. Diantar sopir kami berangkat ke pelabuhan
dekat pertamina. sampai disana nanya orang ongkosnya 15 ribu per orang untuk
bisa melihat pasar terapung PP. tapi minimal mesti 5 orang. Jadi kami mesti
bayar 75 ribu PP.
> Setelah menyusuri sungai... ada beberapa perahu kumpul... ada penjual ubi
dll gak nyampai 10 perahu. Katanya agak kesana lagi banyak... Masih semangat
saya turuti saja apa kata tukang perahu....
> E sampai tempat yang dimaksud tak lebih dari 5 pedagang... kami malah
jumpa sesama turis domestik n jepang ( karena ngomong pakai O O terus ).
...

------------------------------------

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke