kalau backpacking, jangan terlalu berharap banyak utk melihat sesuatu
yg wah spt 'mass tourism'. 
Mungkin Pak Lugas kurang beruntung :) kalau gak salah pertengahan
bulan juni ini ada Festival Pasar Terapung di Banjarmasin. coba aja
datang lagi. 
Saya setahun lalu lihat pasar terapung Kuin masih ramai koq. Sistem
barter antar pedagang juga masih ada.
Sungai adalah nafas kehidupan bagi sebagian besar orang Banjar.
Sebenarnya perjalanan menyusuri sungai martapura pagi hari sangat
menarik kalau benar2 dinikmati krn geliat kehidupan dimulai dari sini.
Selain dari atas air, di darat juga begitu. Masyarakat Banjar yg
sangat religius, berbondong2 menuju mesjid waktu subuh, kulit ketupat
mulai digantung di depan warung2 ketupat yg menjamur dimana2.
Kulinernya juga enak2. Buat saya sih itu suatu kebudayaan yg menarik
untuk diamati. 
Sayang juga kalau pasar terapung jumlahnya semakin berkurang krn orang
lebih suka belanja ke pasar modern di darat.    

Ada artikel menarik dari Pak Bondan Winarno;

Bangkitlah Bangsaku, Bangkitlah Pasarku!

... Sebetulnya, pasar yang hilang itu memang tidak pernah tergantikan.
Mall yang hadir adalah sebuah fenomena baru, bukan pengganti pasar.
Kenapa? Karena kita semua tahu bahwa pasar tradisional adalah pusat
budaya dan aktivitas sosial masyarakat kita sejak dulu. Ruh itulah
yang hilang dan tak akan pernah tergantikan oleh kelahiran mall baru.
lanjutannya;
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/26/08450438/bangkitlah.bangsaku.bangkitlah.pasarku


salam,
erwin
> --------------------
> FROM: [EMAIL PROTECTED] 
> DATE: Mon, 2 Jun 2008 05:17:57 -0700 (PDT) 
> SUBJECT: pasar terapung banjarmasin gak menarik! 
> 
> 
> Buat temen2 yang mau ngliat pasar terapung di banjarmasin...
> bayangan saya seperti iklan RCTI OKE, dimana banyak pedagang
berjualan diatas perahu, seorang ibu mengacungkan jempol mengiyakan "
oke " nya RCTI..
> Makanya saya ajak keluarga kesana. kami menginap di hotel grand
mentari semalam 500 ribuan ( kalau di bali udah dapat yg "wah " )..
tapi di banjar yah begitulah. Hari itu hari sabtu kami bertiga ( saya,
isteri n anak laki2 umur 9 th ) bangun jam 5 pagi. Diantar sopir kami
berangkat ke pelabuhan dekat pertamina. sampai disana nanya orang
ongkosnya 15 ribu per orang untuk bisa melihat pasar terapung PP. tapi
minimal mesti 5 orang. Jadi kami mesti bayar 75 ribu PP. 
> Setelah menyusuri sungai... ada beberapa perahu kumpul... ada
penjual ubi dll gak nyampai 10 perahu. Katanya agak kesana lagi
banyak... Masih semangat saya turuti saja apa kata tukang perahu....
> E sampai tempat yang dimaksud tak lebih dari 5 pedagang... kami
malah jumpa sesama turis domestik n jepang ( karena ngomong pakai O O
terus ).
> Akhirnya kami berhenti di tukang perahu yang jual makanan kecil
sambil ngopi... yach paling gak muasin anak..
> Ketika kutanya orang sekitar apa emang karena hari sabtu atau ada
hari lain yang lebih ramai, mereka bilang sama saja. Sekarang ini
pedagang menyebar di berbagai tempat, jadi gak ngumpul kayak iklan
RCTI itu.
> Nah kesimpulan? 
> Ya untuk semua teman indobackpacker.... daripada kecewa.. lebih baik
nyari yang lain. walaupun saya sendiri bingung apa yang bisa dilihat
di Banjarmasin.. saya ke martapura pun hanya cari oleh-oleh n pulang
jakarta. sama sekali gak ada kesan yang mendalam....
> Gimana nich ada yang mau kasih koment? sangat kutunggu lho.
sebaiknya kalau ke kalimantan Selatan, Timur, Tengah, Barat apa yang
spesific dilihat n gak ngecewain?
> bagaimanapun Indonesia makin indah karena Kalimantan masuk NKRI...
he he.
> 
> prinsip hidup, jelajahi indonesia....
> Lugas
> 
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>


Kirim email ke