Jalan-jalan sendirian ada untung ruginya... Untungnya, kebebasan mutlak kita miliki, kita bisa berimprovisasi membuat kreasi mengunjungi destinasi sesuka hati. Terkadang dari kota tujuan yang sudah kita rencanakan, tapi dalam perjalanan, ada ketemu sesama pengelana yang cerita ada tempat lain yang "menarik" yang luput disebutkan di lonely planet, bisa jadi kita belokan tujuan ke tempat "menarik" itu... Memang dalam hal ini kaum lelaki lebih diuntungkan kalau berjalan sendiri, tapi jangan dikira juga bebas dari ketakutan pelecehan seksual sementara orang2 seperti Ryan makin banyak, apalagi di negara Barat... Tapi dalam soal biaya, ada untungnya juga pergi bersama teman (asal kita tahu persis teman kita itu, artinya punya interest yang sama akan "cara menikmati perjalanan", dan jangan juga lebih dari 4 orang jika jalan bersama), karena sewa kamar bisa di-share, artinya akan lebih menekan budget pengeluaran... Jalan sendiri, karena semua biaya harus ditanggung sendiri, kalau tidak banyak informasi (bagaimana cara lebih irit) berisiko akan banyak biaya dikeluarkan...
Jalan-jalan sendiri bisa jadi seperti orang onanai, ketika dalam perjalanan kita menikmati pengalaman yang baru dan mengesankan yang akan memperkaya hidup kita, baik dari pemandangannya, orang2 dan budaya baru yang kita temui, makanan dan rasa yang baru kita cicipi, hawa dan suasan baru yang kita hirup dan serap yang terkadang bisa seperti orgasme, yang semua itu hanya kita yang bisa nimati saat itu, dan semua itu tidak bisa kita berbagi kenikmatan, ya persis seperti orang onani..., (tapi hal yang tidak enaknya, kalau kita kena musibah, katakanlah sakit, ya harus mengerang2 sendiri, cari pengobatan sendiri, semuanya serba sendiri, tapi tidak juga, walaupun pergi bersama, toh memang semua urusan independen, bayar2an, bawa barang..) Untuk menyalurkan ini, kadang saya menuliskan dalam catatan harian saya. Buku diary saya, juga buku bacaan, adalah teman terbaik saya, yang bisa jadi tumpahan emosi: dengan menulis, membuat puisi, drawing (melukis), apa saja sesuai ide yang datang ketika itu... Itu juga yang saya lakukan di Eropa, di India, Nepal, mendaki Anapurna, keliling Tibet, trekking di New Zealand, juga di gunung2 Indonesia, daerah2 perkampungan tanah air, menyelam... Kesan saya pada Indonesia: I love and adore this country except the government (juga calo2 di terminal bis, peminta2 sumbangan tempat ibadah yang maksa menghentikan bis dan naik, peminta2 yang mengobral "Tuhan" di tempat2 yang dikeramatkan)...tapi, yaaa nikmati saja lah... Jalan sendiri, berdua, bertiga, berempat..., akhirnya lebih pada bagaimana kita menikmati perjalanan itu sendiri. Jalan-jalan bagi saya seperti Bima yang mencari air Pravitasari, bertemu rintangan dan juga Dewa Ruci, semua untuk memperkaya hidup. Ini seperti meditasi... Nikmati saja, apapun kondisi ketika itu. Being at present time. Seperti kata Thich Nhat Hahn:" By dwelling in the PRESENT MOMENT we put an end to attachments to the past and anxieties abou the future. Life is only available in the present. To know what we are alive, that we can be in contact with all the wonders within us and around us, this IS TRULY A MIRACLE Hormat saya pada "perempuan-perempuan perkasa" yang telah mencoba jadi soloist. So, teruslah berjalan. Mengutip Che Guevara: "Berjalanlah, susuri negerimu kelak kau akan tahu bangsamu...". Dan kemudian, nikmati... Salam, yudhi widdyantoro, pengecer jasa yoga -----Original Message----- From: elok dyah [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, November 19, 2008 5:59 PM To: Prianto, Abas, DyStar Cc: [email protected] Subject: [indobackpacker] Solo Traveller : trend baru? Sharing soal Solo Traveller, 24 tahun saya backpacking, mostly semua saya lakukan sendiri. alasannya bukan apa-apa, bukan karena berani jalan sendiri, tapi karena lebih irit dan murah...i should keep my money..hehehe. jika anda ikut biro travel ke eropa 2 minggu: umumnya anda akan diajak menjelajah 13 kota di 7 negara. jalan berombongan 20-40 orang. jadi satu kota, satu hari. saya bukan orang yang puas datang di satu kota hanya 1 hari. saya tipe orang yang harus stay di satu kota minimum 2-4 hari, sehingga saya kenal betul dimana beli makanan dan souvenirs murah. kalo dengan biro travel, anda akan diajak stay di hotel berbintang, makan di restoran. tidak heran mereka mencharge anda dengan biaya $US 2.500/person (Rp 25 juta dengan kurs 1$US = Rp 10.000, sekarang udah Rp 12.000) untuk jalan ke eropa 2 minggu. angka itu belum termasuk ongkos fiskal, visa, insurance, dll. total jendral bisa sampai Rp 30 juta. nah kalo jalan sendiri alias solo traveller, 2 minggu ke eropa kita hanya mengeluarkan uang 1/2 dari biaya yang harusnya kita setor ke biro travel. bersolo backpacking, biaya bisa saya diirit dengan menginap di hostal, hostel, pension, residencia, dormitory room, jadi bukan di hotel besar, dan makan di cafe-cafe pinggir jalan/gang-gang kecil di eropa sana (bukan resto besar). kecuali di negara2 di asia tenggara, banyak para backpackers yang datang jalan sendiri di satu negara, tapi kemudian mereka ikut day tour misalnya yang pernah saya ikuti ya di vietnam sana. jatuhnya lebih murah ikut day tour daripada jalan sendiri ngeteng nyari2 bus sendiri, mending jalan beramai-ramai day tour sama backpacker lainnya. ibarat kata kita share bus. tapi itu hanya perjalanan pukul 08.00-17.00 sore. usai day tour, ya bubar. ikut saja program day tour lainnya: misal cuchi tunnel or mekong delta trip. jadi tidak jalan beramai-ramai dengan rombongan travel biro dari indonesia yang sepanjang hari kita digiring-giring tour leader....jatuhnya lebih mahal kalo jalan seperti itu. so, saya prefer jadi solo backpacker saja. intinya, jadi solo backpacker/traveller itu tidak sulit. yang penting: bisa cari budget airline di lokal eropa ada http://www.ryanair.com (sering lebih murah terbang dengan ryan air daripada naik kereta or bus: udah cepat dan murah) dan tempat penginapan murah. modal saya hanya http://www.venere.com dan http://www.hostelbooker.com regards, elok --- On Tue, 11/18/08, Prianto, Abas, DyStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Prianto, Abas, DyStar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: RE: [indobackpacker] Solo Traveller : trend baru? To: "Ambar Briastuti" <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected] Date: Tuesday, November 18, 2008, 8:20 PM Wah topik yg menarik bgt dan merupakan pengalamn pribadi bwt gw sendiri memang solo treveller memang punya pengalaman yg tersendiri dan jauh lebih berasa bgt dan juga punya tantangan tersendiri dalam menjelajah negeri orang ataupun ke daerah sendiri dari cerita dan topik mbak ambar ini mungkin saya lbh cenderung ke semua serba solo alias sendiri tanpa agent jujur aku blm pernah kalau pergi kemanapun itinerarynya lwt agen ( kecuali hanya ticket pesawat aja ya ) Pengalaman pribadi saat menjelajah pertama kali ke luar negeri 5 thn yg lalu ( Singapore , Kuala Lumpur , Thailand ) itu semua saya lakukan dengan jalan sendiri dan bener2 sendiri tidak ada bekal dan temen yg ada di negara yg sy tuju saya hanya berbekal searching di internet mengenai hal yg penting spt peta , hotel , dan beberapa tempat2 yg menarik pengalaman seru saat kartu passport yg masih kosong dan masuk pertama kali ke Singapore langsung deh ditanya nginep dimana , sampe2 suruh tunjukin uang yg ada di dompet ada berapa wuih jadi agak shock dan takut .... tp semua terlewati dgn lancar he he he Tapi intinya solo traveller sangat puas dan menyenangkan bagi yg suka sendiri ya ( tp juga diperlukan keberanian ) saya bisa menjelajah kemanapun yg saya suka alias bebas gak ada yg halangin bisa mengekspresikan diri sendiri dan mengenal budaya di setiap negara gw juga suka mengenal kebiasaan dan kehidupan setiap orang dr yg modern sampe yg traditional berusaha mencari dan nanya langsung ke orang jadi terjadi sebuah interaksi / percakapan langsung dgn orang luar ( ada kepuasan tersendiri lho ) intinya seperti yg dilakukan kayak acara THE AMAZING RACE Setelah menjelajah sendiri di luar negeri .... jujur perasaan menjadi lbh berani dan tertantang kemanapun pergi tanpa rasa takut mungkin karena pengalaman yg langsung interaksi tadi dgn orang lain apalagi di negara lain serasa beda aja So gak ada salahnya di coba Solo traveller .... thats amazing race dan bisa melatih keberanian kita Ditunggu juga cerita2 dri temen temn yg lain To Mbak Ambar ---- > Terima kasih dah banyak membantu di IBP ini dan dah bagi2 cerita yg menarik pengalaman mbak ambar Kapan yah bisa ketemu mbak ambar langsung ..... hmm pasti seru bgt deh Regards iant Jakarta -----Original Message----- From: indobackpacker@ yahoogroups. com [mailto:indobackpacker@ yahoogroups. com]On Behalf Of Ambar Briastuti Sent: Wednesday, November 19, 2008 1:13 AM To: indobackpacker@ yahoogroups. com Subject: [indobackpacker] Solo Traveller : trend baru? Temen2 Backpacker, Solo Travel artinya bukan travel ke kota Solo. Tapi adalah julukan untuk yang jalan-jalan sendirian saja. Mungkin udah banyak yang melakoni tapi ternyata barusan dinilai sebagai kecenderungan baru. Para soloist ini punya alasan sendiri kenapa mereka melakukannya. Salah satunya seperti dibawah ini. Terlampir adalah interview tertulis dengan sebuah radio di Singapura yang menggali kemungkinan trend ini kedepan. Tidak berarti solo travel ini juga independen loh. Artinya ada juga soloist yang emang itinerary-nya dibuatkan agen (custom made). Sedangkan saya mungkin termasuk katagori dua2nya, walaupun ditengarai sekarang mulai bertumbuhan pasar untuk solo traveller (khususunya perempuan yang lebih ke faktor keamanan). Mungkin rekan-rekan ada yang punya pengalaman solo travel? Ngga musti ke luar negeri loh, wong di dalam negeri aja cukup menantang kok. Ditunggu komentar dan bagi2 critanya. Salam, Ambar *ayuks bikin trip IBP lagi ============ ========= ==== "Remember what Bilbo used to say: It's a dangerous business, Frodo, going out your door. You step onto the road, and if you don't keep your feet, there's no knowing where you might be swept off to... - Frodo to Sam" - J.R.R. Tolkien 1. Why solo traveling? and what drive you to do and enjoy the trip? Well, it was a coincident actually. I had friend who plan to go Ireland together while we were in work back in UK, but it turned out she wasn't able to do for some reason. So I decided to have a go on myself. Yups do everything by myself; from research, planning, and action (booking hostel, route and find budget flight). Then I discovered that when you travel solo it doesn't mean that you will go alone all along way. I met local who give more insight view about places and knowledge about culture. I met fellow backpacker who willing to share transport or accommodation. So why I never lonely when traveling on my own, because we can concentrate to learn what actually happen in our environment. Cultural changing, people speaking, how the local treat you and digging more information about the background of the travel itself. Places, foods, transportation, or simply the customs. As a traveller we absorb and study, looking the wisdom that can be missed when we travel in groups. 2. So what should we prepare to travel solo? -research about destination, make a point or themes that you are very keen to do/to see. For example : culinary travel to Luang Prabang, or Archeology adventure in Angkor Wat. Put this theme as the based of the goal and work based on that. Research can be with internet or books (guide books or travel books that inspire you). - decide what kind travel style you want to go. Quick, easy and no hassle or backpacking, more arduous and strenuous. This is relate to most of the other travel aspects. If you want to go backpacker style in tight budget, be prepare using public transport or walking with your backpack. If you want something more sophisticated, choose based from your convenience. Some people love challenges (that's why Amazing Race is so addicted), some people just want a quiet vacation. It's your style and you can change anytime you want. - then started looking for flight, bus, ferry or any kind transport that move you one to another places. Look at map, decide how you go, which country to start and so on. Create your own itinerary based on the other people, or tour agency or make on your own etc - make sure you know about travel document and foreign currency. Well this is why math can be useful in real life :) Travel Document like passport and visa (is VOA-visa on arrival or have to apply visa before hand?) -put the plan on the paper, you can do day by day, hour by hour or just putting grand idea what you want to do. - exchange with fellow traveller with any open suggestion. This is why forum and mailing list so important. You can rely on social networking (FaceBook, MySpace, Frendster etc) but everybody got their own opinion. Don't just walk off because someone try to scare you about destination :) 3. Places I have been solo, mainly UK, Ireland and some Asia 4. The overall preparation is depend on the length of the travel and the complexity of the tasks. Yeah, some area is remaining mystery but some place just so easy to walk in (big city or capital tend to better infrastructure than off beaten track). This is normal timeline for travel in 5 days somewhere in Laos (part-time not fully preparation) -Planning the route based on the map dan current situation 3-4 days -Searching budget flight and accommodation 1-3 weeks, if possible get the advanced booking -Activity and things to in details. 3 days including booking 1 week -Read and learn local info 1-2 weeks (it's up to you, if you just want to jump to the sightseeing bus and off). 4. Tips to start solo travel : First, ready for psychology barrier that sometimes put ourself in doubt. It's not material things but it's about how you build your own confidence. The challenge is knowing your ability to balance with so called unpredicted factors that could be occur during travel. Let's say : what should I do if someone rob my belonging or what I can do if I am getting lost. By realizing any possibility of problems and it's solution should bring peace in mind. You not have to planning everything in details, but using common sense and how-to attitude, I think everybody should be able to cope with fear or over-excitement. Once you passed this barrier, you will surprisingly easy to do next solo travel. Second, grab the correct information. I said 'correct' can be translate as 'official information' above gossip or hear'nsay. So many online forum there that need to check and recheck, guide books that out of date or just miss match information. In this jungle of virtual information we have to have a lead to drive us in the right way. The destination information design to lure tourist. They can be full of persuasive language that their place is the best in the world. But all of those is up to your judgment. We're also have to prepare to bad side of travel and accept it as the part of travel itself. We never hope to have honeymoon trip all the time :) Third, adjust quickly. I mean everything. From foods, time difference, language, cultural, or even behavior or daily customs. The key to survive hassle is try to get to know local, read about them or even learn the language just for the sake of easy conversation. The local people is your asset if something bad happen to you. Your attitude towards them reflects the relation itself. Four, map map map. Sorry to say that but the key to better travel is knowing where you are. Map is the key to access many useful info such as : accommodation, transport, food etc. Most important is know HOW TO READ map, it can be paper based or GPS. All the planning stage always very useful with map on hand. How to prepare day tour, moving around or choosing places to stay. Ambar Briastuti www.ceritaambar. com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking. Photography. [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- ------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indoback packer.com atau bisa juga di http://www.backpack er-indonesia. info/ Silakan membuka arsip milis http://groups. yahoo.com/ group/indobackpa cker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat bandwidth. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : - Satu email perhari: indobackpacker- [EMAIL PROTECTED] ps.com - No-email/web only: indobackpacker- [EMAIL PROTECTED] ps.com - menerima email: indobackpacker- [EMAIL PROTECTED] ps.com - berhenti dari milist kirim email kosong : indobackpacker- unsubscribe@ yahoogroups. com - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : indobackpacker- subscribe@ yahoogroups. comYahoo! Groups Links DyStar Confidentiality Notice: This message and any attachments are confidential and intended only for use by the recipient named above. Unauthorized disclosure, distribution or copying of this communication and the information contained in it is strictly prohibited. If you are not the intended recipient, please notify us immediately and delete the message and any attachments. Thank you. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat bandwidth. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : - Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] - No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] - menerima email: [EMAIL PROTECTED] - berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Groups Links -- Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.446 / Virus Database: 270.8.1/733 - Release Date: 10/15/2008 12:00 AM
