saya punya pengalaman e ticket tetapi bukan dari low cost carrier yang benar2 hanya selembar kertasnya juga dorslag /tipis itu
ticket pertama, swiss air, hanya setengah halaman, hadiah menang secretary gathering, ketika dapat ticket benernya ; hah seperti ini ? koq nggak ada amplopnya yang berwarna warni kedutaan bisa terima nggak ? ini e- ticket...blok...kata teman, loe sih gaptek sekalian out of date person kedutaan terima aja..tanpa tanya ini itu.. ( sepertinya kejadian ini 10 tahun lalu) yang ke dua emirates...selembar lagi dan beli di travel agent langganan ( aku suprised lagi----selembar dan begitu sederhananya) Lihat Mona, ticketnya....aku kasih aja ooh...udah e ticket ya ( itu 5 tahun lalu) jadi kaget juga ketika download e ticketnya AA dan Lion..berlembar-lembar sekaligus dengan peraturannya. pmm On 5/3/10, Ambar Briastuti <[email protected]> wrote: > > > > Dear teman-teman IBP, > > Jaman budget flight gini udah lazim banget memakai e-tiket atau tiket > elektronik. Yaitu tiket yang dikirimkan ketika kita memesan tiket > pesawat lewat online ditandai dengan nomor referensi dan kode batang > (bar code) yang dikirim via email ataupun lewat print dari pemesanan. > > Suka duka dengan tiket elektronik ini lumayan unik. Saya pernah > dicegat sekuriti dipintu bandara ngga boleh masuk karena tiket print > out yang nampak tidak meyakinkan (era LCC Asia belum sepopuler > sekarang, seingat saya sekitar 5 tahun yang lalu. maskapai: valuair > sebelum diakusisi Jetstar). Dari print out yang robek, rusak yang > membuat bagian cek-in memandang curiga.Atau sempat ditertawakan orang > ketika menunjukkan tiket yang hanya selembar kertas hitam putih. > "Emangnya itu tiket beneran mbak?" tanyanya seakan ngeles. > > Nah mungkin teman-teman punya pengalaman suka duka yang bisa dibagikan > bersama disini. Entah penerbangan dalam negeri ataupun luar negeri. > Ohya akan lebih fokus jika penerbangan ini bersifat LCC (low cost > carrier) alias budget flight. Menurut Wiki, yang termasuk LCC di > Indonesia adalah Indonesia AirAsia, Lion Air, Mandala Airlines, > Batavia Air, Citilink. Sedangkan yang setingakat Asia Tenggara/Pasifik > seperti Jetstar, Airasia, Tiger, Cebu Pacific, Nok Air, One-Two-GO > Airlines dll. Daftar lengkapnya silakan dilihat disini: > http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_low-cost_airlines > > Lantas apakah etiket ini lebih menguntungkan dibanding tiket 'biasa'? > benarkah e-tiket dipandang sebelah mata ketika apply visa ke luar > negeri? susah ngga sih secara teknis mencetak sendiri? > > Seperti biasa kisah teman-teman akan dirangkum pada akhir diskusi. > Thanks banget atas berbagi pengalamannya. > > Salam, > Ambar > salah satu moderator IBP > > [Non-text portions of this message have been removed]
