Dear Mba Ambar,

Saya mau sharing tentang pengalaman dgn e-tiket.
Walaupun sy jarang bepergian dengan pesawat tapi sering booking tiket kalau 
atasan sy  berangkat.
Pernah beli tiket udah kepepet waktunya mau berangkat dan karena tiketnya 
e-tiket jadi kadang2 atasan sy ngga bawa hardcopy tiketnya tapi cm bacakan kode 
booking nya aja. Kadang2 saya deg2an jg sih takutnya kenapa2 dgn 
e-tiketnya,tapi selama ini lancar2 aja ngga ada masalah.
Untungnya pake e-tiket kalau udah mepet wktunya dan ngga sempat ngeprint 
tiketnya jadi ngga masalah walaupun kita ngga pegang tiketnya. Tapi kalau masih 
sempat ngeprint tiketnya tetap pake tiket yg di print.Apalagi ada maskapai yg 
hrs bawa tiketnya kalo mau bepergian karna blm ada sistem e-tiket.

Jadi e-tiket itu sebenarnya sangat membantu sekali selain hemat kertas karna 
ngga perlu di print cukup sebut kode flightnya doang. Walaupun untuk flight 
tertentu tiketnya harus dibawa.

Thank u
Best Regards,
Mona


--- Pada Sen, 3/5/10, Ambar Briastuti <[email protected]> menulis:

Dari: Ambar Briastuti <[email protected]>
Judul: [indobackpacker] suka duka dengan e-tiket
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 3 Mei, 2010, 1:16 PM







 



  


    
      
      
      Dear teman-teman IBP,



Jaman budget flight gini udah lazim banget memakai e-tiket atau tiket

elektronik. Yaitu tiket yang dikirimkan ketika kita memesan tiket

pesawat lewat online ditandai dengan nomor referensi dan kode batang

(bar code) yang dikirim via email ataupun lewat print dari pemesanan.



Suka duka dengan tiket elektronik ini lumayan unik. Saya pernah

dicegat sekuriti dipintu bandara ngga boleh masuk karena tiket print

out yang nampak tidak meyakinkan (era LCC Asia belum sepopuler

sekarang, seingat saya sekitar 5 tahun yang lalu. maskapai: valuair

sebelum diakusisi Jetstar). Dari print out yang robek, rusak yang

membuat bagian cek-in memandang curiga.Atau sempat ditertawakan orang

ketika menunjukkan tiket yang hanya selembar kertas hitam putih.

"Emangnya itu tiket beneran mbak?" tanyanya seakan ngeles.



Nah mungkin teman-teman punya pengalaman suka duka yang bisa dibagikan

bersama disini. Entah penerbangan dalam negeri ataupun luar negeri.

Ohya akan lebih fokus jika penerbangan ini bersifat LCC (low cost

carrier) alias budget flight. Menurut Wiki, yang termasuk LCC di

Indonesia adalah Indonesia AirAsia, Lion Air, Mandala Airlines,

Batavia Air, Citilink. Sedangkan yang setingakat Asia Tenggara/Pasifik

seperti Jetstar, Airasia, Tiger, Cebu Pacific, Nok Air, One-Two-GO

Airlines dll. Daftar lengkapnya silakan dilihat disini:

http://en.wikipedia .org/wiki/ List_of_low- cost_airlines



Lantas apakah etiket ini lebih menguntungkan dibanding tiket 'biasa'?

benarkah e-tiket dipandang sebelah mata ketika apply visa ke luar

negeri? susah ngga sih secara teknis mencetak sendiri?



Seperti biasa kisah teman-teman akan dirangkum pada akhir diskusi.

Thanks banget atas berbagi pengalamannya.



Salam,

Ambar

salah satu moderator IBP



    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke