eticket, bagiku menyenangkan dan ramah lingkungan,praktis pula, aman disimpan karena digital.
sekalipun ada yang dicetak itu biasanya hanya 1/4 halaman dan tidak perlu kertas warna2 dan berlembar2 halaman, jadi hemat pewarnaan dan hemat kertas. Spt case AirAsia/JetStar/etc dia emang kirim berlembar2 dengan aturan sejelas2nya, itu bagus menurutku, toh yang kita print kan sebenernya hanya halaman pertama saja. (jangan diprint semua dong....kita yang mesti smart hehehe...). Yang salah kadang kita tidak membacanya aturan itu sehingga suka menyesal, udah beli dan gak pas mau ganti hari...eh kena bayar lebih tinggi, laiyalahhh la wong diaturannya sudah ada kok:) So baca dulu baru beli...toh kita sudah mesti click bagian agreement sebelum bayar ya kan? eticket adalah tuntutan dari keadaan penyelamatan lingkungan, pemakaian kertas mesti direduce, coba aja tagihan ponsel/kredit kad juga dah pakai digital kan...so eticket is smart way. Kita dan semua petugas yang harus mengubah pandangan, semua ada awalan abies itu ya biasa saja. Nuwun. salam, WahyuHandoko.blogspot. com _____ __ From: Ambar Briastuti <ambar.briastuti@ gmail.com> To: indobackpacker@ yahoogroups. com Sent: Mon, May 3, 2010 8:16:52 AM Subject: [indobackpacker] suka duka dengan e-tiket Dear teman-teman IBP, Jaman budget flight gini udah lazim banget memakai e-tiket atau tiket elektronik. Yaitu tiket yang dikirimkan ketika kita memesan tiket pesawat lewat online ditandai dengan nomor referensi dan kode batang (bar code) yang dikirim via email ataupun lewat print dari pemesanan. Suka duka dengan tiket elektronik ini lumayan unik. Saya pernah dicegat sekuriti dipintu bandara ngga boleh masuk karena tiket print out yang nampak tidak meyakinkan (era LCC Asia belum sepopuler sekarang, seingat saya sekitar 5 tahun yang lalu. maskapai: valuair sebelum diakusisi Jetstar). Dari print out yang robek, rusak yang membuat bagian cek-in memandang curiga.Atau sempat ditertawakan orang ketika menunjukkan tiket yang hanya selembar kertas hitam putih. "Emangnya itu tiket beneran mbak?" tanyanya seakan ngeles. Nah mungkin teman-teman punya pengalaman suka duka yang bisa dibagikan bersama disini. Entah penerbangan dalam negeri ataupun luar negeri. Ohya akan lebih fokus jika penerbangan ini bersifat LCC (low cost carrier) alias budget flight. Menurut Wiki, yang termasuk LCC di Indonesia adalah Indonesia AirAsia, Lion Air, Mandala Airlines, Batavia Air, Citilink. Sedangkan yang setingakat Asia Tenggara/Pasifik seperti Jetstar, Airasia, Tiger, Cebu Pacific, Nok Air, One-Two-GO Airlines dll. Daftar lengkapnya silakan dilihat disini: http://en.wikipedia .org/wiki/ List_of_low- cost_airlines Lantas apakah etiket ini lebih menguntungkan dibanding tiket 'biasa'? benarkah e-tiket dipandang sebelah mata ketika apply visa ke luar negeri? susah ngga sih secara teknis mencetak sendiri? Seperti biasa kisah teman-teman akan dirangkum pada akhir diskusi. Thanks banget atas berbagi pengalamannya. Salam, Ambar salah satu moderator IBP [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
