Hi Mbak Ambar, Ikutan share, waktu aku mulai terbang dengan Low Cost Carrier e-ticket sudah mulai dipakai oleh Luthfansa dan SQ. e-ticket yang pertama aku dapet yaitu beli buat Boss Aku. Dia sampe berulang kali menanyakan ke Aku bener bisa terbang cukup dengan menunjukan tiket ini aja? Berhubung dia orang tua jadi perlu assurance berulang kali. Untung penerbangannya berhasil dengan mudah dia beradaptasi. apalagi aku bilang ke Boss bedanya $20 antara e-ticket & ticket biasa dia langsung setuju.
Pertama kali terbang dengan e-ticket pakai Air Asia. Tiket Air Asia total kalau di print ada 6 Lembar berikut T&C. Pertama kali terbang semua lembaran e-ticket di print semua sebesar A4 pakai kertas baru. Tapi karena udah bulak balik pakai e-ticket dan tahu mereka cuma butuh lembar pertama aja. Jadinya aku cukup ngeprint 2 lembar pertama dikecilkan agar muat di kertas A4 dan pakai kertas bekas (Save the earth) e-ticket lebih menguntungan aku jawab IYA. soalanya sempet aku kehilangan bundle e-ticket aku waktu travelling. Yang ada aku cukup keluarin spare e-ticket yang memang aku taru di koper just incase kehilangan. tokh kalau memang ilang tinggal di print ulang download dari email. Simple dan praktis. Kalau enggak pakai e-ticket kebayang ribetnya ngurus tikcet ilang Untuk ngeprintt gampang banget asal disupport sama Adobe reader bisa ngeprint dimana aja. Ada cerita lucu: temen aku lupa untuk nge-print e-ticketnya karena buru-buru dari kantor ke bandara. Pas mau check in dia baru inget kalau tiketnya belum ke print. Modal code booking bagi petugas checkinnya tidak mencukupi. akhirnya sebagai bukti dia buka email buka tikcetnya dan menunjukan via layar monitor laptop nunjukin bener kalo dia udah dapet e-ticetnya :) Menurut aku karena e-ticket sudah lazim enggak harus LCC yang menggunakan e-ticket penerbangan besar juga pakai e-ticket jadi no problem sepertinya untuk e-ticket ini. Cheers Ine
