Muhammad Musrofi wrote:

Dosen saya dulu (Pak Frans Mardi Hartanto) bercerita kira-kira begini,"Saya melihat tukang pande besi..kepanasan..keringatan..tetapi tetap saja bekerja. Saya akan bekerja lebih keras dari dia, dengan cara berbeda." Si Tukang pande besi itu telah memberi dampak nyata = memberi semangat satu orang dosen. Lalu beliau bercerita ke para mahasiswa soal pande besi itu, lalu entah berapa persen dari puluhan mahasiswa itu yang mengikuti pola pikir seperti beliau itu.. Andai saja beliau pada tahun berikutnya juga bercerita tentang si Pande Besi itu kepada para mahasiswanya, lalu entah berapa persen dari puluhan mahasiswa yang terpengaruh...seterusnya.. Maka si Tukang Pande Besi itu telah bermanfaat bagi dirinya senidri, bagi anak isteri, bagi majikannya, dan bagi seorang dosen, dan bagi puluhan mahasiswa... Mungkin karena si Tukang Pande Besi itu ikhlas ya..wah gimana ngukur ikhlas...? Seorang dosen ITB juga (maaf saya lupa namanya, karena waktu itu mengisi pengajian)..bercerita hubungan antara keikhlasan dengan impact... Beliau memberi contoh nilai keikhlasan seorang Siti Hajar..apa sih amal Siti Hajar, sehingga beliau diberi balasan yang amat besar oleh Allah SWT (melalui Siti Hajar-lah muncul Nabi Muhammad SAW) dan tindakannya sampai sekarang dikenang dan ditiru (lari-lari kecil bolak-balik 7 kali Shafa-Marwah sewaktu orang berhaji) oleh ratusan juta atau milyaran orang (kalau dihitung dari 1.500 tahun yang lalu, sudah berapa orang yang mengenang dan meniru tindakan Siti Hajar itu ya?)..amal Siti Hajar hanyalah mencari seteguk air minum untuk anaknya (Nabi Ismail)..tetapi karena Siti Hajar ikhlas (begitu menurut si pengisi pengajian itu), maka Allah SWT memberikan balasan yang amat besar itu.. Beberapa hari lalu di metro TV, di Kick Andy, Bob Sadino ditanya kira-kira begini,"Apa kiatnya sudah berumur 73 tahun masih tetap energik..?" Bob Sadino menjawa,"Hanya satu..hanya satu..ikhlas..ikhlas..!" Ikhlas = asing saat ini ya? MM

Betul , orang sekarang sering mau ngetop :-) , pingin di akui (padahal gak ada apa apanya) karena itu Islam mengajarkan orang untuk ikhlas , tawakkal , dan amal jariyah ...
itu semua satu rangkaian ...

Mudah mudahan kita selalu di ingatkan ALlah SWT agar tidak riya' , pingin ngetop , pingin di akui , pingin2 yang lain :-)) ada banyak cerita pande besi tersebut dan kadang sering saya dapatkan cerita-cerita seperti cerita diatas , macam penjual makanan di sekitar ITB yang 'tidak menaikkan' harga makanan juwalan nya hanya karena tidak ingin menambah beban misalnya mahasiswa ITB :-) ......dia berjualan nasi lengkap Rp 4500 walaupun untung nya makin hari makin tipis .... dia tidak memikirkan diri sendiri , tapi memikirkan dampak naiknya harga jual makanan nya walaupun untuk itu dia harus terus mengurangi keuntungan nya ... saya sangat respect terhadap orang-orang seperti mereka ini ...mereka telah berbuat banyak amal dengan dampak/impact yg besar tanpa perlu gembar gembor ada banyak cerita seperti ini yang bisa kita ambil pelajaran , salah satunya ada disini
http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Hendrini-dan-Orang-orang-Terbuang-29.htmlhttp://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Hendrini-dan-Orang-orang-Terbuang-29.html
rasanya kalau melihat perjuangan mereka , kita kita ini tidak ada apa apanya ...



--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke