Melihat discourse dan interest memang menarik, tapi dalam pembuatan kebijakan akan cukup bermasalah... Bagaimana 'pemetaan' antara apa yang diungkapkan dalam seminar mengenai peran, kepentingan bisa berlaku ketika tiap orang yang mengikuti seminar tersebut kembali ke instansi masing-masing.
Studi kasus open source menjadi menarik... Beberapa kutipan yang mengenai free software/open source Richard Stallman: I could have made money this way, and perhaps amused myself writing code. But I knew that at the end of my career, I would look back on years of building walls to divide people, and feel I had spent my life making the world a worse place. Nilai-nilai etis yang dianut oleh para hacker adalah sebagai berikut (Wikipedia): - Akses ke komputer—dan apapun yang mampu mengajarkan Anda mengenai bagaimana dunia ini berjalan—harus tidak terbatas dan menyeluruh/total. Singkarkan tangan-tangan imperatif. - Semua informasi harus gratis. - Kepercayaan yang salah pada bentuk otoritas—dukung desentralisasi. - Hacker harus dinilai dari produk mereka(hacking), tidak dari kriteria-kriteria semisal gelar, usia, suku maupun kedudukan. - Anda bisa menciptakan keindahan dari komputer. Disaat yang sama pemerintah juga mengembangkan open source dalam rangka penghematan dan UU mengenai hak cipta... Bagaimana perbedaan 'motivasi' bisa bersinergi dengan 'musuh bersama' proprietary system? salam, yuti 2008/6/5 Adi Indrayanto <[EMAIL PROTECTED]>: > Sederhana sebenarnya ... itu bisa mandiri ... kalau jelas ada > manfaatnya bagi si pelaku. Ujungnya "self-interest". Manfaat ini tidak > melulu bersifat materi tapi bisa non-materi yang dalam nilai2nya. > Misal kegiatan terkait dgn keagamaan ... itu malah sering mengeluarkan > uang ... tapi karena ada "interest" dari para pelakunya ... itu bisa > dilakukan ... > > Jadi ... pertama yang perlu di "identifikasi" adalah ... hal2 apa saja > yang dapat menjadi "interest" dari calon pelakunya. Kalau uang, ya > musti terlihat ada manfaat uang disitu (investasi bisa kembali). Kalau > recognition (penghargaan), ya musti terlihat ada penghargaan yang bisa > didapat. Kalau perbaikan kinerja (misal proses efisiensi), ya musti > terlihat apakah efisiensi ini bisa tercapai. > > Bisa diamati pada misalnya ... kelompok pengembang open source > software ... di negara maju (bukan di negara berkembang yang lebih > banyak disisi pengguna). Kalau dipikir-pikir ... untuk apa para > programmer ini membuang waktu mengerjakan sesuatu yang nantinya > dilempar ke publik tanpa adanya "imbalan" secara langsung? Apakah > mereka ini semua altruist? ;-) > > > salam, > > -ai- > > > > 2008/6/5 yuti ariani <[EMAIL PROTECTED]>: > >> sosialis dan Amerika yang liberal. Dalam kasus Indonesia, batas-batas >> apa yang diperlukan agar sebuah program yang diinisiasi bisa mandiri >> (memiliki kesadaran sendiri), tidak by order atau by charity... >> >> salam, >> yuti >> > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
