Sederhana sebenarnya ... itu bisa mandiri ... kalau jelas ada
manfaatnya bagi si pelaku. Ujungnya "self-interest". Manfaat ini tidak
melulu bersifat materi tapi bisa non-materi yang dalam nilai2nya.
Misal kegiatan terkait dgn keagamaan ... itu malah sering mengeluarkan
uang ... tapi karena ada "interest" dari para pelakunya ... itu bisa
dilakukan ...

Jadi ... pertama yang perlu di "identifikasi" adalah ... hal2 apa saja
yang dapat menjadi "interest" dari calon pelakunya.  Kalau uang, ya
musti terlihat ada manfaat uang disitu (investasi bisa kembali). Kalau
recognition (penghargaan), ya musti terlihat ada penghargaan yang bisa
didapat. Kalau perbaikan kinerja (misal proses efisiensi), ya musti
terlihat apakah efisiensi ini bisa tercapai.

Bisa diamati pada misalnya ... kelompok pengembang open source
software ... di negara maju (bukan di negara berkembang yang lebih
banyak disisi pengguna). Kalau dipikir-pikir ... untuk apa para
programmer ini membuang waktu mengerjakan sesuatu yang nantinya
dilempar ke publik tanpa adanya "imbalan" secara langsung?  Apakah
mereka ini semua altruist? ;-)


salam,

-ai-



2008/6/5 yuti ariani <[EMAIL PROTECTED]>:

> sosialis dan Amerika yang liberal. Dalam kasus Indonesia, batas-batas
> apa yang diperlukan agar sebuah program yang diinisiasi bisa mandiri
> (memiliki kesadaran sendiri), tidak by order atau by charity...
>
> salam,
> yuti
>

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke