Kalau masuk domain wacana nanti diprotes sama mas moderator :) jadi
saya akan ambil contoh kasus saja.

Pekerjaan saya sekarang di bidang kebijakan. Salah satu upaya untuk
meningkatkan jejaring di antara lembaga litbang adalah dengan membuat
Open Method of Coordination (OMC) yaitu semacam database raksasa untuk
menampung informasi mengenai hasil riset Indonesia dan menjadi sarana
untuk sharing data. OMC ini sudah berhasil diterapkan di Uni Eropa.

Pertanyaannya: apakah cara ini berhasil diterapkan di Indonesia?
Asumsi jawaban adalah ya (karena sudah menjadi salah satu program
Ristek), selanjutnya apa yang harus dilakukan oleh orang Ristek?
Secara konsep, OMC didesain sebagai sebuah wadah open dengan
keanggotaan bersifat sukarela. Namun untuk tahap awal, Ristek
pendekataannya adalah dengan sistem komando. Untuk skala
multiregional, Uni Eropa juga tengah mengerjakan sistem database Uni
Eropa-Asia. Kalau yang ini permintaan datanya benar-benar sukarela.

Dengan asumsi tiap orang akan menuju kepada sesuatu yang tersistem,
alih-alih melakukan sesuatu secara sendiri-sendiri maka ia akan
memilih ikut dalam sistem yang telah ada. Namun dengan kondisi awal
yang tidak sama, baik sosio maupun teknis, mungkin perlu ada usaha
khusus. Usaha khusus ini dikenal juga dengan nama affirmative action:
seperti perlakuan khusus untuk kaum minoritas, perempuan, orang dari
dunia ketiga (as if ada berbagai macam dunia), dll.

Merujuk pada fenomena alam, self-reference, self-organize, autopoiesis
memang menjadi menarik... (mungkin malah keterusan mempertanyakan:
apakah evolusi mempunyai tujuan, fenomena disipatif dll) tapi
bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam manajemen, khususnya
kebijakan. Batas-batas apa yang menyebabkan diperlukan perlakuan
khusus dan mana yang tidak. Dalam hal menyikapi terbuka atau tertutup
juga tampak ada perbedaan yang menonjol antara Eropa yang cenderung
sosialis dan Amerika yang liberal. Dalam kasus Indonesia, batas-batas
apa yang diperlukan agar sebuah program yang diinisiasi bisa mandiri
(memiliki kesadaran sendiri), tidak by order atau by charity...

salam,
yuti

2008/6/5 Adi Indrayanto <[EMAIL PROTECTED]>:
> Di alam ada fenomena yang namanya "self-organizing".  Binatang
> melakukan itu, sel2 tubuh manusia melakukan itu juga, otak kita
> melakukan itu. Apakah mereka diajarkan?  Mungkin "diajarkan" oleh
> Tuhan (bagi yang theis), atau "diajarkan" oleh Mother-Nature (bagi
> yang atheis). Atau mungkin disebut sebagai "instinct".
>
> salam,
>
> -ai-
>
>
> 2008/6/4 Harlizon MBAu <[EMAIL PROTECTED]>:
>> On 6/1/08, yuti ariani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>>> Apakah definisi karya nyata yang disepakati diperlukan?
>>>
>>>  Kalau mau menggunakan pendekatan relatif bagi karya nyata, semuanya
>>>  kemudian akan menjadi terlalu personal, aka divergen. Pertanyaannya
>>>  mungkin, apakah sosial harus by design atau manusia akan dengan
>>>  sendirinya menuju keteraturan?
>>>
>>>  salam,
>>>
>>> yuti
>>
>> Pertanyaan yang pertama kali perlu dijawab barangkali adalah, apakah
>> "sistem sosial" makin lama makin "teratur?"" Jika jawabannya selalu
>> "ya", barangkali memang tidak perlu by design". Jika jawabannya ada
>> yang "tidak", pertanyaan lebih lanjut adalah, "Kenapa ada yang
>> "semakin tidak "teratur"?"
>>
>> Pertanyaannya barangkali dapat dijawab dengan jawaban dari pertanyaan
>> untuk contoh yang lebih kecil Bu Yuti, "Apakah anak-anak Ibu bisa
>> teratur sendiri tanpa diberitahu/diajarkan hal yang teratur?" Atau,
>> "apakah mereka lebih cepat teratur jika dibiarkan atau diajarkan yang
>> teratur?"
>>
>> Salam Z
>>
>> --
>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan 
>> akhirat.
>>
>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>
>
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke