Karena itu ada forum Ulama, ada MUI ada Rabithah Alam Al Islami (skup dunia) dll, bahkan beberapa organisasi muslim terbesar di Indonesia seperti NU,MUHAMMADIYAH, pasti ada yg namanya komisi fatwa yg tujuannya apa? ya kasih fatwa yg jelas & tegas mengenai hukum2 agama Islam, mana yg halal mana yg haram, mana yg sudah dikategorikan sesat atau mana yg masih dalam toleransi, setau saya kalo dalam masalah akidah itu room utk "toleransi"jauh lebih sedikit dari masalah ibadah & kemasyarakatan.
jadi sekali lagi yg mengeluarkan fatwa sesat atau tidak itu bukan sembarang orang yg baru belajar ngaji kemaren sore, yg jadi masalah ini umaro (pemerintah) tidak tanggap pada rekomendasi para Ulama (melalui MUI-nya) malah mendelay keluarnya UU contoh2 yg anda sebut sama sekali bukannlah Islam yg ideal,jgn selalu terperangkap oleh arabisasi, islam memang lahir ditanah arab tapi arab atau kelakuan org arab tidak selalu identik dengan Islam. Sebagai seorang cendikiawan seharusnya anda tidak terperangkap oleh pandangan "sempit" seperti itu, anda punya WAKTU byk utk mendalami keilmuaan DUNIAWI anda sampai ke taraf profesional spt sekarang. Tapi apakah anda punya waktu yg cukup utk memahami islam secara menyeluruh? tidak hanya bisa menggeneralisir spt pandangan dibawah? (ini juga tamparan keras utk saya selama ini hanya ngejar duniawi saja,ingat salah satu tanda kiamat adalah ilmu agama mulai diangkat dari umat dg meninggalnya byk ulama besar, dan sdikir skali generasai penerus yg mendalami agama secara benar) Saya kasih ilustrasi nih, Jika anda tinggal di daerah dg tingkat kriminalitas tinggi, kebetulan baru beli mobil pula, saat mau parkir mobil apakah anda berani berfikir utk tidak menguncinya? haha yg ada bisa jadi kalo anda punya fulus lebih, bukan hanya mengunci tapi pula menyewa petugas keamanan kelas wahid utk menjaga mobil anda. Kenapa begitu? bukankah anda harusnya yakin dg tidak mengunci mobil, anda toh bisa berdoa bahwa ALLAH SWT akan menjaga mobil anda?? Sekarang ini Agama anda sendiri yg akan jadi bekal anda hidup kekal di akherat kelak (mudah2an anda yakini itu) tiba2 di nista/dirusak secara akidah, eh anda dengan SANTAInya bilang "tenang2 saudara2, Islam itu mulia tidak akan ternoda oleh "sekte2" apapun, Pun oleh penghinaan yang keluar dari mulut manusia. Islam, as it is." Wow ruarrr biasa..smoga anda bisa mengucapkan kata2 yg sama dihari kesaksian kelak dimana hati nurani anda tak bisa berbohong lagi mengapa anda tidak berusaha membela agama yg dibawa Rasulullah SAW, tapi merengek-rengek meminta syafaatnya :) Just my two-dirhams Geo --- On Sun, 6/8/08, fau swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: fau swasono <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [indonesia] Re: Renungan : Sikap Adil kepada FPI, AKKBB dan Ahmadiyah > To: [email protected] > Date: Sunday, June 8, 2008, 3:39 AM > Saya tidak bertendensi menjawab langsung, tapi cuma ingin > share satu > pengalaman saja: > > Saya muslim yang tinggal di Tokyo selama 6 tahun. Saya > tidak pernah diganggu > dalam beribadah. Tidak pula dikafir2kan. > Saya tidak terbayang jika mayoritas penduduk Jepang > bersikap memonopoli > kebenaran (versi mereka) sehingga kaum minoritas seperti > saya akan mengalami > marjinalisasi atau penindasan. > > Mengutip imel Mas Adi Indrayanto, kalau kita merasa bahwa > hanya kita yang > berhak memberi stempel ini benar itu sesat, maka jadilah > seperti sekarang > ini. Hobi berantem, karena memaksakan kebenaran versi > golongan saya. > > Sayangnya nama Islam itu biasanya *dipatenkan* oleh > golongan yang memegang > kekuasaan. Susahnya kita tidak bisa bertanya langsung pada > Allah siapa yang > berhak atau tidak berhak mengklaim Islam. Adanya juga > adalah tafsir yang > bisa jadi multi. Lagi2 berantem di tataran tafsir. > Zaman Saddam berkuasa, Islam syiah ditindas di Irak. > Sekarang, pertempuran > antara sunni dan syiah memakan korban lebih banyak daripada > saat invasi > Amerika. > Seandainya kita tinggal di negara yang mayoritas penganut > Ahmadiyyah > (seandainya), apakah kita akan menerima kalau kita dibilang > kafir dan > disuruh keluar dari Islam? > > Menurut saya, Islam itu mulia dan tidak akan ternoda oleh > "sekte2" apapun. > Pun oleh penghinaan yang keluar dari mulut manusia. Islam, > as it is. > > Just my two-yen. > > salam, > > fau > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
