Bang Binsar, Saya juga sama sedihnya seperti anda. BTW, orang seprti anda ini sedkarang harus dilestarikan, karena arang langka.
Tatang H S --- On Mon, 9/6/08, Binsar Simangunsong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Binsar Simangunsong <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indonesia] Re: Renungan : Sikap Adil kepada FPI, AKKBB dan Ahmadiyah To: [email protected] Date: Monday, 9 June, 2008, 6:04 PM Saya sedih juga liat negara ini. masih jauh lebih banyak hal yang harus di benahi, justru kita berbuat hal-hal yang kontra produktif. Kalau seseorang/suatu kelompok kita anggap sesat, tapi orang/kelompok itu tenang-tenang aja, ngga ganggu sana-sini, lalu karena kita beranggapan agama kita paling benar, yang sesat itu harus ditumpas ? Sesat itu konotasinya (kalau tidak salah) adalah pemeluknya nantinya masuk neraka, betul begitu ? Lha kalau mereka (yang kita anggap sesat) tenang-tenang saja, walaupun kita anggap mereka nanti masuk neraka, dan mereka tidak mengganggu kita, kenapa kita malah yang mengganggu mereka ? Ngga diapa-apain toh mereka juga akan masuk neraka (bila kita aggap mereka sesat) Ada kata-kata bijak yang mengatakan, Kebenaran itu tidak perlu dibela. Kalau sesuatu sudah benar, mau diapain juga tetap saja benar. (kecuali dibawa ke Gedung bundar... <:-|) Susahnya kita sering mengatai seseorang kafir ! lha, kalau seseorang itu "kafir" menurut kita, apa harus dibunuh ? dipukuli ? "disadarkan" ? Kalau Nabi Muhammad mengajarkan untuk bisa menerima perbedaan (seperti email dibawah) kenapa yang merasa pengikutnya tidak mencontoh apa yang diperbuat oleh Nabi Muhammad ? Kita malah memukuli, merusak, membakari rumah ibadah mereka. Yang kafir siapa ? Saya pikir permasalahannya adalah the way of thinking. Makanya pendidikan itu sangat penting. Cerita Adi di Inggris atau Fau di Jepang itu 2 contoh cerita bagaimana masyarakat (yang sudah berpikiran lebih maju) untuk menyikapi persoalan agama. Inggris mayoritas Katolik, Jepang mayoritas Shinto (?) Jadi perlu sekali kita memajukan pendidikan. Saya lebih setuju pendidikan agama itu diberikan tanggung jawabnya kepada Mesjid, Gereja, Kelenteng, Kuil. dan yang paling utama mempunyai tanggung jawab moral mengajarkan agama adalah kita sebagai orang tua. Sekolah terbukti tidak efektif mengajarkan A-Gamos (tidak kacau) yang ada malah Gamos nya sendiri. Bagaimana caranya menurunkan BPP(Biaya Pokok Produksi) PLN (yang saya tau, sangat bisa) Bagaimana menurunkan distribution cost Pertamina Bagaimana meningkatkan produksi gas (yang masih banyak) Bagaimana membuat sistem procurement yang KKN Proof (pasti bisa), masalahnya mau atau ngga Hal diatas baru 4 point, tapi kalau itu sudah bisa kita atasi, pendapatan per capita akan naik. negara ini akan lebih baik. Lebih banyak uang negara untuk membuat sekolah murah. dan lebih banyak orang Indonesia yang lebih pintar dari sekarang. bagus juga tuh iklan di TV. Bangkit itu AKU, untuk Indonesiaku salam Indonesia. Binsar At 04:41 PM 6/9/2008, you wrote: >Ah biar saja ... itu logika saya. Anda setuju silahkan ambil ... >enggak setuju silahkan cari logika sendiri ;-) > >Yg baik2 kita contoh ... bahkan Rasulullah juga pernah mengatakan ... >cari lah ilmu walaupun sampai ke Tiongkok. Lha Tiongkok itu muslim >atau kafir? :-p > >Tidak ada paksaan memahami. Kalau anda memahaminya demikian ... so be >it. Kuatkan saja pemahaman anda itu ... asal jangan paksa (apalagi dgn >ancaman) orang lain untuk sependapat. Saya juga tidak memaksa siapa2 >... . Ini pendapat saya ... yang baik2 datangnya dari Allah ... yang >buruk2 mungkin dari saya sendiri atau shaiton ;-) > > >Sudah ah ... aku jangan dipanggil2 lagi di topik ini ya ... . Diskusi >ini lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya ... > > >salam, > > >-ai- > > >2008/6/9 Dhita Yudhistira <[EMAIL PROTECTED]>: > > Lho Mas Adi, anda nggak bisa mengajukan logika gini. > > > > Artinya kan anda jadi tidak gigih membela agama anda karena pernah > > mendapatkan kebaikan orang kafir. Ana jadi lemah. Iman anda luntur. > > > > Atau mungkin itu adalah konspirasi orang asing, supaya anda terbujuk untuk > > mengakui 'superioritas' ajaran mereka. > > > > Pokoknya kalau membela Ahmadiyah itu tidak bela Islam. Sulit untuk memahami > > bahwa memang ada yang membela Ahmadiyah karena dari keyakinan hati yang > > paling dalam memang diyakini, bahwa itulah yang diajarkan oleh Islam. > > > > Buat saya pribadi nih ya, Islam yang seperti Ahmadiyah, dan Islam yang > > kerjaannya mukulin orang kayak FPI, itu sama-sama tidak Islam. Jadi bukan > > Ahmadiyah aja yang menyimpang. > > > > Tentang saya sendiri, ya mudah-mudahan saja Islam saya diterima oleh Allah. > > > > > > Adi Indrayanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Benar mas Fau. Kalau kita sudah pernah merasakan menjadi "minoritas" > > ... pada saat itu kita baru sadar bagaimana rasanya menjadi minoritas > > tersebut. Saya punya pengalaman serupa, 8 tahun di UK. Kondisi > > kehidupan umat Islam di sana mulai agak sedikit "kurang enak" semenjak > > terjadi pengeboman di London. Setelah saat itu, kita umat Islam di > > sana selalu dicurigai ... dan menjadi sasaran kalau ada hal2 yg > > terkait terorisme. Tapi untungnya, untuk tetap menjalankan ibadah, > > kita tetap bisa bebas karena dilindungi oleh UU di sana. Walaupun, > > kalau lagi jalan ... sering juga dihujat atau dilempari batu dan > > disebut sebagai teroris :-( Masyarakat yg berpendidikan rendahnya > > kurang lebih sama ... senang "menyiksa minoritas", tapi perlindungan > > HAM di sana sangat kuat dan konsisten ... bahkan dari warga yg lebih > > tinggi pendidikannya ... > > > > Lucunya, yang malah sering ribut sendiri itu umat Islamnya ... . > > Karena datang dari berbagai negara dgn "sekte" yang berbeda. Bahkan > > dalam menentukan hari Raya Iedul Fitri saja sudah sering tidak kompak > > ;-) > > > > Saya merasakan bagaimana tidak enaknya menjadi "umat yang > > terpinggirkan". Mungkin begitu rasanya pengikut Ahmadiyah di > > Indonesia. Saya usul, bagi rekan2 yang masih tetap keras berpendapat > > seperti layaknya FPI dan LKI, coba anda sekali2 hidup di negara lain > > sebagai minoritas. Kalau perlu hidup di negara yang mayoritasnya > > Ahmadiyah. Rasakan lah sendiri oleh rekan2 ... bagaimana kehidupan > > sebagai minoritas itu ... nanti baru sadar dan paham ... > > > > Lagi2 ada contoh dalam sejarah Rasulullah, saat beliau menjadi > > pemimpin di Madinah ... dimana berbagai agama lain bisa tetap > > menjalankan keyakinannya masing2. Kenapa contoh2 ini tidak diikuti ??? > > > > > > salam, > > > > -ai- > > > > > > > > 2008/6/8 fau swasono : > >> Saya tidak bertendensi menjawab langsung, tapi cuma ingin share satu > >> pengalaman saja: > >> > >> Saya muslim yang tinggal di Tokyo selama 6 tahun. Saya tidak pernah > >> diganggu > >> dalam beribadah. Tidak pula dikafir2kan. > >> Saya tidak terbayang jika mayoritas penduduk Jepang bersikap memonopoli > >> kebenaran (versi mereka) sehingga kaum minoritas seperti saya akan > >> mengalami > >> marjinalisasi atau penindasan. > >> > >> Mengutip imel Mas Adi Indrayanto, kalau kita merasa bahwa hanya kita yang > >> berhak memberi stempel ini benar itu sesat, maka jadilah seperti sekarang > >> ini. Hobi berantem, karena memaksakan kebenaran versi golongan saya. > >> > >> Sayangnya nama Islam itu biasanya *dipatenkan* oleh golongan yang memegang > >> kekuasaan. Susahnya kita tidak bisa bertanya langsung pada Allah siapa > >> yang > >> berhak atau tidak berhak mengklaim Islam. Adanya juga adalah tafsir yang > >> bisa jadi multi. Lagi2 berantem di tataran tafsir. > >> Zaman Saddam berkuasa, Islam syiah ditindas di Irak. Sekarang, pertempuran > >> antara sunni dan syiah memakan korban lebih banyak daripada saat invasi > >> Amerika. > >> Seandainya kita tinggal di negara yang mayoritas penganut Ahmadiyyah > >> (seandainya), apakah kita akan menerima kalau kita dibilang kafir dan > >> disuruh keluar dari Islam? > >> > >> Menurut saya, Islam itu mulia dan tidak akan ternoda oleh "sekte2" apapun. > >> Pun oleh penghinaan yang keluar dari mulut manusia. Islam, as it is. > >> > >> Just my two-yen. > >> > >> salam, > >> > >> fau > >> -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.0.0/1491 - Release Date: 6/9/2008 6:52 AM -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
