Dear Temans,
Lama2 diskusi tentang ini jadi sgt menyebalkan yah? lah wong sudah jelas2
AHMADIYAH melakukan penodaan/penistaan terhadap agama ISLAM kok masih dibela?
pake dikasih embel2 HAM dan kebebasan beragama lagi, isu mayoritas-minoritas
dlsb, ingat ngga kasusnya SALMAN RUSDHIE, KARIKATUR RASULULLAH SWT oleh
wartawan DENMARK,dll. utk kasus2 spt itu reaksi mayoritas umat islam relatif
seragam toh? (kecuali tentunya tokoh2 "nyleneh" yg masih bela mreka), knapa
kali ini reaksinya berbeda2 (padahal 90-95% aliran2/Mahzabs dalam Islam sudah
mengFatwa bahwa AHAMDIYAH ini sesat? inikah bukti kemenangan Ghawzul fikrinya
org2 kafir & munafikun? Naudzubillahi min Dzalik.
Terus terang saya sendiri merasa blumlah termasuk muslim yg taat, apalagi
kategori pemikir islam,hanya dapat menyampaikan sesuai dgn kapasitas keilmuan
yg sgt terbatas. tapi saat agama anda dinodai lalu anda hanya CENGENGESAN
apalagi MEMERANGI/MENGHUJAT orang2 yg berusaha menghentikan PENODAAN/PENISTAAN
agama tsb, gak kebayang ntar apa anda MASIH PUNYA MUKA saat bertemu ALLAH SWT &
minta syafaat dari RASULLULLAH SAW kelak di Akherat padahal anda mengaku
MUSLIM?
Benar bahwa ISLAM itu rahmatan lil Alamin, lembut & penuh kasih sayang kepada
sesama, jgnkan kepada sesama muslim, kepada orang non muslim yg toleran sejauh
tidak mengganggu ibadah & kehidupan kaum muslimin (dlm hadist disebut kafir
dzinmy) kita diwajibkan menjaganya dari ucapan maupun perbuatan yg dapat
menyakiti mereka. But kalo diri, keluarga apalagi Din (Agama) kita
diganggu/dinista/dinodai sbg muslim kita wajib tuh mencegah/memeranginya karena
itu dalam ISLAM ada 2 faktor yg tak terpisahkan yaitu Amar Ma'ruf (Menyeru pada
Kebaikan) & Nahi mungkar (Mencegah Kemungkaran). Nah Amar Maruf ini relatif
lebih gampang brur, byk temen2 muslim pandai melakukannya, resiko relatif
kecil, paling banter di ledek sok alim lah, "muna" lah dll. bahkan byk dai2
kondang kaya raya krn amar maruf ini.
But Nahi Munkar cuma sedikit yg punya nyali utk mencegahnya, krn resikonya
berat brurs kadang2 dipenjara, hilang harta benda, dimusuhin, bahkan ada yg
sampe korban nyawa..krn itu level keimanan dari Nahi Mungkar ini ada 3
tingkatan, yg paling tinggi adalah muslim yg berani mencegah kemungkaran dg
"tanganya" (bisa diartikan sesuai dg kekuasaan/jabatan yg di dibebankan
kepadanya), yg kedua menolak kemungkaran dg ucapannya (demo, tulisan dll) yg
ketiga dg hatinya (maksudnya dlm hari aja gitu, tatuut)dan yg ke tiga inilah
seLEMAH-LEMAHNYA Iman. Apa mau dicap ALLAH & RASUL Nya punya iman LEMAH? bagi
cowok jantan, dicap lemah syahwat aja malunya setengah mati toh? hehe
Nah, berkaitan dg mencegah kemungkaran dg "Tangan" ini,dalam pelaksanaannya
tiap individu menyesuaikan dg kapasitasnya masing2, bagi pejabat negara/wakil
rakyat yg gunakan "tangannya" utk merilis UU ttg AHMADIYAH secepatnya, bagi
temen2 muslim lulusan ITEBE pun layaknya punya langkah konkret melawan
penistaan ini sesuai dg kapasitas otaknya, mosok kalah kreatif sama rakyat RRC
yg bisa boikot produk UE (i.e Carrefour dll) saat Uni Eropa/Perancis mulai
campur tangan masalah TIBET? akibatnya UE nyerah tuh, minta maaf sama RRC.
Saya juga gak membenarkan kekerasan yg dilakukan Laskar Islam diMonas,but
seyogyanyapun kita berusaha memahami kapasitas mereka (byk yg bilang hanya
lulusan sd,smp tapi punya semangat kuat dlm membela agama ini) dan situasi
LAPANGAN saat itu yg penuh provokasi dari mulut2 busuk AKKBB plus rentetan
letupan pistol dari anggota AKKBB. Dan melalui forum ini saya tantang anda2
sekalian (terutama yg suka gelut di wisudaan) apa bisa menahan diri ngga kasih
bogem mentah ke kelompok jurusan lain saat telinga anda dibuat memerah oleh
kata2 kasar/makian dari jurusan lain tsb? padahal anda2 anak ITEBE toh? yg
katanya the best top 5% dari lulusan UMPTN? dan notabene pun yg dihina HANYA
anda pribadi atau kelompok/jurusan anda? Lha ini Agama anda dinista masih
santai wee, sungguh sangat mengenaskan.
Apa temen2 muslim sudah lupa sejarah peperangan utk menumpas kelompok nabi
palsu yg dipimpin Musailamah Al Kahzab dizaman Khulafaur Rasyidin? apa itu bisa
dikategorikan melanggar HAM dan kebebasan berpendapat ( versi Amerika kali ya?)
Kalau memang AHMADIYAH tidak berniat MENISTAKAN agama, sudah dari dulu mreka
harusnya menyetujui tawaran KELUAR dari AGAMA ISLAM. ( eh trus ada pertanyaan
NYLENEH gimana donk bakal susah buat KTP, kawin dlsb krn baru ada 6 agama yg
diakui NKRI, so What? Lalu krn alasan2 itu mreka dibiarkan terus menodai ISLAM?)
Akhirul Kalam, pesan saya utk teman2 muslim adalah, Jika tak bisa membela agama
anda, atau saudara2 yg membela akidah agama anda lebih baik DIAM sajalah, toh
ga masalah bagi Anda kalo saat ini masih termasuk lemah Iman (bisa jadi
termasuk saya), daripada anda berdiri disisi kaum sesat & munafikun dan harus
berhadap2an dg para mujahid.
Salam,
Geo
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt