Mungkin ada baiknya teman2 penganut dan yang lebih tahu ttg Ahmadiyah bisa ikut 
klarifikasi di sini.

Setahu saya, istilah 'rosul' ternyata berbeda makna antara agama satu dan agama 
yang lain. 

Kalau di Islam: Muhamad sebagai 'rosul', utusan Tuhan untuk menyebarkan agama, 
sedangkan murid, pengikut, teman dekat dan hidup pada jaman nabi Muhamad 
disebut sebagai "sahabat".
Kalau di Katolik: murid Yesus disebut sebagai "rosul".

Lha kalau di Ahmadiyah, 'rosul' Ghulam Ahmad ini statusnya sebagai apa? 

(Jangan2 kita hanya meributkan istilah saja).

Salam,
Prasetyo Roem.
--------------------------------------


  ----- Original Message ----- 
  From: fau swasono  To: [email protected] 
  Sent: Monday, June 09, 2008 7:21 AM
  Subject: [indonesia] Re: Renungan : Sikap Adil kepada FPI, AKKBB dan Ahmadiyah





  2008/6/9 Muhammad Geovani <[EMAIL PROTECTED]>:

    Rekan Fau,

    Manusia itu dipandang dan dinilai dari ucapan dan tindakannya, saya tak 
perlu menjadi tetangga anda di Jepang sana selama 6 tahun utk bisa early 
concludes dimana posisi Anda berdiri pada masalah akidah ini. Saya pun tidak 
menyalahkan anda krn komentar2 saya, anda pun menjudge saya sebagai FPI itu hak 
Anda kalo memang seperti itu pemahaman anda toh?

    Yg jadi concern saya adalah krn Anda mengomentari masalah penistaan akidah 
ini dg kapasitas anda sebagai cendikiawan , yg sedikit banyak akan membawa 
pengaruh bagi pendengar di Milis ini (biarpun saya tahu pemirsa milis inipun 
byk org2 pintar, pejabat negara/publik, pengusaha dll), akan jadi kewajiban 
setiap muslim yg lain dg kapasitas ilmu yg dimiliki utk memberikan counter 
opinion dari pendapat yg "dianggap" menyimpang.



  Mas Geo,
  Coba baca baik2 lagi pendapat saya sebelumnya, saya kutip:
  "Menurut saya, Islam itu mulia dan tidak akan ternoda oleh "sekte2" apapun. 
Pun oleh penghinaan yang keluar dari mulut manusia. Islam, as it is."

  Salahnya di mana? 
  Apa mas merasa kemuliaan agama Islam jadi luntur, jadi rendah karena ada 
orang berkata: "Islam buruk?" atau karena orang bikin2 aliran sendiri?

  Kalau bagi saya, yang mulia tidak akan terhina oleh tindakan orang lain, vice 
versa.
  Apakah anda merasa Nabi SAW sudah tidak mulia gara2 tindakan ngawur kartunis 
Denmark itu? 
  Saya menganggap Nabi SAW tetap mulia, meski ada sejuta kartun penghinaan 
terhadap beliau yang melukai hati ummatnya. Itu kira2 sebagian kalimat di surat 
protes yang saya kirim ke majalah Denmark tsb saat kartun tsb muncul. 

  Kalau anda menganggap Ahmadiyyah menghina Islam, apakah benar Islam menjadi 
turun derajatnya?
  Apakah membubarkan Ahmadiyyah Indonesia akan berhasil menaikkan derajat Islam?
  (bukankah derajatnya sudah tinggi bagi kita?)
  Apakah derajat kemuliaan agama itu bersifat variabel atau fixed? exogenous 
atau endogenous?

  Kalau saya yang mencuri maka derajat saya turun. Tapi kalau orang lain yang 
mencuri, apakah derajat saya turun?

  Dunia ini luas Mas, kita tidak bisa menutup mulut orang satu persatu, atau 
menyegel kepercayaan di hati orang satu persatu.
  Apakah Nabi membunuhi semua orang yang menghina Islam atau beliau?

  Mas Geo,
  saya bukan cendekia, apalagi ulama. Pendapat saya adalah pendapat saya. Saya 
tidak pernah berembel2 bahwa saya saja yang benar. Silahkan yakini pendapat 
masing2. 
  Saya tidak menjudge anda sebagai FPI, saya bilang mungkin orang FPI 
berpendapat sama seperti anda. Bacanya jangan esmosi toh.

  Masalah akidah, siapa sih yang tahu hati manusia? Bahkan Nabi SAW saja 
melarang membunuh musuh yang kepepet dan berucap syahadat. think about it.
  Manusia mana yang tahu kalau hati saya beriman, atau berkhianat, atau 
komunis, atau punk. *smile*

  Anyway, kalau maksudnya menasehati, saya sampaikan terima kasih setulusnya. 
Semoga Allah memberi petunjuk pada kita.
  Wah sorry, bagi yang non-muslim, ini kok kayak jadi milis agama Islam. 

  Saya sudahi saja diskusi soal akidah ini, sepanjang pengalaman, diskusi iman 
dengan pendapat yang tidak homogen tidak akan pernah mencapai titik temu, 
paling2 sepakat untuk tidak sepakat, itu sudah the best *smile*

  salam,

  fau 
  cewe asli



Kirim email ke