Lho Mas Adi, anda nggak bisa mengajukan logika gini. Artinya kan anda jadi tidak gigih membela agama anda karena pernah mendapatkan kebaikan orang kafir. Ana jadi lemah. Iman anda luntur.
Atau mungkin itu adalah konspirasi orang asing, supaya anda terbujuk untuk mengakui 'superioritas' ajaran mereka. Pokoknya kalau membela Ahmadiyah itu tidak bela Islam. Sulit untuk memahami bahwa memang ada yang membela Ahmadiyah karena dari keyakinan hati yang paling dalam memang diyakini, bahwa itulah yang diajarkan oleh Islam. Buat saya pribadi nih ya, Islam yang seperti Ahmadiyah, dan Islam yang kerjaannya mukulin orang kayak FPI, itu sama-sama tidak Islam. Jadi bukan Ahmadiyah aja yang menyimpang. Tentang saya sendiri, ya mudah-mudahan saja Islam saya diterima oleh Allah. Adi Indrayanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Benar mas Fau. Kalau kita sudah pernah merasakan menjadi "minoritas" .... pada saat itu kita baru sadar bagaimana rasanya menjadi minoritas tersebut. Saya punya pengalaman serupa, 8 tahun di UK. Kondisi kehidupan umat Islam di sana mulai agak sedikit "kurang enak" semenjak terjadi pengeboman di London. Setelah saat itu, kita umat Islam di sana selalu dicurigai ... dan menjadi sasaran kalau ada hal2 yg terkait terorisme. Tapi untungnya, untuk tetap menjalankan ibadah, kita tetap bisa bebas karena dilindungi oleh UU di sana. Walaupun, kalau lagi jalan ... sering juga dihujat atau dilempari batu dan disebut sebagai teroris :-( Masyarakat yg berpendidikan rendahnya kurang lebih sama ... senang "menyiksa minoritas", tapi perlindungan HAM di sana sangat kuat dan konsisten ... bahkan dari warga yg lebih tinggi pendidikannya ... Lucunya, yang malah sering ribut sendiri itu umat Islamnya ... . Karena datang dari berbagai negara dgn "sekte" yang berbeda. Bahkan dalam menentukan hari Raya Iedul Fitri saja sudah sering tidak kompak ;-) Saya merasakan bagaimana tidak enaknya menjadi "umat yang terpinggirkan". Mungkin begitu rasanya pengikut Ahmadiyah di Indonesia. Saya usul, bagi rekan2 yang masih tetap keras berpendapat seperti layaknya FPI dan LKI, coba anda sekali2 hidup di negara lain sebagai minoritas. Kalau perlu hidup di negara yang mayoritasnya Ahmadiyah. Rasakan lah sendiri oleh rekan2 ... bagaimana kehidupan sebagai minoritas itu ... nanti baru sadar dan paham ... Lagi2 ada contoh dalam sejarah Rasulullah, saat beliau menjadi pemimpin di Madinah ... dimana berbagai agama lain bisa tetap menjalankan keyakinannya masing2. Kenapa contoh2 ini tidak diikuti ??? salam, -ai- 2008/6/8 fau swasono : > Saya tidak bertendensi menjawab langsung, tapi cuma ingin share satu > pengalaman saja: > > Saya muslim yang tinggal di Tokyo selama 6 tahun. Saya tidak pernah diganggu > dalam beribadah. Tidak pula dikafir2kan. > Saya tidak terbayang jika mayoritas penduduk Jepang bersikap memonopoli > kebenaran (versi mereka) sehingga kaum minoritas seperti saya akan mengalami > marjinalisasi atau penindasan. > > Mengutip imel Mas Adi Indrayanto, kalau kita merasa bahwa hanya kita yang > berhak memberi stempel ini benar itu sesat, maka jadilah seperti sekarang > ini. Hobi berantem, karena memaksakan kebenaran versi golongan saya. > > Sayangnya nama Islam itu biasanya *dipatenkan* oleh golongan yang memegang > kekuasaan. Susahnya kita tidak bisa bertanya langsung pada Allah siapa yang > berhak atau tidak berhak mengklaim Islam. Adanya juga adalah tafsir yang > bisa jadi multi. Lagi2 berantem di tataran tafsir. > Zaman Saddam berkuasa, Islam syiah ditindas di Irak. Sekarang, pertempuran > antara sunni dan syiah memakan korban lebih banyak daripada saat invasi > Amerika. > Seandainya kita tinggal di negara yang mayoritas penganut Ahmadiyyah > (seandainya), apakah kita akan menerima kalau kita dibilang kafir dan > disuruh keluar dari Islam? > > Menurut saya, Islam itu mulia dan tidak akan ternoda oleh "sekte2" apapun. > Pun oleh penghinaan yang keluar dari mulut manusia. Islam, as it is. > > Just my two-yen. > > salam, > > fau > > 2008/6/8 herman rachman --------------------------------- : >> >> Rekans, >> >> Saya menerima 2 pernyataan seperti dibawah, >> >> barangkali ada yg bisa membantu berkomentar terhadap pernyataan berikut ; >> >> 1. " Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim yg besar akan >> tetapi tdk" Islami". >> >> 2. Jepang adalah negara bukan Muslim akan tetapi lebih Islami. >> >> Salam > > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt ..Dhita Yudhistira.
