Ebonk dan saudara2ku Ysh.,

Cukup panjang diskusi milis ini saya ikuti dan semakin melelahkan , 
karena se-olah2 yang dicari adalah kambing hitamnya , bukan inti 
persoalan sebenarnya . Tulisan Ebonk , menggugah hati saya untuk 
menulis , terimakasih Ebonk 

Yang pertama , tidak mungkin anak2 kita punya keinginan merusak masa 
depan apalagi membuat  mati adik2nya sendiri . Pasti ada kesalahan dalam 
penanganan sampai ada kejadian ini .

Kedua , diperlukan hati yang tenang dan pikiran jernih , untuk mendengar 
bagaimana saudara2ku yang menjadi panitia , senior atau semua yang hadir 
menceritakan secara utuh kejadian sebenarnya dengan hati yang jujur .
Kejujuran akan tumbuh , kalau tidak ada ancaman apalagi tuduhan bahwa 
perbuatan tersebut adalah illegal .

Ketiga , kita perlu mengkaji kembali kondisi kesehatan adik kita yang 
menjadi korban , termasuk misalnya melihat keadaannya sehari-hari ketika 
belum masuk ITB . Kondisi bawaan yang tidak kita ketahui , mungkin 
menjadi salah satu sebab , karena sebagai senior atau Panitia kita alpa 
dalam memeriksa latar belakang kesehatan ybs .
Pemeriksaan dokter lengkap seharusnya dilakukan ketika ybs dinyatakan 
meninggal , sehingga diketahui sebab2 klinis yang menyebabkan kematian.

Keempat , ketika semua persoalan menjadi jelas , maka sudah menjadi 
kewajiban pimpinan dan penanggung jawab untuk menyatakan permohonan 
maafnya kepada orangtua korban , kepada siapapun juga yang kehilangan 
adik kita tersebut yang berarti pula kehilangan masa depan yang 
diimpikannya .

Kadangkala , kita bertindak terlalu cepat , untuk menunjukkan eksistensi 
dalam menangani suatu perkara . Kesalahan dalam membuat keputusan karena 
kurangnya pertimbangan , dapat menyebabkan persoalan melebar kemana-mana 
dan tidak menyelesaikan masalah .
Kita harus memahami kondisi adik2 (anak2) kita saat ini , dimana tingkat 
kematangan , kedewasaan dan ke-samapta-annya sangat berbeda dengan waktu 
tahun 70'an atau bahkan sebelumnya . Anak2 kita sekarang nampak kurang 
memelihara kesehatannya dan mungkin kurang tidur karena bergadang , bukan 
karena tirakat atau bertafakur seperti jaman orangtua-orangtua kita dulu .
Latihan pendahuluan sangat diperlukan sebelum anak2 kita dicemplungkan 
dalam kawah chandra-dimuka. 
Juga , pemahaman tentang loyalitas dan pelatihan kedisiplinan saat ini 
sudah agak berbeda , karena tidak ada lagi gerakan Pramuka atau Scout 
yang dulu kita alami sejak SMP-SMA .

Saran saya , hentikanlah kita saling menyalahkan . Mulailah duduk bersama 
untuk mencari satu  persatu persoalan yang ada untuk memperbaiki 
keputusan yang keliru . Saran ini juga berlaku bagi ITB , sebagai 
Perguruan Tinggi yang masih kita junjung tinggi sebagai GARBA ILMIAH , 
bukan lembaga Kehakiman atau Penguasa .

Salam hangat penuh semangat ,
Priyo Pribadi



-----Original Message-----
From: ebonk <[email protected]>
To: [email protected]
Date: Sat, 14 Feb 2009 05:04:08 +0700
Subject: [indonesia] Saya percaya, Mereka Tidak Bersalah!

> Saya membaca berita di koran,media elektronik dan televisi yang
> menyebutkan bahwa anak-anak IMG telah melakukan kekerasan dalam
> kegiatan kaderisasi. Saya juga mendengar bahwa pihak kampus telah
> menyatakan mereka bersalah dan akan dikenakan sanksi. Walaupun
> demikian, dalam hati kecil saya percaya bahwa MEREKA TIDAK BERSALAH!
> 
> Saya juga melihat WRMA, dengan kekuasaan yang dimilikinya, melakukan
> character assasination dengan menyatakan bahwa anak-anak IMG mengalami
> gangguan jiwa dan perlu menjalani psikotest. Saya berusaha untuk
> memahami hal ini. Walaupun demikian, saya tidak mempercayai pernyataan
> tersebut. Hati kecil saya berkata: Saya percaya anak-anak IMG waras
> dan sehat akalnya!
> 
> Pun berbagai pihak yang kebingungan, shock, atau kecewa, ikut
> menghakimi dan percaya bahwa anak-anak IMG itu biang kerok, pembunuh,
> maniak, suka kekerasan, dengan referensi pribadi yang belum tentu
> relevan. Saya bisa memahami pendapat-pendapat tersebut. Walaupun
> demikian, hati kecil saya berkata: Saya percaya anak-anak IMG bukan
> maniak, bukan pembunuh dan bukan pelaku kekerasan!
> 
> Belum lagi, pernyataan AMP Unpad ikut membuat posisi teman-teman IMG
> semakin sulit. Dihantam dari segala arah seperti itu, banyak orang
> yang makin yakin bahwa mereka memang melakukan penganiayaan. Namun
> demikian, saya tidak percaya media. Hati kecil saya berkata: Mereka
> tidak menganiaya orang!
> 
> Mengapa demikian? Karena saya kenal mereka. Bahkan salah satu dari
> mereka, Dilvo (salah satu korlap), saya kenal dengan dekat. Saya tahu
> watak Dilvo dkk. Saya lebih percaya kepada mereka dari pada media.
> 
> Mereka memang keras kepala, tidak mudah dipengaruhi begitu saja dan
> lebih suka dengan jalan pikirannya sendiri. Namun dari pengalaman
> saya, mereka adalah teman diskusi yang baik. Mudah diajak kerjasama
> dan berpartisipasi, asal tahu caranya.
> 
> Kasus ini bukan kasus STPDN yang titik beratnya adalah penganiayaan.
> Apakah sodara-sodara melihat atau mengetahui adanya penganiyaan dalam
> kasus ini?
> 
> Saya bisa memahami, banyak pihak yang terusik dan tidak senang, karena
> dianggap telah mencoreng nama baik almamater. Tapi sebaiknya, lebih
> dulu kita tahu persis apa penyebab kematian Wisnu. Sebaiknya kita
> sabar menunggu hasil penyelidikan.
> 
> Saya sungguh menyayangkan tindakan Pak Widyo menjatuhkan sanksi,
> memblacklist alumni, menyatakan mereka mengalami gangguan jiwa,
> memecat ketua prodi, apalagi akan menghentikan penerimaan mahasiswa
> baru. Padahal kita semua belum tahu hasil penyelidikannya. Tapi hajat
> hidup dan masa depan banyak orang mau dikorbankan. Coba lihat, mengapa
> Bapak bertindak gegabah seperti itu? Untuk apa semua tindakan yang
> terburu-buru dan mengikuti hawa nafsu itu? Untuk siapa?
> 
> Jika demi nama baik, atau apapun, lakukanlah dengan benar. Demi nama
> baik ITB, usut tuntas sampai ketemu kebenarannya seperti apa. Demi
> nama baik IMG, katakan saja apa yang benar, buatlah pernyataan yang
> baik. Kita butuh kebenaran. Bukan kambing hitam!
> 
> Jika ternyata mereka tidak bersalah, pertanyaan saya adalah, apakah
> ITB (dalam hal ini Pak Widyo) mau membersihkan nama baik mereka,
> mengembalikan jabatan ketua prodi, menyatakan menyesal telah menyebut
> mereka mengalami gangguan jiwa? Dan tentu saja, bersedia mengundurkan
> diri dari jabatannya?
> 
> Mungkin saya sendirian, tapi saya orang yang yakin bahwa:
> MEREKA TIDAK BERSALAH!
> 
> Mohon maaf, jika ada kata-kata yang salah. Mari kita tunggu progress
> hasil penyelidikan.
> 
> -- 
> nenek moyangku bukan pelaut, tapi seorang rocker...
> http://www.ebonk.org/blog/
> 
> -- 
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
> serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
> 
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt



-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke