Masalah rasionalitas atau ilmu atau iman adalah masalah kemampuan akal menjangkaunya atau masalah apakah petunjuk Pencipta Semesta sudah sampai padanya atau apakah Dia menunjuki atau tidak ...
Yunus 10:100 Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan *kemurkaan* kepada orang-orang yang *tidak mempergunakan akalnya* . An Naml 27:66 Sebenarnya *pengetahuan mereka* tentang akhirat *tidak sampai (kesana**)*malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya. Asy Suura 42:13 Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan *memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali* (kepada-Nya). Al Mu’min 40:13 Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan) -Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan *tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali* (kepada Allah). Muhammad 47:25 Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) *sesudah petunjuk itu jelas* bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan *memanjangkan angan-angan mereka*. Salam Z 2010/4/13 wahyudin munawir <[email protected]> > Menarik Mas Andri. Seperti masing2 elemen manusia itu > memerlukan/membutuhkan "makanan"-nya yang dapat membuat masing-masing terus > hidup dan berfungsi optimal. Jasad butuh SPP (sandang, pangan dan papan). > Kurang spp tubuh/jasad itu akan sperti binatang, loyo, sakit dan ringkih. > Akal membutuhkan ilmu pengetahuan. Tdk berilmu, manusia itu akan bodoh krn > tak berpengetahuan. Kalau nafsu dan hati apa yah kebutuhannya? > > Salam. > WM. > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: Andri Setiyoso <[email protected]> > Date: Tue, 13 Apr 2010 10:19:18 > To: <[email protected]> > Subject: [indonesia] Re: Di Masa Transisi agar kita selalu ingat dan > waspada,jangan > sampai terjerumus... > > Ada yang mengkelopokkan manusia terdiri dari empat bagian: > pertama adalah jasad, kedua adalah akal, ketiga adalah nafsu, keempat > adalah hati > Jasad adalah raga manusia yang kebaikannya dikala dia sehat > Akal atau bisa disinonimkan dengan rasio adalah pembeda antara yang > benar dan yang salah, kebaikannya ketika ilmunya luas, karena akan makin > banyak yang bisa dipilah-pilah > Nafsu atau bisa disinonimkan dengan emosi, adalah sumber segala > keinginan, kebaikannya adalah ketika dia dikendalikan dan tenang > Sedangkan hati, menurut Imam Al-Ghazali adalah tempat atau singgasana > Ruh, kebaikan hati ketika keadaannya bersih. > Segala sesuatu yang mengotori hati bisa membuatnya sakit atau bahkan > bisa mematikannya. > > Di hati, iman itu tinggal, melalui ruh, cahaya Ilahi menerangi hamba-Nya. > Jika hati itu sakit atau bahkan mati (mati rasa), maka yang terjadi > adalah manuasia itu putus asa atau mengumbar hawa nafsunya yang kemudian > menolak akal sehatnya, yang tanpa disadarinya juga telah merusak jasadnya. > > Dengan demikian kedzaliman atau kegelapan (tidak ada cahaya) adalah > sumber dari segala kerusakan. Sedangkan petunjuk-Nya adalah sumber > kebaikan bagi hamba-Nya. > > salam, > andri > > wahyudin munawir wrote: > > Amalan soleh bukan berarti yg melulu serasi dg rasionalitas, tetapi > serasi pula dengan petunjuk-Nya. Apa yg dikerjakan oleh anaknya Nabi Nuh > menghindari banjir ia mencari puncak2 gunung. Argumen anaknya Nabi Nuh itu > sesuai dg kadar rasionalitas. Tetapi, kenyataannya Kuasa-Nya lebih besar > dari rasionalitas manusia. > > Memang Allah SWT akan mewarisi bumi bagi mereka yang ber-iman dan > ber-amal sholeh dalam kadar2 (ukuran2) yg telah ditentukan-Nya pula. > > Hari ini, spertinya kadar iman dan amal sholeh Umat ini (di Indonesia > atau pun di luar negeri) di bawah standar. > > > > Salam. > > Wahyudin Munawir. GM 78. > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > > > -----Original Message----- > > From: Andri Setiyoso <[email protected]> > > Date: Tue, 13 Apr 2010 09:22:11 > > To: <[email protected]> > > Subject: [indonesia] Re: Di Masa Transisi agar kita selalu ingat dan > waspada, > > jangan sampai terjerumus... > > > > "Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) > > Lohmahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh" > > QS Al-Anbiyaa' ayat 105. > > > > Maka bagi siapa pun yang ingin mewarisi bumi ini, maka hendaknya beramal > > sholeh (baik). > > Semua perbuatan yang tidak masuk dalam kelompok amalan sholeh, berarti > > tidak menjanjikan pelakunya untuk mendapatkan apa-apa yang telah > dijanjikan. > > > > salam, > > andri > > > > > > S Roestam wrote: > > > >> Kawan2 Anggota Milis Yth, > >> > >> > >> > >> Prabu Jayabaya yang hidup sekitar 1700 tahun y.l. yang arif dan > >> bijaksana mempunyai visi yang jauh ke depan. Melalui syair-syair yang > >> universal dan abadi sifatnya, beliau memberikan tanda-tanda zaman untuk > >> munculnya Sang Satria Piningit dengan senjata pamungkas Trisula Weda > >> (benar, lurus, jujur) yang akan menjadikan tanah Jawa (sekarang: > >> Nusantara Indonesia) menjadi Negeri yang Aman Sentosa, Adil Makmur, > >> Gemah Ripah Loh Jinawi bagi segenap Bangsa Indonesia. Berikut ini > >> adalah potongan syair-syair itu: > >> > >> > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >
