S Roestam wrote:
Kawan2 Anggota Milis Yth,


Prabu Jayabaya yang hidup sekitar 1700  tahun y.l. yang arif dan 
bijaksana mempunyai visi yang jauh ke depan. Melalui syair-syair yang 
universal dan abadi sifatnya, beliau memberikan tanda-tanda zaman untuk 
munculnya Sang Satria Piningit dengan senjata pamungkas Trisula Weda 
(benar, lurus, jujur) yang akan menjadikan tanah Jawa (sekarang: 
Nusantara Indonesia) menjadi Negeri yang Aman Sentosa, Adil Makmur, 
Gemah Ripah Loh Jinawi bagi segenap Bangsa Indonesia. Berikut ini 
adalah potongan syair-syair itu:
  
kalau kita simak, semua fenomena yang "diramalkan" tsb sudah terjadi
(tunjukkan, mana yang belum terjadi?)
jadi, pelajaran apa yang semestinya kita peroleh?

Rupanya kita harus jujur, berani (benar) keluar dari box, untuk melihat siapa sebenarnya "tokoh" yang dimaksud dengan satria pininggit tsb.
Sebab ternyata penantian keluarnya tokoh satria pininggit versi Prabu Jayabaya itu, mirip-mirip dengan penantian "tokoh" yang ditunggu-tunggu oleh setiap agama yang ada di dunia itu melalui ajarannya.

Berikut daftar agama dan tokoh yang dinantikannya;
Hindu - Sri Kresna/Wisnu yang turun kembali
Budha - Budha Gautama yang turun kembali
Nasrani - Jesus datang kedua kalinya
Islam - Imam Mahdi

Fakta, kita tidak hidup pada zaman tokoh pembawa ajaran (incl Prabu Jayabaya) tsb, sehingga kita tidak tahu persis siapa mereka itu. Tapi mungkin cukup memadai, kalau kita berasumsi, bahwa minimal tokoh pembawa ajaran itu adalah "orang pilihan" di zamannya, minimal menonjol dalam kehidupan keagamaannya waktu itu.

jadi apa selanjutnya?

Sebutlah "prophecies" kedatangan satria pininggit yang disebutkan oleh masing-masing ajaran tsb "benar" adanya dari satu sumber yang sama, apa yang terjadi kelak?
Apakah masing-masing "tokoh" tsb dengan panji-panjinya akan mengklaim, "akulah satria pininggit yang dinanti-nantikan itu"?
Dan itu akan lebih dari satu, demikiankah?
Hal yang mungkin adalah bahwa satria pininggit itu dimanifestasikan dalam hanya dan hanya satu orang saja!

Sepertinya secara nalar masuk ya.....
Bisa mengakomodir semua pihak, cukup demokratis, saya kira.......
Silahkan berfikir jernih

Dan sunatullah, biasanya tokoh pengemban ini tidak serta merta diterima oleh lingkungannya, karena BUKAN hasil pilihan manusia.
Karena biasanya tokoh ini diturunkan untuk melakukan "revolusi" - perbaikan dengan secara menyeluruh. Dan tentu saja akan merombak tatanan nilai-nilai yang sudah biasa/berada. Jadi bakal banyak musuh yang menentangnya. Tapi karena memang tokoh tsb pilihan Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang akan "membantunya" melaksanakan tugasnya sesuai rencana. Jadi yang pasti, bukan tokoh yan berbau politik!

--
Yadi Supriadi Wendy

Best Regards,

Yadi  Supriadi  Wendy


-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke