Mas Andri dan Mas Harlizon rahimakumulloh.
Diskusi ini semakin menarik. Tema yg disajikan memang menarik krn terkait 
esensi diri kita(manusia). Persepsi dan paradigma yg salah terhadap diri kita 
mengakibatkan amburadulnya tatanan kehidupan.

Dan yang lebih menarik lagi Mas Andri selanjutnya meng-introduksi "kaidah 
pertengahan dalam Islam". Sy mengenalnya sbg "tawazun" dimana prinsip ini dlm 
Al Qur'an menjadi prinsip dasar dalam Allah SWT membangun Alam; Langit dan 
Bumi. QS Ar Rahman (55) : 7-9:  "dan Langit telah ditinggikan-Nya dan Dia 
ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan 
tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi 
keseimbangan itu".
 
Prinsip keseimbangan, menengah, tawazun ini bagi sy mengingatkan pada prinsip 
"equilibrium" di dalam termodhinamika. Sistem itu tertata karena ada 
"equilibrium" di dalamnya. Sistem kacau krn tdk ada equilibrium lagi di 
dalamnya (begitu bukan?).

Nah, di dalam membangun diri kita pun(manusia) tentu saja harus didasarkan pd 
prinsip tawazun ini. Dan itu terkait bagaimana kita membangun unsur-unsur dasar 
yg membangun manusia. Bagaimana manusia memenuhi kebutuhan masing-masing 
unsurnya. 

Pada prakteknya manusia begitu sensitive untuk memenuhi kebutuhan jasadnya. 
Atas alasan utk memenuhi spp manusia berlomba untuk mendapat kan ilmu 
pengetahuan sbg alat utk men dapatkannya. Sementara untuk kebutuhan unsur 
hatinya manusia banyak yang melalaikan. Padahal ini adalah hal  yang terpenting 
dalam kehidupan manusia. 

Pentingnya hati ini dapat kita cermati dr syair dan lagunya Bimbo. Dan 
Rasululloh SAW lebih dahulu telah menyatakannya secara gamblang. "Sungguh, di 
dalam jasad itu terdapat segumpal darah, jika segumpal darah itu baik maka 
baiklah seluruh jasadnya... ". (Al Hadits).

Adapun kebutuhan hati itu yang paling utama dzikir kepada Allah SWT sebagai 
mana dinyatakan-Nya dalam Al Qur'an surat Ar Ra'd (13) : "yaitu orang-orang 
yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, 
hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram".

Singkatnya manusia sering tidak seimbang dlm membangun dirinya. Bagaimana 
kehidupan manusia akan bahagia jika pondasinya tdk kokoh akibat tidak seimbang.
Wallahu 'alam bishowab. 

Salam WM.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Andri Setiyoso <[email protected]>
Date: Tue, 13 Apr 2010 14:01:17 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Di Masa Transisi agar kita selalu ingat dan 
waspada,jangansampai
 terjerumus...

Pak Wahyudin ysh,
Seperti peribahasa, sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pula, 
he he he.

Ada buku bacaan termasuk kategori tazkiyatun nufus atau tarbiyah 
ruhiyah, seperti Madarijus Salikin karangan Ibnu Qoyim Al-Jauziyah atau 
Ihya' 'Ulumuddin, karangan Imam Al-Ghazali.

Apa yang saya ketahui soal nafsu, bahwa kebaikannya justru bukan dengan 
memenuhi semua yang diinginkannya, karena dalam QS. Yusuf : 53:
"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya 
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi 
rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang."

Sedangkan hati itu dijaga, dan termasuk perkara yang harus dijaga di 
hati adalah ikhlash.
Dan kita mesti berharap masuk dalam golongan sebagaimana doa Nabi 
Ibrahin 'alaihi sallam:
"kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih," QS. 
Asy-Syu'araa': 89

Dalam islam ada kaidah tentang pertengahan, tidak kurang dan tidak 
lebih, karena keduanya, yaitu berlebihan dan kekurangan bisa membawa 
pelakunya pada kebinasaan.
Dengan demikian manusia dengan ilmunya, dituntut untuk menyeimbangkan 
tiap komponen yang ada sehingga menjadi manusia seutuhnya (insan kamil)

subhanakallahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illaa anta 
astaghfiruka wa atuubu ilaika
salam,
andri

wahyudin munawir wrote:
> Menarik Mas Andri. Seperti masing2 elemen manusia itu memerlukan/membutuhkan  
> "makanan"-nya yang dapat membuat masing-masing terus hidup dan berfungsi 
> optimal. Jasad butuh SPP (sandang, pangan dan papan). Kurang spp tubuh/jasad 
> itu akan sperti binatang, loyo, sakit dan ringkih. Akal membutuhkan ilmu 
> pengetahuan. Tdk berilmu, manusia itu akan bodoh krn tak berpengetahuan. 
> Kalau nafsu dan hati  apa yah kebutuhannya?
>
> Salam.
> WM.
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: Andri Setiyoso <[email protected]>
> Date: Tue, 13 Apr 2010 10:19:18 
> To: <[email protected]>
> Subject: [indonesia] Re: Di Masa Transisi agar kita selalu ingat dan 
> waspada,jangan
>  sampai terjerumus...
>
> Ada yang mengkelopokkan manusia terdiri dari empat bagian:
> pertama adalah jasad, kedua adalah akal, ketiga adalah nafsu, keempat 
> adalah hati
> Jasad adalah raga manusia yang kebaikannya dikala dia sehat
> Akal atau bisa disinonimkan dengan rasio adalah pembeda antara yang 
> benar dan yang salah, kebaikannya ketika ilmunya luas, karena akan makin 
> banyak yang bisa dipilah-pilah
> Nafsu atau bisa disinonimkan dengan emosi, adalah sumber segala 
> keinginan, kebaikannya adalah ketika dia dikendalikan dan tenang
> Sedangkan hati, menurut Imam Al-Ghazali adalah tempat atau singgasana 
> Ruh, kebaikan hati ketika keadaannya bersih.
> Segala sesuatu yang mengotori hati bisa membuatnya sakit atau bahkan 
> bisa mematikannya.
>
> Di hati, iman itu tinggal, melalui ruh, cahaya Ilahi menerangi hamba-Nya.
> Jika hati itu sakit atau bahkan mati (mati rasa), maka yang terjadi 
> adalah manuasia itu putus asa atau mengumbar hawa nafsunya yang kemudian 
> menolak akal sehatnya, yang tanpa disadarinya juga telah merusak jasadnya.
>
> Dengan demikian kedzaliman atau kegelapan (tidak ada cahaya) adalah 
> sumber dari segala kerusakan. Sedangkan petunjuk-Nya adalah sumber 
> kebaikan bagi hamba-Nya.
>
> salam,
> andri
>
> wahyudin munawir wrote:
>   
>> Amalan soleh bukan berarti yg melulu serasi dg rasionalitas, tetapi serasi 
>> pula dengan petunjuk-Nya. Apa yg dikerjakan oleh anaknya Nabi Nuh 
>> menghindari banjir ia mencari puncak2 gunung. Argumen anaknya Nabi Nuh itu 
>> sesuai dg kadar rasionalitas. Tetapi, kenyataannya Kuasa-Nya lebih besar 
>> dari rasionalitas manusia.
>> Memang Allah SWT akan mewarisi bumi bagi mereka yang ber-iman dan ber-amal 
>> sholeh dalam kadar2 (ukuran2) yg telah ditentukan-Nya pula.
>> Hari ini, spertinya kadar iman dan amal sholeh Umat ini (di Indonesia atau 
>> pun di luar negeri) di bawah standar.
>>
>> Salam.
>> Wahyudin Munawir. GM 78. 
>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>> Teruuusss...!
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Andri Setiyoso <[email protected]>
>> Date: Tue, 13 Apr 2010 09:22:11 
>> To: <[email protected]>
>> Subject: [indonesia] Re: Di Masa Transisi agar kita selalu ingat dan waspada,
>>  jangan sampai terjerumus...
>>
>> "Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) 
>> Lohmahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh"
>> QS Al-Anbiyaa' ayat 105.
>>
>> Maka bagi siapa pun yang ingin mewarisi bumi ini, maka hendaknya beramal 
>> sholeh (baik).
>> Semua perbuatan yang tidak masuk dalam kelompok amalan sholeh, berarti 
>> tidak menjanjikan pelakunya untuk mendapatkan apa-apa yang telah dijanjikan.
>>
>> salam,
>> andri
>>
>>
>> S Roestam wrote:
>>   
>>     
>>> Kawan2 Anggota Milis Yth,
>>>
>>>
>>>
>>> Prabu Jayabaya yang hidup sekitar 1700  tahun y.l. yang arif dan 
>>> bijaksana mempunyai visi yang jauh ke depan. Melalui syair-syair yang 
>>> universal dan abadi sifatnya, beliau memberikan tanda-tanda zaman untuk 
>>> munculnya Sang Satria Piningit dengan senjata pamungkas Trisula Weda 
>>> (benar, lurus, jujur) yang akan menjadikan tanah Jawa (sekarang: 
>>> Nusantara Indonesia) menjadi Negeri yang Aman Sentosa, Adil Makmur, 
>>> Gemah Ripah Loh Jinawi bagi segenap Bangsa Indonesia. Berikut ini 
>>> adalah potongan syair-syair itu:
>>>
>>>     
>>>       
>
>
>   


-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw������޶׫��i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��

Kirim email ke