Sepuakatttt dg pak yadi...

Oº°˚˚°ºohhhhhh... Ya pak, 1 lagi dan bagaimanapun qta jangan sampai minder 
rendah diri dg bangsa lain... Mgkn itu juga ciri sang ksatria, menempatkan 
orang sejajar, no sara incl.ipk ‎​Ђέђέђέ.. Dan mau memperhatikan kata2 yg muda 
walau dianggap masih hijau (bukan ijo2 pertamax yaaa ‎​Ђέђέђέ.. ) dan tidak 
ngerti apa2... 

Kadang, ucapan yg bodoh namun jujur jelas lebih buktinyata drpd sang pandai...

Salam sayang.
Tribas

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: YADI supriadi wendy <[email protected]>
Date: Tue, 13 Apr 2010 19:40:14 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Di Masa Transisi agar kita selalu ingat dan waspada,
 jangan sampai terjerumus...

S Roestam wrote: Kawan2 Anggota Milis Yth, Prabu Jayabaya yang hidup sekitar 
1700 tahun y.l. yang arif dan bijaksana mempunyai visi yang jauh ke depan. 
Melalui syair-syair yang universal dan abadi sifatnya, beliau memberikan 
tanda-tanda zaman untuk munculnya Sang Satria Piningit dengan senjata pamungkas 
Trisula Weda (benar, lurus, jujur) yang akan menjadikan tanah Jawa (sekarang: 
Nusantara Indonesia) menjadi Negeri yang Aman Sentosa, Adil Makmur, Gemah Ripah 
Loh Jinawi bagi segenap Bangsa Indonesia. Berikut ini adalah potongan 
syair-syair itu: kalau kita simak, semua fenomena yang "diramalkan" tsb sudah 
terjadi
 (tunjukkan, mana yang belum terjadi?)
 jadi, pelajaran apa yang semestinya kita peroleh?
 
 Rupanya kita harus jujur, berani (benar) keluar dari box, untuk melihat siapa 
sebenarnya "tokoh" yang dimaksud dengan satria pininggit tsb.
 Sebab ternyata penantian keluarnya tokoh satria pininggit versi Prabu Jayabaya 
itu, mirip-mirip dengan penantian "tokoh" yang ditunggu-tunggu oleh setiap 
agama yang ada di dunia itu melalui ajarannya.
 
 Berikut daftar agama dan tokoh yang dinantikannya;
 Hindu - Sri Kresna/Wisnu yang turun kembali
 Budha - Budha Gautama yang turun kembali 
 Nasrani - Jesus datang kedua kalinya
 Islam - Imam Mahdi
 
 Fakta, kita tidak hidup pada zaman tokoh pembawa ajaran (incl Prabu Jayabaya) 
tsb, sehingga kita tidak tahu persis siapa mereka itu. Tapi mungkin cukup 
memadai, kalau kita berasumsi, bahwa minimal tokoh pembawa ajaran itu adalah 
"orang pilihan" di zamannya, minimal menonjol dalam kehidupan keagamaannya 
waktu itu.
 
 jadi apa selanjutnya?
 
 Sebutlah "prophecies" kedatangan satria pininggit yang disebutkan oleh 
masing-masing ajaran tsb "benar" adanya dari satu sumber yang sama, apa yang 
terjadi kelak?
 Apakah masing-masing "tokoh" tsb dengan panji-panjinya akan mengklaim, "akulah 
satria pininggit yang dinanti-nantikan itu"?
 Dan itu akan lebih dari satu, demikiankah?
 Hal yang mungkin adalah bahwa satria pininggit itu dimanifestasikan dalam 
hanya dan hanya satu orang saja!
 
 Sepertinya secara nalar masuk ya.....
 Bisa mengakomodir semua pihak, cukup demokratis, saya kira.......
 Silahkan berfikir jernih
 
 Dan sunatullah, biasanya tokoh pengemban ini tidak serta merta diterima oleh 
lingkungannya, karena BUKAN hasil pilihan manusia.
 Karena biasanya tokoh ini diturunkan untuk melakukan "revolusi" - perbaikan 
dengan secara menyeluruh. Dan tentu saja akan merombak tatanan nilai-nilai yang 
sudah biasa/berada. Jadi bakal banyak musuh yang menentangnya. Tapi karena 
memang tokoh tsb pilihan Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang akan "membantunya" 
melaksanakan tugasnya sesuai rencana. Jadi yang pasti, bukan tokoh yan berbau 
politik!
 
 
-- 
  <signature_YS_files/filelist.xml> Yadi Supriadi Wendy yadi_s Normal yadi_s 2 
2 2008-11-25T06:06:00Z 2008-11-25T06:06:00Z 1 17 102 1 1 118 11.6360 Clean 
Clean false false false MicrosoftInternetExplorer4 
 
Best Regards, 
Yadi  Supriadi  Wendy 

 

Kirim email ke