saya sering menggunakan teori polusi (polluted environment),
kita yang di dalam lingkungan polluted sering kali tidak tahu bahwa kita
kena polusi , kita baru mengetahui bahwa kita kena polusi setelah kita
lihat linkungan kita dari jauh :-)
soal email , itu soal yang paling sulit ngurusnya :-)
saat ini , email di ITB bisa lebih dari 1 juta email transaksi per hari
nya, sementara tidak ada orang yang mau ngurus email ;-) ,
bahkan ada yg ngotot taruh saja email nya di google supaya tidak ada usah
ngurus susah-susah ...seringkali alokasi 'dana' yg akan kita gunakan utk
ngurus 'alumni' kita gunakan utk hal lain yg lebih mendesak (peralatan
rusak karena 'disaster' dll)
kita sedang mengusahakan email utk alumni , dan memang tidak mudah .
walaupun dari sekian banyak alumni hanya satu dua orang saja yang pernah
tercatat menyumbangkan mesin/fasilitas dan bandwidth utk ITB ,
dan yang nyumbang biasanya ndak banyak omong , ndak banyakperlu
woro-woro, dan tidak pernah ngeluh :-) ...
-bsd-
On Mon, 24 May 2010, [email protected] wrote:
Mas Basuki bisa bantu case @itb.ac.id atau @alumni.itb.ac.id. ini kah?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Adi Indrayanto <[email protected]>
Sender: [email protected]: Tue, 25 May 2010 06:12:18
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Quo Vadis E-mail "@....itb.ac.id" untuk Alumni?
Penting ya mas [email protected] ini ya? Wong saya yg di dalam saja,
malah lebih suka pakai @gmail.com ;-) Maklum, karena dulu sering
masalah emailnya dan sulit diakses dari luar, makanya pakai yg umum
;-)
Kalau ITB mau memberikan layanan "jasa internet" ke umum, perlu banyak
pembenahan pengelolaannya. Apalagi kalau pakai bayar ... wah makin
berat beban layanannya. Pasti dituntut Service Level tinggi juga.
Mungkin belum siap ... kan belum menjadi world class university, baru
mau ke situ ;-)
ITB begitu besar ya dilihat dari luar? ;-)
salam,
-ai-
2010/5/24 <[email protected]>:
Rekan-rekan Alumni ITB yth.,
Sebelumnya mohon maaf, saya ingin berkeluh-kesah di forum ini, siapa tahu ada
yang juga merasakan hal yang sama atau ada yang bisa memberikan solusi maupun
sumbang-saran. Saya kira kalau saja memang betul ITB adalah universitas kelas
dunia, maka sudah saatnya dan sudah seharusnya ranah online dikelola dengan
baik -- especially since *technology* is our middle name. Sorry, ini normatif
saja.
Sekarang alumni ITB -- kecuali yang kerja atau menjadi dosen di ITB -- sangat sulit untuk mendapat email
address "@....itb.ac.id" semisal "@alumni.itb.ac.id", padahal konon "janji
virtual"-nya sudah setahun lebih, namun tetap tidak ada follow-up dan sosialisasi yang nyata ke alumni.
Padahal, ini penting sebagai sarana sosialisasi dan otentikasi diri antar alumni, bahkan sangat memudahkan
universitas untuk menghubungi alumni yang ingin berkarya atau menyumbang ke almamater kita tercinta.
Kalaulah kita pikir, apakah wajar alumni ITB pakai email "yahoo.com" untuk berinteraksi dengan
sesama? Beri sajalah email "@itb.ac.id", kalau harus bayar bulanan pun bolehlah! Atau, apakah ITB
memang perlu dibantu untuk men-setup-nya? Waduh, bukankah "dedengkot IT" sudah banyak dihasilkan
ITB?
Institusi pendidikan kelas dunia umumnya (kalau tidak semuanya) selalu punya
dedicated email untuk alumninya -- kecuali sudah dinyatakan bangkrut, bagian
IT-nya tidak dikaryakan dengan baik, atau pengelolanya korup (misalnya).
Bahkan, majalah alumni bulanan dari fakultas terkait di-send ke email
masing-masing alumni (atau bisa di-download di website) walaupun ybs. sudah
bertahun-tahun meninggalkan universitas dan berdomisili di luar negeri -- dan,
oh ya, ada yang dikirim via pos juga! Dan, you know what: it's free, mate!
Bila alasannya adalah sulit sekali untuk mendata dan mengotentikasi bahwa seseorang
adalah benar alumni ITB, waduh, kok minimal 2 bank justru sudah bergerak lebih maju
dengan kartu kredit alumni? Opo tumon? Quo vadis "Teknologi"?
Jadi, bila hal kecil seperti ini tidak juga bisa dipenuhi, mungkin wajar saja
deh kalau ITB terdepak dari sekian besar universitas dunia, apalagi kalau
ditambah adanya indikasi bahwa penghasil lumpur terbesar di dunia juga pernah
menjejakkan kaki di sini. :-)
Salam,
CA
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·