Oh semua itu ada , SOP dll nya
hal-hal yang bisa kita pastikan (exact) kita buat pasti ,
pendefinisian jelas , yang pertama kali menerapkan IT Governance di
Perguruan tinggi adalah ITB ,
hanya saja problem berubah setiap saat , walaupun trend bisa
dikendalikan ,
Misal kita mau 'bayar' per licence mail antivirus sistem tidak kurang $
15,000 ..
nah daripada duit sebesar itu utk bayar , mendingan kita gunakan utk
memperkuat sistem (investasi di SDM)
kalau soal software masih bisa kita atasi , tapi kalau urusan 'listrik
statis' itu yang agak pakai ilmu kebatihan , hehehe ..
Adi Indrayanto wrote:
Hehehe ... maksud saya bukan itu. Dalam sistem yg teratur dgn SOP yg
jelas, peran2 orang yg terlibat itu terbagi dan relatif mudah
digantikan.
Contoh, dgn sistem IT-IL (IT Infrastructure Library), fungsi dan
peran2 itu terdefinisi dgn jelas dan bisa diisi oleh yg lain.
Tanpa sistem yg jelas, semua urusan bisa2 hanya dikuasai oleh
segelintir orang. Saat orang2 ini pindah atau keluar, sistem ambruk.
Menggantikan orang baru tidak mudah, karena peran2 dan job des yg
tidak terdefinisi dan saling bertumpuk.
Tapi kalau di ITB sepertinya faktor pendanaan masalah utamanya :-(
Dosen2nya saja gajinya kecil, apalagi pegawai non-dosen :-(
salam,
-ai-
2010/5/25 M. Irwan Hrp <[email protected]>:
Kalau system-nya adalah system komputer, ketergantungan kepada orang
adalah mutlak pak. At least s/d saat ini belum ada system email server
yg memperbaiki diri sendiri. Tugas terampuh dari mail adm adalah
restart server :D
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt