Kalau gitu sudah jelas bottlenecknya. Kira2 adakah yg dapat mempermudah para admin di ITB?
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Basuki Suhardiman <[email protected]> Sender: [email protected]: Tue, 25 May 2010 07:20:46 To: Indonesianext<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: <[email protected]> Subject: [indonesia] Re: Quo Vadis E-mail "@....itb.ac.id" untuk Alumni? saya sering menggunakan teori polusi (polluted environment), kita yang di dalam lingkungan polluted sering kali tidak tahu bahwa kita kena polusi , kita baru mengetahui bahwa kita kena polusi setelah kita lihat linkungan kita dari jauh :-) soal email , itu soal yang paling sulit ngurusnya :-) saat ini , email di ITB bisa lebih dari 1 juta email transaksi per hari nya, sementara tidak ada orang yang mau ngurus email ;-) , bahkan ada yg ngotot taruh saja email nya di google supaya tidak ada usah ngurus susah-susah ...seringkali alokasi 'dana' yg akan kita gunakan utk ngurus 'alumni' kita gunakan utk hal lain yg lebih mendesak (peralatan rusak karena 'disaster' dll) kita sedang mengusahakan email utk alumni , dan memang tidak mudah . walaupun dari sekian banyak alumni hanya satu dua orang saja yang pernah tercatat menyumbangkan mesin/fasilitas dan bandwidth utk ITB , dan yang nyumbang biasanya ndak banyak omong , ndak banyakperlu woro-woro, dan tidak pernah ngeluh :-) ... -bsd- On Mon, 24 May 2010, [email protected] wrote: > > Mas Basuki bisa bantu case @itb.ac.id atau @alumni.itb.ac.id. ini kah? > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Adi Indrayanto <[email protected]> > Sender: [email protected]: Tue, 25 May 2010 06:12:18 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [indonesia] Re: Quo Vadis E-mail "@....itb.ac.id" untuk Alumni? > > Penting ya mas [email protected] ini ya? Wong saya yg di dalam saja, > malah lebih suka pakai @gmail.com ;-) Maklum, karena dulu sering > masalah emailnya dan sulit diakses dari luar, makanya pakai yg umum > ;-) > > Kalau ITB mau memberikan layanan "jasa internet" ke umum, perlu banyak > pembenahan pengelolaannya. Apalagi kalau pakai bayar ... wah makin > berat beban layanannya. Pasti dituntut Service Level tinggi juga. > Mungkin belum siap ... kan belum menjadi world class university, baru > mau ke situ ;-) > > ITB begitu besar ya dilihat dari luar? ;-) > > > salam, > > -ai- > > > 2010/5/24 <[email protected]>: >> Rekan-rekan Alumni ITB yth., >> >> Sebelumnya mohon maaf, saya ingin berkeluh-kesah di forum ini, siapa tahu >> ada yang juga merasakan hal yang sama atau ada yang bisa memberikan solusi >> maupun sumbang-saran. Saya kira kalau saja memang betul ITB adalah >> universitas kelas dunia, maka sudah saatnya dan sudah seharusnya ranah >> online dikelola dengan baik -- especially since *technology* is our middle >> name. Sorry, ini normatif saja. >> >> Sekarang alumni ITB -- kecuali yang kerja atau menjadi dosen di ITB -- >> sangat sulit untuk mendapat email address "@....itb.ac.id" semisal >> "@alumni.itb.ac.id", padahal konon "janji virtual"-nya sudah setahun lebih, >> namun tetap tidak ada follow-up dan sosialisasi yang nyata ke alumni. >> Padahal, ini penting sebagai sarana sosialisasi dan otentikasi diri antar >> alumni, bahkan sangat memudahkan universitas untuk menghubungi alumni yang >> ingin berkarya atau menyumbang ke almamater kita tercinta. >> >> Kalaulah kita pikir, apakah wajar alumni ITB pakai email "yahoo.com" untuk >> berinteraksi dengan sesama? Beri sajalah email "@itb.ac.id", kalau harus >> bayar bulanan pun bolehlah! Atau, apakah ITB memang perlu dibantu untuk >> men-setup-nya? Waduh, bukankah "dedengkot IT" sudah banyak dihasilkan ITB? >> >> Institusi pendidikan kelas dunia umumnya (kalau tidak semuanya) selalu punya >> dedicated email untuk alumninya -- kecuali sudah dinyatakan bangkrut, bagian >> IT-nya tidak dikaryakan dengan baik, atau pengelolanya korup (misalnya). >> Bahkan, majalah alumni bulanan dari fakultas terkait di-send ke email >> masing-masing alumni (atau bisa di-download di website) walaupun ybs. sudah >> bertahun-tahun meninggalkan universitas dan berdomisili di luar negeri -- >> dan, oh ya, ada yang dikirim via pos juga! Dan, you know what: it's free, >> mate! >> >> Bila alasannya adalah sulit sekali untuk mendata dan mengotentikasi bahwa >> seseorang adalah benar alumni ITB, waduh, kok minimal 2 bank justru sudah >> bergerak lebih maju dengan kartu kredit alumni? Opo tumon? Quo vadis >> "Teknologi"? >> >> Jadi, bila hal kecil seperti ini tidak juga bisa dipenuhi, mungkin wajar >> saja deh kalau ITB terdepak dari sekian besar universitas dunia, apalagi >> kalau ditambah adanya indikasi bahwa penghasil lumpur terbesar di dunia juga >> pernah menjejakkan kaki di sini. :-) >> >> Salam, >> CA >> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè· êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·
