Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim. ----- Original Message ----- From: "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]>
HARRY S: Saya belum pernah mendengar Islamisasi dengan menggunakan cara food-for-faith, hipnotis, menghamili gadis-gadis non-muslim, membuat gereja di daerah mayoritas muslim (non-muslim cuma 5-6 orang), dst. "Kompetisi" secara fair sih tidak masalah, tapi kalau sudah pakai cara-cara di atas, memang itu namanya mencari gara-gara. -------- Jawaban SM: Kita tidak berkompetisi dengan siapa pun. Bahkan istilah "berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan" bukanlah dalam kontek berkompetisi, melain "Mari kita semua bersama-sama untuk melakukan yang terbaik, tanpa memperdulikan orang lain (jangan mengganggu orang lain dan jangan merasa terganggu dengan tingkah yang bermacam-macam dari orang lain, ikuti saja aliran air, ikuti saja perintah Allah tanpa bertanya-tanya). Zakat yang diwajibkan (standard hidup sebagai muslimiin) salah satunya boleh ditujukkan untuk keperluan "Mu'alaafin fi qulubihim", yaitu untuk "merayu-rayu" agar tidak menjadi momok bagi muslim. Kepada siapa ? Salah satunya kepada orang yang baru masuk Islam, yang masih bimbang, hingga hilanglah rasa bimbangnya. Salah satu lainnya, adalah kepada orang-orang yang sering mengganggu muslim, misalnya orang non muslim, apakah untuk hanya sekedar agar mereka tidak mengganggu atau bahkan agar mereka bisa masuk islam dan melaksanakan perintah Allah. Bukankah ini salah bentuk Food-For-Faith (Triple "F") ? Silahkan dan mari kita melakukan islamisasi dalam semua bidang dengan cara apa pun, dengan syarat, bahwa cara apapun yang kita pakai tidak akan melanggar syariah agama kita. Soal bila kemudian akan orang yang tidak senang atau tidak cocok, itu adalah masalah pendekatan kita yang kita perbaiki. Sekarang sudah saatnya, "biarkan orang lain berdakwah sebagaimana juga berdakwah kepada orang lain". Bila terjadi kemudian orang lain menggunakan cara-cara yang "tidak fair" (tidak adil), "jika tidak sanggup menahan ya kita elakkan saja". Strategi dan taktik melepaskan diri dari serangan musuh haruslah kita persiapkan bukan dengan membentak orang lain agar jangan berdakwah kepada kita. Allah itu hakim yang Maha Adil, mengapa kita tidak mengadu kepada Hakim yang Paling Adil ini ? Bukankah Dia selalu bersama kita ? Bukankah Dia Maha Mendengar walaupun tidak kita lihat telinga-Nya. Demikian wa salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. es-em. Note: Saya ingin memohon maaf kepada seluruh pembaca milis ini atas semua kesalahan dan kekhilafan selama kita bergaul di milis ini. Insha Allah, besok atau lusa tgl, 22/12/2005, saya akan diterbangkan ke Bandara Jeddah dan selanjutnya menuju Mekaah bergabung dengan jemaah dari seluruh dunia untuk melaksanakan Hadi tahun ini. Komonikasi kita, insha Allah, masih dapat kita lakukan via SMS ke +628126431657. _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
