SUARA PEMBARUAN DAILY
----------------------------------------------------------------------------
----

PGI dan KWI Sepakat Tolak Kristenisasi dan Pemurtadan

JAKARTA - Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali
Gereja Indonesia (KWI) sepakat menolak segala bentuk permutadan atau
Kristenisasi yang dilakukan dengan cara intimidasi atau mempengaruhi orang
dengan cara memberikan sesuatu atau iming-iming. Karena cara tersebut sangat
bertentangan dengan prinsip dasar iman Kristen yang menjadi agama kasih bagi
seluruh makhluk.

"Dalam pertemuan ini kami sepakat menolak segala bentuk pemurtadan atau
kristenisasi yang dilakukan dengan cara-cara bertentangan dengan prinsip
dasar iman Kristen seperti memberi iming-iming. Perintah amanat agung untuk
memberitakan injil sudah saatnya disinkronisasi dengan kondisi berbangsa dan
bermasyarakat Indonesia yang pluralis dan majemuk. Memang teks amanat agung
itu mengandung multi-tafsir," ujar Romo Alex Soesili Wijoyo SJ, dari Komisi
Komunikasi Sosial KWI kepada Pembaruan di sela-sela diskusi mengenai Matius
28:16-20 Memahami Amanat Agung, di Jakarta, Sabtu (11/12).

Sementara itu Ketua Umum PGI, Dr Andreas A Yewangoe, mengatakan, semangat
untuk pengabaran Injil berhasil menumbuhkan gereja-geraja di Indonesia.
Teologi misi yang popular adalah bagaimana menamamkan gereja-gereja baru. Di
beberepa bagian Indonesia, penanaman gereja ini tidak mendapat perlawanan
dari masyarakat. Belakangan bertumbuh gereja-gereja suku di hampir sebagian
besar wilayah Nusantara. Namun, hal ini justru menimbulkan perlawanan dan
pertentangan dari komunitas masyarakat lainnya.

"Akhir-akhir ini, ketika kesadaran akan pluralisme masyarakat kita makin
tinggi, dan pemahaman terhadap agama-agama lain makin besar, maka semangat
pengabaran Injil yang secara simpel diartikan sebagai penanaman gereja
dirasa perlu untuk didiskusikan lagi. Sebagaimana kita ketahui, di kalangan
Islam apa yang disebut Kristenisasi menjadi sangat popular akhir-akhir ini,"
ujar Andreas.


Memajukan Dialog

Seakan-akan, hadirnya sebuah jemaat Kristen di suatu tempat yang mayoritas
penduduknya beragama Islam adalah upaya mengkristenkan penduduk yang sudah
menganut agama tertentu. Maka dalam kerangka ini memang layak untuk memahami
kembali makna Matius 28:16-20.

Dalam konteks masyarakat majemuk Indonesia inilah, menurut Andreas, timbul
pertanyaan, apakah maih perlu mengabarkan Injil. "Tidakkah dengan demikian
kita mencederai watak masyarakat majemuk itu," ujarnya. Maka ketimbang
pekabaran Injil, lanjutnya, orang lebih senang memajukan dialog di antara
orang-orang beragama. Tetapi dengan demikian, persoalan yang melekat pada
setiap agama sebagai agama misi belum bisa dipecahkan.

"Dalam kaitan dengan pengabaran Injil, barangkali kita mendiskusikan lebih
mendalam apa persisnya yang dimaksud dengan 'muridkan mereka', atau 'jadikan
sekalian bangsa itu murid-Ku'. Apakah ini berarti sebuah gereja baru akan
didirikan? Atau wujud Kerajaan Allah dinyatakan di dalam berbagai perbuatan
yang menolong orang-orang yang menderita, dan dengan demikian Bapa kita di
surga dipermuliakan," kata Andreas.


Membela Kehidupan

Sedangkan rohaniwan Katolik, Prof Dr BS Mardiatma- dja, SJ mengatakan misi
kehadiran umat Kristus di tengah umat Asia - Indonesia, haruslah bersifat
membela kehidupan, membangun paguyuban tanpa batas, menyatu dengan seluruh
ciptaan, memperbaiki segala yang hancur dan remuk hati.

"Misi para murid Kristus berakar pada realisme bibles bukan idealisme
fundamentalistik, bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dan ia melihat
segalanya bagus.

Di situ para murid Kristus tetap rendah hati namun mewartakan Allah yang
memeluh segala dan semuanya.

Misi harus diarahkan dan dipusatkan pada Kasih yang nyata dan berpihak
kepada seluruh pihak yang menjadi korban, teraniaya dan mendapat perlakukan
tidak adil," ujar Romo Mardi. (E-5)



----------------------------------------------------------------------------
----
Last modified: 12/12/05
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/12/12/Nasional/nas01.htm




---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.859 / Virus Database: 585 - Release Date: 2/14/2005


_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke