Salam,

Sebenarnya bio-bbm sudah dapat diproduksi masal dan teknologinya sudah ada, 
tinggal masalah, mana yang akan disubsidi, bbm dari minyak bumi yang efek 
lanjutannya jelas polusi, atau bio-bbm atau non-bbm yang ramah lingkungan. 
Kenapa pemerintah tidak memberi subsidi kepada bio-bbm? Yah mungkin karena 
salah satunya politik dunia dengan para pengusaha minyak (yang notabene 
terbesar adalah dari timur tengah).. Coba bayangkan jika minyak bumi tidak 
laku, diganti dengan bio-bbm atau energi non-bbm... mana bisa para raja 
minyak itu foya2x lagi....

Tentunya para raja minyak dan pengusaha minyak akan mati-matian menentang 
subsidi dari alternatif bbm. Contohnya Amerika yang justru menetapkan bea 
masuk 100% untuk bio-bbm asal Brasil, tapi untuk bbm asal Timteng justru 
0%..

Brasil saat ini sudah dapat memenuhi kebutuhan bio-bbm dalam negeri dan juga 
mengekspor sisanya... Brasil membuat bio-bbm ini dari gula.... Bagaimana 
Indonesia? tinggal masalah kemauan saja.... Bayangkan.. ditanam di 
Indonesia, diproduksi di Indonesia, disubsidi Pemerintah, ekspor 
kelebihannya..... so apa lagi?

----- Original Message ----- 
From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "hamami" <[EMAIL PROTECTED]>; "is-lam" <[email protected]>
Sent: Monday, June 02, 2008 4:51 PM
Subject: Re: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda dan Mobil Listrik 
SolusiHematBBM


> Sebetulnya berbagai tulisan untuk menolak kenaikan harga BBM sudah saya 
> muat di
> http://infoindonesia.wordpress.com
>
> Cuma seandainya merubah sikap pemerintah itu sulit, minimal kita merubah 
> diri kita sendiri.
>
> Seandainya semua kelompok menengah atas di seluruh dunia memakai sepeda, 
> mobil, kereta api listrik yang tidak memakai BBM, maka BBM tidak akan laku 
> dan harganya turun. Sehingga dampak kenaikan harga BBM di masa depan bisa 
> dikurangi.
>
> Listrik dari mana? Listrik bukan hanya dari BBM (saat ini cuma 30% dari 
> Pembangkit Listrik PLN). PLN selain memakai BBM juga pakai PLTA (Tenaga 
> air), PLTG (gas), batu bara, panas bumi, dsb. Jika ditingkatkan penggunaan 
> energi terbarui seperti matahari dan angin akan lebih baik lagi.
>
> BBM sudah menimbulkan kesengsaraan berulangkali, mencemari lingkungan, dan 
> sebentar lagi habis. Oleh karena itu mari kita bersama2 mensosialisasikan 
> kendaraan non BBM sehingga penggunaan BBM bisa dikurangi sehingga harganya 
> jadi jatuh.
>
> --- On Mon, 6/2/08, hamami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> From: hamami <[EMAIL PROTECTED]>
>> Subject: RE: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda dan Mobil Listrik Solusi 
>> HematBBM
>> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
>> Date: Monday, June 2, 2008, 2:39 AM
>> Sangat mudah bagi yang berkecukupan untuk beralih dari motor
>> atau mobil
>> berbahan bakar bensin ke sepeda atau mobil dengan tenaga
>> listrik, dengan
>> kata lain mereka tinggal beli bila mau.
>>
>> Namun tidak demikian bagi mereka yang serba pas-pasan.
>> Punya motorpun cuma satu hasil kreditan dan digunakan untuk
>> bekerja dan
>> selepas kerja ngojek.
>> Kalaupun punya mobil, mobilpun sudah berumur tua dan itu
>> dipakai sebagai
>> modal usaha.
>>
>> Saran itu mirip dengan bahasa salah seorang pejabat negara
>> kita yang
>> pernah mengatakan "Kalau tidak mampu beli minyak, ya
>> gunakanlah kayu
>> bakar". Itu adalah ucapan yang menyakitkan bagi
>> sebagian kalangan.
>>
>> Kalau kita amati, justeru yang paling merasakan dampak
>> tidak enaknya
>> akibat kenaikan harga BBM ini adalah kaum ekonomi lemah.
>> Bagi mereka yang berkecukupan, mereka relative lebih aman.
>> Bagi
>> pengusaha mereka tinggal menaikkan harga produknya, bagi
>> saudagar mereka
>> tinggal menaikkan harga barang dagangannya.
>> Bagaimana dengan kaum buruh, kuli, dan pekerja informal
>> lainnya?
>> Mungkinkah mereka minta untuk gajih atau upahnya dinaikkan?
>> guna
>> mengimbangi naiknya harga kebutuhan hidupnya sebagai dampak
>> dari naiknya
>> harga BBM?
>> Haruskah mereka selalu berdemonstrasi? Dan itu cara yang
>> paling dapat
>> mereka lakukan.
>>
>> Bagaimana dengan BLT? BLT tak bedanya dengan ponstan,
>> penghilang sakit
>> sesaat.
>>
>> Maka sangat diharapkan, para petinggi pengambil kebijakan
>> dinegara kita
>> ini memiliki empati.
>>
>> Mas Nizami,
>> Sorry, komentar saya ini tidak bermaksud mengecilkan arti
>> info yang Anda
>> sampaikan.
>>
>> Wassalam
>> Hamami
>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke