Alternatif paling feasible sejauh ini adalah Algae Biofuel --- biofuel
yang berasal dari tanaman bersel satu.

Kelebihannya :

1. tidak merusak ekosistem - teknik pembiakan yang unik memungkinkan hal  ini
2. hanya membutuhkan sinar matahari + air + CO2 (dari limbah/asap pabrik)
3. minimum energy input, maximum energy output

Detail :
http://www.youtube.com/watch?v=_ToojK_MJd0

Ingin ikut menjadi salah satu pionirnya ? Dengan pasar global,
walaupun sudah banyak yang lain, tetap masih ada peluang bagi pebisnis
lainnya di bidang ini:
http://earth2tech.com/2008/03/27/15-algae-startups-bringing-pond-scum-to-fuel-tanks/

Mudah2an bisa segera dijual dengan murah :
http://www.ecogeek.org/content/view/1490/70/



Salam, HS



2008/6/3 A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>:
> Kalau Bio BBM berbahaya bu Anggy karena luas tanah untuk perkebunan (baik 
> untuk pangan atau bio BBM) terus berkurang akibat pertambahan jumlah 
> penduduk. 40 tahun lalu penduduk dunia cuma 3 milyar, sekarang 6 milyar 
> lebih. Mereka mengambil lahan kebun/hutan untuk rumah, kantor, pabrik, jalan, 
> dsb. Contohnya di kiri kanan jalan tol sudah berdiri banyak pabrik dan rumah.
>
> Nah kalau kita pakai Bio BBM, bisa2 lahan untuk pertanian untuk makanan kita 
> berkurang dan berubah jadi BBM untuk mobil. Krisis pangan akan lebih menggila 
> lagi.
>
> Ingat saat ini dunia tengah mengalami krisis pangan akibat kekurangan pangan. 
> Jika ada, harganya meroket.
>
> BIO BBM akan memperparah hal ini.
>
> Ada alternatif lain seperti energi terbarui. Misalnya panas bumi, tenaga 
> matahari, angin, air, dsb.
>
>
> --- On Mon, 6/2/08, Anggy I Arista <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> From: Anggy I Arista <[EMAIL PROTECTED]>
>> Subject: Re: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda dan Mobil Listrik 
>> SolusiHematBBM
>> To: [email protected]
>> Date: Monday, June 2, 2008, 3:10 AM
>> Salam,
>>
>> Sebenarnya bio-bbm sudah dapat diproduksi masal dan
>> teknologinya sudah ada,
>> tinggal masalah, mana yang akan disubsidi, bbm dari minyak
>> bumi yang efek
>> lanjutannya jelas polusi, atau bio-bbm atau non-bbm yang
>> ramah lingkungan.
>> Kenapa pemerintah tidak memberi subsidi kepada bio-bbm? Yah
>> mungkin karena
>> salah satunya politik dunia dengan para pengusaha minyak
>> (yang notabene
>> terbesar adalah dari timur tengah).. Coba bayangkan jika
>> minyak bumi tidak
>> laku, diganti dengan bio-bbm atau energi non-bbm... mana
>> bisa para raja
>> minyak itu foya2x lagi....
>>
>> Tentunya para raja minyak dan pengusaha minyak akan
>> mati-matian menentang
>> subsidi dari alternatif bbm. Contohnya Amerika yang justru
>> menetapkan bea
>> masuk 100% untuk bio-bbm asal Brasil, tapi untuk bbm asal
>> Timteng justru
>> 0%..
>>
>> Brasil saat ini sudah dapat memenuhi kebutuhan bio-bbm
>> dalam negeri dan juga
>> mengekspor sisanya... Brasil membuat bio-bbm ini dari
>> gula.... Bagaimana
>> Indonesia? tinggal masalah kemauan saja.... Bayangkan..
>> ditanam di
>> Indonesia, diproduksi di Indonesia, disubsidi Pemerintah,
>> ekspor
>> kelebihannya..... so apa lagi?
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: "hamami" <[EMAIL PROTECTED]>;
>> "is-lam" <[email protected]>
>> Sent: Monday, June 02, 2008 4:51 PM
>> Subject: Re: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda dan Mobil
>> Listrik
>> SolusiHematBBM
>>
>>
>> > Sebetulnya berbagai tulisan untuk menolak kenaikan
>> harga BBM sudah saya
>> > muat di
>> > http://infoindonesia.wordpress.com
>> >
>> > Cuma seandainya merubah sikap pemerintah itu sulit,
>> minimal kita merubah
>> > diri kita sendiri.
>> >
>> > Seandainya semua kelompok menengah atas di seluruh
>> dunia memakai sepeda,
>> > mobil, kereta api listrik yang tidak memakai BBM, maka
>> BBM tidak akan laku
>> > dan harganya turun. Sehingga dampak kenaikan harga BBM
>> di masa depan bisa
>> > dikurangi.
>> >
>> > Listrik dari mana? Listrik bukan hanya dari BBM (saat
>> ini cuma 30% dari
>> > Pembangkit Listrik PLN). PLN selain memakai BBM juga
>> pakai PLTA (Tenaga
>> > air), PLTG (gas), batu bara, panas bumi, dsb. Jika
>> ditingkatkan penggunaan
>> > energi terbarui seperti matahari dan angin akan lebih
>> baik lagi.
>> >
>> > BBM sudah menimbulkan kesengsaraan berulangkali,
>> mencemari lingkungan, dan
>> > sebentar lagi habis. Oleh karena itu mari kita
>> bersama2 mensosialisasikan
>> > kendaraan non BBM sehingga penggunaan BBM bisa
>> dikurangi sehingga harganya
>> > jadi jatuh.
>> >
>> > --- On Mon, 6/2/08, hamami
>> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> >> From: hamami <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> Subject: RE: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda
>> dan Mobil Listrik Solusi
>> >> HematBBM
>> >> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
>> >> Date: Monday, June 2, 2008, 2:39 AM
>> >> Sangat mudah bagi yang berkecukupan untuk beralih
>> dari motor
>> >> atau mobil
>> >> berbahan bakar bensin ke sepeda atau mobil dengan
>> tenaga
>> >> listrik, dengan
>> >> kata lain mereka tinggal beli bila mau.
>> >>
>> >> Namun tidak demikian bagi mereka yang serba
>> pas-pasan.
>> >> Punya motorpun cuma satu hasil kreditan dan
>> digunakan untuk
>> >> bekerja dan
>> >> selepas kerja ngojek.
>> >> Kalaupun punya mobil, mobilpun sudah berumur tua
>> dan itu
>> >> dipakai sebagai
>> >> modal usaha.
>> >>
>> >> Saran itu mirip dengan bahasa salah seorang
>> pejabat negara
>> >> kita yang
>> >> pernah mengatakan "Kalau tidak mampu beli
>> minyak, ya
>> >> gunakanlah kayu
>> >> bakar". Itu adalah ucapan yang menyakitkan
>> bagi
>> >> sebagian kalangan.
>> >>
>> >> Kalau kita amati, justeru yang paling merasakan
>> dampak
>> >> tidak enaknya
>> >> akibat kenaikan harga BBM ini adalah kaum ekonomi
>> lemah.
>> >> Bagi mereka yang berkecukupan, mereka relative
>> lebih aman.
>> >> Bagi
>> >> pengusaha mereka tinggal menaikkan harga
>> produknya, bagi
>> >> saudagar mereka
>> >> tinggal menaikkan harga barang dagangannya.
>> >> Bagaimana dengan kaum buruh, kuli, dan pekerja
>> informal
>> >> lainnya?
>> >> Mungkinkah mereka minta untuk gajih atau upahnya
>> dinaikkan?
>> >> guna
>> >> mengimbangi naiknya harga kebutuhan hidupnya
>> sebagai dampak
>> >> dari naiknya
>> >> harga BBM?
>> >> Haruskah mereka selalu berdemonstrasi? Dan itu
>> cara yang
>> >> paling dapat
>> >> mereka lakukan.
>> >>
>> >> Bagaimana dengan BLT? BLT tak bedanya dengan
>> ponstan,
>> >> penghilang sakit
>> >> sesaat.
>> >>
>> >> Maka sangat diharapkan, para petinggi pengambil
>> kebijakan
>> >> dinegara kita
>> >> ini memiliki empati.
>> >>
>> >> Mas Nizami,
>> >> Sorry, komentar saya ini tidak bermaksud
>> mengecilkan arti
>> >> info yang Anda
>> >> sampaikan.
>> >>
>> >> Wassalam
>> >> Hamami
>> >>
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke