Kalau Bio BBM berbahaya bu Anggy karena luas tanah untuk perkebunan (baik untuk pangan atau bio BBM) terus berkurang akibat pertambahan jumlah penduduk. 40 tahun lalu penduduk dunia cuma 3 milyar, sekarang 6 milyar lebih. Mereka mengambil lahan kebun/hutan untuk rumah, kantor, pabrik, jalan, dsb. Contohnya di kiri kanan jalan tol sudah berdiri banyak pabrik dan rumah.
Nah kalau kita pakai Bio BBM, bisa2 lahan untuk pertanian untuk makanan kita berkurang dan berubah jadi BBM untuk mobil. Krisis pangan akan lebih menggila lagi. Ingat saat ini dunia tengah mengalami krisis pangan akibat kekurangan pangan. Jika ada, harganya meroket. BIO BBM akan memperparah hal ini. Ada alternatif lain seperti energi terbarui. Misalnya panas bumi, tenaga matahari, angin, air, dsb. --- On Mon, 6/2/08, Anggy I Arista <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Anggy I Arista <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda dan Mobil Listrik > SolusiHematBBM > To: [email protected] > Date: Monday, June 2, 2008, 3:10 AM > Salam, > > Sebenarnya bio-bbm sudah dapat diproduksi masal dan > teknologinya sudah ada, > tinggal masalah, mana yang akan disubsidi, bbm dari minyak > bumi yang efek > lanjutannya jelas polusi, atau bio-bbm atau non-bbm yang > ramah lingkungan. > Kenapa pemerintah tidak memberi subsidi kepada bio-bbm? Yah > mungkin karena > salah satunya politik dunia dengan para pengusaha minyak > (yang notabene > terbesar adalah dari timur tengah).. Coba bayangkan jika > minyak bumi tidak > laku, diganti dengan bio-bbm atau energi non-bbm... mana > bisa para raja > minyak itu foya2x lagi.... > > Tentunya para raja minyak dan pengusaha minyak akan > mati-matian menentang > subsidi dari alternatif bbm. Contohnya Amerika yang justru > menetapkan bea > masuk 100% untuk bio-bbm asal Brasil, tapi untuk bbm asal > Timteng justru > 0%.. > > Brasil saat ini sudah dapat memenuhi kebutuhan bio-bbm > dalam negeri dan juga > mengekspor sisanya... Brasil membuat bio-bbm ini dari > gula.... Bagaimana > Indonesia? tinggal masalah kemauan saja.... Bayangkan.. > ditanam di > Indonesia, diproduksi di Indonesia, disubsidi Pemerintah, > ekspor > kelebihannya..... so apa lagi? > > ----- Original Message ----- > From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> > To: "hamami" <[EMAIL PROTECTED]>; > "is-lam" <[email protected]> > Sent: Monday, June 02, 2008 4:51 PM > Subject: Re: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda dan Mobil > Listrik > SolusiHematBBM > > > > Sebetulnya berbagai tulisan untuk menolak kenaikan > harga BBM sudah saya > > muat di > > http://infoindonesia.wordpress.com > > > > Cuma seandainya merubah sikap pemerintah itu sulit, > minimal kita merubah > > diri kita sendiri. > > > > Seandainya semua kelompok menengah atas di seluruh > dunia memakai sepeda, > > mobil, kereta api listrik yang tidak memakai BBM, maka > BBM tidak akan laku > > dan harganya turun. Sehingga dampak kenaikan harga BBM > di masa depan bisa > > dikurangi. > > > > Listrik dari mana? Listrik bukan hanya dari BBM (saat > ini cuma 30% dari > > Pembangkit Listrik PLN). PLN selain memakai BBM juga > pakai PLTA (Tenaga > > air), PLTG (gas), batu bara, panas bumi, dsb. Jika > ditingkatkan penggunaan > > energi terbarui seperti matahari dan angin akan lebih > baik lagi. > > > > BBM sudah menimbulkan kesengsaraan berulangkali, > mencemari lingkungan, dan > > sebentar lagi habis. Oleh karena itu mari kita > bersama2 mensosialisasikan > > kendaraan non BBM sehingga penggunaan BBM bisa > dikurangi sehingga harganya > > jadi jatuh. > > > > --- On Mon, 6/2/08, hamami > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > >> From: hamami <[EMAIL PROTECTED]> > >> Subject: RE: [is-lam] 1 Km hanya Rp 10 - Sepeda > dan Mobil Listrik Solusi > >> HematBBM > >> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected] > >> Date: Monday, June 2, 2008, 2:39 AM > >> Sangat mudah bagi yang berkecukupan untuk beralih > dari motor > >> atau mobil > >> berbahan bakar bensin ke sepeda atau mobil dengan > tenaga > >> listrik, dengan > >> kata lain mereka tinggal beli bila mau. > >> > >> Namun tidak demikian bagi mereka yang serba > pas-pasan. > >> Punya motorpun cuma satu hasil kreditan dan > digunakan untuk > >> bekerja dan > >> selepas kerja ngojek. > >> Kalaupun punya mobil, mobilpun sudah berumur tua > dan itu > >> dipakai sebagai > >> modal usaha. > >> > >> Saran itu mirip dengan bahasa salah seorang > pejabat negara > >> kita yang > >> pernah mengatakan "Kalau tidak mampu beli > minyak, ya > >> gunakanlah kayu > >> bakar". Itu adalah ucapan yang menyakitkan > bagi > >> sebagian kalangan. > >> > >> Kalau kita amati, justeru yang paling merasakan > dampak > >> tidak enaknya > >> akibat kenaikan harga BBM ini adalah kaum ekonomi > lemah. > >> Bagi mereka yang berkecukupan, mereka relative > lebih aman. > >> Bagi > >> pengusaha mereka tinggal menaikkan harga > produknya, bagi > >> saudagar mereka > >> tinggal menaikkan harga barang dagangannya. > >> Bagaimana dengan kaum buruh, kuli, dan pekerja > informal > >> lainnya? > >> Mungkinkah mereka minta untuk gajih atau upahnya > dinaikkan? > >> guna > >> mengimbangi naiknya harga kebutuhan hidupnya > sebagai dampak > >> dari naiknya > >> harga BBM? > >> Haruskah mereka selalu berdemonstrasi? Dan itu > cara yang > >> paling dapat > >> mereka lakukan. > >> > >> Bagaimana dengan BLT? BLT tak bedanya dengan > ponstan, > >> penghilang sakit > >> sesaat. > >> > >> Maka sangat diharapkan, para petinggi pengambil > kebijakan > >> dinegara kita > >> ini memiliki empati. > >> > >> Mas Nizami, > >> Sorry, komentar saya ini tidak bermaksud > mengecilkan arti > >> info yang Anda > >> sampaikan. > >> > >> Wassalam > >> Hamami > >> > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server01.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
