INA memang mayor Muslim, yg byk dgn kegiatan religius, pengajian .. dlsbgnya. 
tapi gak bisa begitu setiap ada keganjilan lalu yg ditengok bgmn Islam? baiknya 
berpegang pd kaidah bahwa itu adlh sunatullah. betapun buruk pola pengajaran 
Islam, mengapa banyak juga yg baik? bisa jadi yg baik itu jauuuuh lebih banyak 
kuantitasnya, yg hanya takut riya' mereka tak mau tunjukkan dirinya.
 
kalo setiap kegagalan disandarkan pd (pengajaran) Islam yg kurang tepat, 
menurut pandangan kita misalnya, khawatirnya suatu saat akan muncul kesimpulan 
Islam gak applicable buat dunia. sdh dimodelkan berbagai variasi pd 
ratusan generasi masih ada keganjilan.
 
jauh sebelum 'mengevalausi' bgmana Islam itu diajarkan, yg paling pertama 
baiknya tengok adlh sebrp jauh emak-bapaknya perhatikan anaknya, lalu 
masyarakat sekitarnya termasuk para guru. dan jgn lupa satu hal lagi, bahwa 
kaum kafir (harb) itu makhluk yg paling benci dgn ummat Islam maka cara apapun 
akan mereka lakukan agar Islam hancur.
 
 
salam,
Fahru

--- On Fri, 6/13/08, A. Dharmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: A. Dharmawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Penyakit sosial baru...
To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
Date: Friday, June 13, 2008, 11:55 AM






Kefakiran  menumbuhkan kekufuran....begitulah ketetapan yang berlaku.
Semakin hari...semakin banyak bermunculan Penyakit-penyakit sosial baru di 
Indonesia. ini memang sangat mengherankan....mengapa di balik jumlahnya yang 
mengaku religius (islam),,,tapi seolah-olah  jiwa keagamaan tidak mampu 
mengarahkan  Akhlak dan moral bangsa kearah yang benar.....
 
mengapa ????
 
wassalam
Agung
 
 

Geng Nero Resahkan Warga Pati, Jawa Tengah 
 


 


[ Jum'at, 13 Juni 2008 ] 
Geng Nero Resahkan Warga Pati, Jawa Tengah 


Suka Hajar Siswi SMP dan Merekamnya 

Sebuah kelompok remaja putri yang menamakan diri Geng Nero menggegerkan Kota 
Pati, Jawa Tengah. Orang tua yang memiliki anak perempuan yang masih duduk di 
bangku SMP pun cemas.

Sebab, geng itu disebut-sebut suka menganiaya remaja putri, terutama yang masih 
SMP, tanpa alasan jelas. Parahnya, penganiayaan tersebut mereka rekam lewat 
video telepon seluler (ponsel), kemudian disebarkan.

Dalam sebuah rekaman video ponsel yang sudah beredar, terlihat sekelompok 
remaja putri anggota Geng Nero menampar korbannya berulang-ulang. Dari latar 
belakang rekaman itu, diduga penganiayaan dilakukan di sebuah gang.

Beberapa korban yang berani mengungkapkan kelakuan Geng Nero adalah WD dan L, 
keduanya berusia 14 tahun, siswi kelas IX sebuah SMP di Kecamatan Juwana. Saat 
diwawancarai di rumahnya di kawasan Juwana kemarin, keduanya mengaku tidak tahu 
alasan dirinya diperlakuan kasar seperti itu. ''Tiba-tiba saja empat orang 
menggelandang saya. Mereka mengaku dari Geng Nero, kemudian menampar saya 
berkali-kali,'' ungkap WD.

Menurut dia, penganiayaan itu mereka lakukan setelah menggelandang dirinya ke 
sebuah tambak di Desa Bajomulyo, Juwana. Di tambak itu, keempat anggota Geng 
Nero menampar bergantian. WD tidak berani menanyakan alasan mereka menampar, 
apalagi melawan. ''Mereka berempat, sedangkan saya sendirian,'' ujarnya.

Setelah kejadian itu, dia tidak pernah bertemu lagi dengan para penganiayanya 
tersebut. WD pun hanya berani bercerita kepada ibunya. Namun, kisah 
penganiayaan itu pun akhirnya beredar setelah muncul rekaman video ponsel 
tersebut.

Korban lain adalah putri LK, warga Desa Growong Lor. Semula, dia tidak tahu 
bahwa anaknya telah menjadi korban Geng Nero. Salah seorang tetangganya yang 
justru menceritakan hal itu.

Berdasar informasi tersebut, dia lantas ''menginterogasi'' sang anak. ''Awalnya 
anak saya tidak mau mengaku. Tapi, setelah saya tunjukkan video rekaman yang 
beredar di ponsel, akhirnya dia mengaku,'' katanya kemarin. 

Berdasar rekaman tersebut dan pengakuan anaknya, LK melapor ke polisi kemarin. 
Sejauh ini, belum diketahui pasti pemimpin geng itu dan para anggotanya.

LK menceritakan, awalnya anaknya diundang dua teman sekolahnya ke suatu tempat. 
Tidak tahunya, dua temannya tersebut sudah dihajar Geng Nero. ''Setelah anak 
saya menyusul, ganti anak saya dipukul. Begitu saja yang diceritakan. 
Selebihnya tidak tahu pasti,'' ujarnya.

Menurut kabar yang beredar mengenai motivasi Geng Nero, mereka tidak suka bila 
ada anak perempuan lain yang menyaingi dan melebihi apa yang dimiliki Geng 
Nero. Misalnya, soal pakaian, gaya rambut, atau penampilan lain. (ris/jpnn/ruk)

 
 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke