Hmmm, Bung Alkhori, sudahlah mas, anda terlalu memaksakan pemahaman anda kepada 
muslim lain tampa mau mempelajari pemahaman muslim lain. Silahkan anda 
Sebaiknya di baca lagi al-Qur'an, as-Sunnah dan Sejarah Islam, tetapi tidak 
cukup sampai disitu, mendakwahkan saja tidaklah cukup tampa mengamalkannya. 
betul sekali apa yang disampaikan AFR tentang surat At Taubah,.. Walaupun Islam 
itu di ambil dari kata dasar Salam tetapi untuk mendapatkan salam itu toh ada 
pengorbanannya, ada jerih payahnya, ada perjuangannya. Dan kesemuanya itu 
bersifat kondisional... Jika anda tinggal di suatu negeri yang mana anda 
didiskriminasi karna anda beragama Islam, apakah anda akan merasakan Damai. 
Apalagi apabila hak-hak dan kesempatan anda dijajah, tentu anda akan mengangkat 
senjata. Sekedar info,,, kita umat muslim Indonesia sampai sekarang belum 
merdeka secara syariat. Kita di ikat oleh aturan-aturan yang merupakan produk 
non Islam. Satu contoh saja tentang Undang-undang anti pornografi yang baru 
saja dilaunching...
Kita sama melihat bagaimana orang-orang Munafik menentangnya, Padahal 
penentangan itu belum tentu juga menguntungkan mereka. Dalam hal tersebut 
mereka menyampaikan pesan mereka kepada kita,,,.... bahwa sampai kapanpun 
mereka tidak akan berhenti memusuhi umat Islam.
  ----- Original Message ----- 
  From: AFR 
  To: [email protected] ; Alkhori M 
  Sent: Monday, September 29, 2008 12:45 PM
  Subject: Re: [is-lam] Bom Bali dan Fiqih Innovative --c2|


        Alkhori M:

Mari dikaji lagi, sejak kecil itu, apa saja yang diajari USTADZ sehingga,kalau 
bukan MUSLIM yang lain adalah KAFIR, harus diENYAHKAN dari BUMI ini ?Kalau itu 
yang dijejali sejak kecil hingga sekarang, maka tidaklah aneh,kalau yang ada 
diKEPALA adalah KEBENCIAN.<<
        Allah SWT mencipta segala itu berpasangan demikian ada benci & sayang, 
ada materi, ada anti-materi. ada muslim, tentu juga anti-muslim adlh kafir, 
yaitu org tertuutp hidayah Allah SWT akan Islam. 

        istilah kafir, syirik, munafik dlsbgnya sendiri pun bukan ciptaan 
manusia, Allah SWT yg mengenalkannya. manusia tak pernah bisa mencipta apapun 
utk dirinya sendiri kecuali memakainya. demikian penamaan tiap2 sesuai, itu 
karunia Allah SWT yg sangat luar biasa pd bani Adam (manusia). 

        sifat benci dan sayang itu tak boleh dihapus salah satunya, namun mesti 
dialokasi yg bener. contoh, kalo ada org laki bukan muhrim temui istri 
berkali-kali saat suami ghaib, akan direlakankah dgn dalih sangka baik? 
sementara ada seruan jgn dekati zina?

        sama saja pendekatan ttg fitnah yg menimpa ummat Islam. apa setiap ada 
berita buruk lalu grusa-grusu diterima begitu saja? ingatkan saja, dlm term 
istilah kafir saja tidak selalu buruk bg org2 non-muslim. kaifr pun ada harb & 
dzimn, shg muslim tak boleh memusuhi mereka semua melainkan lindungi & jaga 
salah satunya.

        Alkhori M, 
        kalo antum terbilang rajin baca Qur'an sgbmna menghimbau pd semua 
ihkwan muslim, apa antum pernah baca surat at-Taubah? satu-satunya yg tidak 
diawali basmallah. apa pendapat antum ttg isi ayat2 disana? kalo antum tinggal 
di lingkungan damai, aman hidup berdampingan bersama kaum kafir, masih perlukah 
surat itu ada dlm Qur'an? mengeyah kata kafir saja itu upaya penghapusan ayat 
ilahi, apalagi surat.



        salam,
        Fahru

        --- On Mon, 9/29/08, Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: RE: [is-lam] Bom Bali dan Fiqih Innovative --c|
          To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
          Date: Monday, September 29, 2008, 8:24 AM


Sebaiknya di baca lagi al-Qur'an, as-Sunnah dan Sejarah Islam. Disampingdibaca 
juga mengerti artinya dan yang lebih penting lagi diamalkan sesuaidengan 
panutan nabi Muhammad SAW.Setiap hari dibaca Bismillah ar Rahmaan ar Rahiim, 
rupanya ucapan itu tidakter-ukir di HATI, tidak terpantulkan di AMAL-an, 
sehingga yangter-PANCAR-kan adalah hanya rasa ke-BENCI-an, BENCI dan BENCI dan 
BENCI,subhanallah, apakah hanya itu yang dipelajari dari Islam dari kecil 
hinggaGAEK malahan BANGKOTAN,
 astaghfirullah.Mari dikaji lagi, sejak kecil itu, apa saja yang diajari USTADZ 
sehingga,kalau bukan MUSLIM yang lain adalah KAFIR, harus diENYAHKAN dari BUMI 
ini ?Kalau itu yang dijejali sejak kecil hingga sekarang, maka tidaklah 
aneh,kalau yang ada diKEPALA adalah KEBENCIAN.Mari ciptakan KEDAMAIAN, dimana 
orang muslim berada disitu DAMAI pasti ada,dimana MUSLIM berSUJUD, disitulah 
BAHAGIA ter-WUJUD. Dan itu sudah banyakyang saya dapati di daerah daerah atau 
di negara negara yang demikian.Mampukah kita, terserah pribadi masing masing, 
apa yang dipelajari sewaktukecil, Islam damai atau Islam yang lagi perang ? 
Wallahu a'lam. Alkhori MAlkhor CommunityQatar-----Original Message-----From: 
[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of AFRSent: Sunday, 
September 28, 2008 8:53 PMTo: [EMAIL PROTECTED]: Re: [is-lam] Bom Bali
 dan Fiqih Innovative --c|oleh karena itu mas Hary, umat Islam itu baiknya gak 
usah banyak omong dgnperistiwa bom Bali, Marriot, Kuningan, FPI dlsbgnya. 
---kafir harb.kafir harb itu tidaklah goblok2 amat bgmana mencipta suatu 
keadaan ygkondusif agar dapat tercipta kekerasan dgn tujuan menghancurkan 
sistem ygmereka benci (Islam). pelaku kekerasan boleh tertangkap dgn bukti & 
saksi yg kuat, berikut IDmereka dr golongan mana & apa yg meraka lakukan selama 
ini, disidang &laludivonis. sebenarnya mereka hanyalah operator2 'jujur & 
polos' ygmungkintidak menyadari bhw dirinya tlh dikondisikan demikian oleh 
suatu jaringanintelejen. bahkan mungkin tak mustahil mereka tidak menyadari 
jika akibattindakannya itu blunder bg ummat Islam yg lain (kalau bukan 
keseluruhan). sementara kafir harb juga kuasai jaringan informasi, awam pembaca 
beritagampang saja dikondisikan
 sedemikian rupa agr pandangan/opini merekamengarah pd objek lawan yg mereka 
benci. pada sbgian org yg sdh terjebakkekaguman kecanggihan teknologi mereka, 
maka apapun bukti/klaim tuduhan ygmereka ungkap di media, niscaya mereka 
percaya.  mari interospeksi diri.muslim dgn kasus2 kekerasan yg pernah ada, dgn 
suka/tidak itu diarahkanpenistaan (ajaran) ummat Islam hanya punya 1 sikap dari 
3 kemungkinan:membenci, setuju atw diam. terserah mau menilai apa pd yg setuju, 
yg pasti mereka punya pandangan dalilsendiri. bisa sangat kuat atw sangat lemah 
memahami dalilnya tergantungmasing2 org. pd yg diam, mereka bukanlah termasuk 
org2 yg grusa-grusu memvonis pelakukekerasan itu spt apa. kekerasan identik dgn 
perang. terlepas tindakkekerasan itu jelek/tidak, kalau melihat sasarannya 
terarah pd para pelakukemaksiatan ya maklum saja. plg tidak di situ ada harapan 
agar lajukerusakan moral
 masyarakat terhenti. sekalipun efeknya adlh tuduhan pdajaran aqidah, tapi 
tidak risau sebab tuduhan itu bukan hal buruk bahkanbaik. kenapa? sebab tak 
semua org (kafir) setuju dgn tuduhan buruk. sebagianmereka malah akan ada yg 
ingin tahu spt apa ajaran Islam, lalu terbukarahmat Allah SWT. sedang bagi yg 
membenci, justru mereka ini cenderung menjadi org munafik.perang/kekerasan itu 
sesuatu yg scr fitrah dibenci setiap org, tapi Islamtak boleh mematikan jiwa 
perang walau dlm keadaan damai sekalipun. kalausorg muslim tak punya sedikit 
mental perang, bisa dipastikan ketika tahu byksaudara muslim yg terbantai di 
tempat, mereka tak akan peduli. impoten!ukhuwah Islam itu tidak dibatasi 
teritorial negara. dari sikap benci pd kelakuan saudara muslim yg bertindak 
keras'terarah' ituberkonskuensi: berantem dgn saudara sendiri yg tak sepaham 
dgn dirinya, atwberjuang melakukan klarifikasi menghadapi
 (tuduhan) kafirin. benci-bencilahsana, asal bisa milih benci yg baik ... 
:)motto intelejen.ini dari kawan, motto intelejen itu simple: menyuruh tanpa 
menyeru. olehkarenanya sangat sulit melacak keterlibatan mereka. tipu daya 
mereka teramatlicik karena nyaris tanpa bukti. hanya daya talar & pijakan 
berpikir sajaygbisa mengetahui siapa biangnya. kaidah pengadilan yg bertumpu pd 
bukti &alibi + asas praduga tak bersalah makin tak mudah dibuktikan. jiwa 
intelejen sendiri sangat diacungi jempol, rela berkorban asal misitercapai. 
ditembak matipun gak masalah demi tugas asal anak istri ada ygngurusi ... 
:Psalam,Fahru--- On Sun, 9/28/08, Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:> 
From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]>> Subject: Re: [is-lam] Bom Bali dan 
Fiqih Innovative> To: [email protected]> Date: Sunday, September
 28, 2008, 6:02 AM> 2008/9/28 Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>:> > Tidak ada hujan 
tidak ada angin, koq tiba tiba ada> > BOM BALI, ada BOM Marriot> > Sepertinya 
Anda tidak tahu situasi di Indonesia pada saat> ini.> > Situasi pada saat ini 
cukup mengenaskan. Pada banyak> bidang, umat> Islam terpinggirkan / menjadi 
obyek penderita. Secara> ekonomi, negara> ini juga cukup parah situasinya.> > 
Lalu rakyat melihat berbagai hal seperti kasus Ambon, yang> terdeteksi> ada 
banyak campur tangan asing disitu. Sumber minyak dan> gas dicaplok> oleh asing, 
dengan skema bagi hasil yang kadang mencapai 0> (nol)> persen utk Indonesia. 
Dst.> > Ini adalah situasi yang ekstrim. Sehingga, cenderung akan> memunculkan> 
reaksi yang ekstrim.> > Anyway, bahkan insiden seperti bom Bali
 yang Anda sebutkan> itupun> sebetulnya mungkin bukan murni reaksi para 
ekstrimis.> > Saya masih ingat betul, ada beberapa berita di Republika> (tapi 
tidak> dimunculkan oleh koran-koran lainnya), mengenai bagaimana> saksi utama> 
bom Bali diboyong dalam keadaan sehat oleh agen-agen> pemerintah> Australia, 
dan dikembalikan dalam bentuk abu (sudah di> kremasi).> Sehingga kasus bom Bali 
tersebut kehilangan sumber> informasi utamanya.> > Apalagi ketika sedang 
heboh-hebohnya Propaganda Al-Qaeda> oleh> pemerintah Amerika beberapa waktu 
yang lalu. Aparat jadi> banyak> memperlakukan aktivis muslim secara 
semena-mena, dengan> dukungan PENUH> dari pemerintah Amerika.> > Kawan saya 
sendiri ada yang diculik aparat selama> berbulan-bulan,> sampai keluarganya 
sudah pasrah terhadap nasibnya. Dan
 saya> dengar dia> tidak sendirian mengalami hal tersebut.> > Dan, ini baru 
secuplik kecil berbagai kejadian di Indonesia> selama> beberapa tahun terakhir 
ini.> > Jadi, kemunculan para ekstrimis ini sangat bisa dipahami.> Walaupun> 
tentu saja tetap tidak boleh kita benarkan.> > > Salam, HS> 
_______________________________________________> Is-lam mailing list> 
[email protected]> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam  
    _______________________________________________Is-lam mailing [EMAIL 
PROTECTED]://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam 




------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  Is-lam mailing list
  [email protected]
  http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke