oleh karena itu mas Hary, umat Islam itu baiknya gak usah banyak omong dgn 
peristiwa bom Bali, Marriot, Kuningan, FPI dlsbgnya. 
---

kafir harb.

kafir harb itu tidaklah goblok2 amat bgmana mencipta suatu keadaan yg kondusif 
agar dapat tercipta kekerasan dgn tujuan menghancurkan sistem yg mereka benci 
(Islam). 

pelaku kekerasan boleh tertangkap dgn bukti & saksi yg kuat, berikut ID mereka 
dr golongan mana & apa yg meraka lakukan selama ini, disidang & lalu divonis. 
sebenarnya mereka hanyalah operator2 'jujur & polos' yg mungkin tidak menyadari 
bhw dirinya tlh dikondisikan demikian oleh suatu jaringan intelejen. bahkan 
mungkin tak mustahil mereka tidak menyadari jika akibat tindakannya itu blunder 
bg ummat Islam yg lain (kalau bukan keseluruhan). 

sementara kafir harb juga kuasai jaringan informasi, awam pembaca berita 
gampang saja dikondisikan sedemikian rupa agr pandangan/opini mereka mengarah 
pd objek lawan yg mereka benci. pada sbgian org yg sdh terjebak kekaguman 
kecanggihan teknologi mereka, maka apapun bukti/klaim tuduhan yg mereka ungkap 
di media, niscaya mereka percaya.  


mari interospeksi diri.

muslim dgn kasus2 kekerasan yg pernah ada, dgn suka/tidak itu diarahkan 
penistaan (ajaran) ummat Islam hanya punya 1 sikap dari 3 kemungkinan: 
membenci, setuju atw diam. 

terserah mau menilai apa pd yg setuju, yg pasti mereka punya pandangan dalil 
sendiri. bisa sangat kuat atw sangat lemah memahami dalilnya tergantung masing2 
org. 

pd yg diam, mereka bukanlah termasuk org2 yg grusa-grusu memvonis pelaku 
kekerasan itu spt apa. kekerasan identik dgn perang. terlepas tindak kekerasan 
itu jelek/tidak, kalau melihat sasarannya terarah pd para pelaku kemaksiatan ya 
maklum saja. plg tidak di situ ada harapan agar laju kerusakan moral masyarakat 
terhenti. sekalipun efeknya adlh tuduhan pd ajaran aqidah, tapi tidak risau 
sebab tuduhan itu bukan hal buruk bahkan baik. kenapa? sebab tak semua org 
(kafir) setuju dgn tuduhan buruk. sebagian mereka malah akan ada yg ingin tahu 
spt apa ajaran Islam, lalu terbuka rahmat Allah SWT. 

sedang bagi yg membenci, justru mereka ini cenderung menjadi org munafik. 
perang/kekerasan itu sesuatu yg scr fitrah dibenci setiap org, tapi Islam tak 
boleh mematikan jiwa perang walau dlm keadaan damai sekalipun. kalau sorg 
muslim tak punya sedikit mental perang, bisa dipastikan ketika tahu byk saudara 
muslim yg terbantai di tempat, mereka tak akan peduli. impoten! ukhuwah Islam 
itu tidak dibatasi teritorial negara. 

dari sikap benci pd kelakuan saudara muslim yg bertindak keras 'terarah' itu 
berkonskuensi: berantem dgn saudara sendiri yg tak sepaham dgn dirinya, atw 
berjuang melakukan klarifikasi menghadapi (tuduhan) kafirin. benci-bencilah 
sana, asal bisa milih benci yg baik ... :)


motto intelejen.

ini dari kawan, motto intelejen itu simple: menyuruh tanpa menyeru. oleh 
karenanya sangat sulit melacak keterlibatan mereka. tipu daya mereka teramat 
licik karena nyaris tanpa bukti. hanya daya talar & pijakan berpikir saja yg 
bisa mengetahui siapa biangnya. kaidah pengadilan yg bertumpu pd bukti & alibi 
+ asas praduga tak bersalah makin tak mudah dibuktikan. 

jiwa intelejen sendiri sangat diacungi jempol, rela berkorban asal misi 
tercapai. ditembak matipun gak masalah demi tugas asal anak istri ada yg 
ngurusi ... :P



salam,
Fahru

--- On Sun, 9/28/08, Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [is-lam] Bom Bali dan Fiqih Innovative
> To: [email protected]
> Date: Sunday, September 28, 2008, 6:02 AM
> 2008/9/28 Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>:
> > Tidak ada hujan tidak ada angin, koq tiba tiba ada
> > BOM BALI, ada BOM Marriot
> 
> Sepertinya Anda tidak tahu situasi di Indonesia pada saat
> ini.
> 
> Situasi pada saat ini cukup mengenaskan. Pada banyak
> bidang, umat
> Islam terpinggirkan / menjadi obyek penderita. Secara
> ekonomi, negara
> ini juga cukup parah situasinya.
> 
> Lalu rakyat melihat berbagai hal seperti kasus Ambon, yang
> terdeteksi
> ada banyak campur tangan asing disitu. Sumber minyak dan
> gas dicaplok
> oleh asing, dengan skema bagi hasil yang kadang mencapai 0
> (nol)
> persen utk Indonesia. Dst.
> 
> Ini adalah situasi yang ekstrim. Sehingga, cenderung akan
> memunculkan
> reaksi yang ekstrim.
> 
> Anyway, bahkan insiden seperti bom Bali yang Anda sebutkan
> itupun
> sebetulnya mungkin bukan murni reaksi para ekstrimis.
> 
> Saya masih ingat betul, ada beberapa berita di Republika
> (tapi tidak
> dimunculkan oleh koran-koran lainnya), mengenai bagaimana
> saksi utama
> bom Bali diboyong dalam keadaan sehat oleh agen-agen
> pemerintah
> Australia, dan dikembalikan dalam bentuk abu (sudah di
> kremasi).
> Sehingga kasus bom Bali tersebut kehilangan sumber
> informasi utamanya.
> 
> Apalagi ketika sedang heboh-hebohnya Propaganda Al-Qaeda
> oleh
> pemerintah Amerika beberapa waktu yang lalu. Aparat jadi
> banyak
> memperlakukan aktivis muslim secara semena-mena, dengan
> dukungan PENUH
> dari pemerintah Amerika.
> 
> Kawan saya sendiri ada yang diculik aparat selama
> berbulan-bulan,
> sampai keluarganya sudah pasrah terhadap nasibnya. Dan saya
> dengar dia
> tidak sendirian mengalami hal tersebut.
> 
> Dan, ini baru secuplik kecil berbagai kejadian di Indonesia
> selama
> beberapa tahun terakhir ini.
> 
> Jadi, kemunculan para ekstrimis ini sangat bisa dipahami.
> Walaupun
> tentu saja tetap tidak boleh kita benarkan.
> 
> 
> Salam, HS
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke