Sebaiknya di baca lagi al-Qur'an, as-Sunnah dan Sejarah Islam. Disamping
dibaca juga mengerti artinya dan yang lebih penting lagi diamalkan sesuai
dengan panutan nabi Muhammad SAW.

Setiap hari dibaca Bismillah ar Rahmaan ar Rahiim, rupanya ucapan itu tidak
ter-ukir di HATI, tidak terpantulkan di AMAL-an, sehingga yang
ter-PANCAR-kan adalah hanya rasa ke-BENCI-an, BENCI dan BENCI dan BENCI,
subhanallah, apakah hanya itu yang dipelajari dari Islam dari kecil hingga
GAEK malahan BANGKOTAN, astaghfirullah.

Mari dikaji lagi, sejak kecil itu, apa saja yang diajari USTADZ sehingga,
kalau bukan MUSLIM yang lain adalah KAFIR, harus diENYAHKAN dari BUMI ini ?
Kalau itu yang dijejali sejak kecil hingga sekarang, maka tidaklah aneh,
kalau yang ada diKEPALA adalah KEBENCIAN.

Mari ciptakan KEDAMAIAN, dimana orang muslim berada disitu DAMAI pasti ada,
dimana MUSLIM berSUJUD, disitulah BAHAGIA ter-WUJUD. Dan itu sudah banyak
yang saya dapati di daerah daerah atau di negara negara yang demikian.

Mampukah kita, terserah pribadi masing masing, apa yang dipelajari sewaktu
kecil, Islam damai atau Islam yang lagi perang ? Wallahu a'lam. 

Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of AFR
Sent: Sunday, September 28, 2008 8:53 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Bom Bali dan Fiqih Innovative --c|

oleh karena itu mas Hary, umat Islam itu baiknya gak usah banyak omong dgn
peristiwa bom Bali, Marriot, Kuningan, FPI dlsbgnya. 
---

kafir harb.

kafir harb itu tidaklah goblok2 amat bgmana mencipta suatu keadaan yg
kondusif agar dapat tercipta kekerasan dgn tujuan menghancurkan sistem yg
mereka benci (Islam). 

pelaku kekerasan boleh tertangkap dgn bukti & saksi yg kuat, berikut ID
mereka dr golongan mana & apa yg meraka lakukan selama ini, disidang & lalu
divonis. sebenarnya mereka hanyalah operator2 'jujur & polos' yg mungkin
tidak menyadari bhw dirinya tlh dikondisikan demikian oleh suatu jaringan
intelejen. bahkan mungkin tak mustahil mereka tidak menyadari jika akibat
tindakannya itu blunder bg ummat Islam yg lain (kalau bukan keseluruhan). 

sementara kafir harb juga kuasai jaringan informasi, awam pembaca berita
gampang saja dikondisikan sedemikian rupa agr pandangan/opini mereka
mengarah pd objek lawan yg mereka benci. pada sbgian org yg sdh terjebak
kekaguman kecanggihan teknologi mereka, maka apapun bukti/klaim tuduhan yg
mereka ungkap di media, niscaya mereka percaya.  


mari interospeksi diri.

muslim dgn kasus2 kekerasan yg pernah ada, dgn suka/tidak itu diarahkan
penistaan (ajaran) ummat Islam hanya punya 1 sikap dari 3 kemungkinan:
membenci, setuju atw diam. 

terserah mau menilai apa pd yg setuju, yg pasti mereka punya pandangan dalil
sendiri. bisa sangat kuat atw sangat lemah memahami dalilnya tergantung
masing2 org. 

pd yg diam, mereka bukanlah termasuk org2 yg grusa-grusu memvonis pelaku
kekerasan itu spt apa. kekerasan identik dgn perang. terlepas tindak
kekerasan itu jelek/tidak, kalau melihat sasarannya terarah pd para pelaku
kemaksiatan ya maklum saja. plg tidak di situ ada harapan agar laju
kerusakan moral masyarakat terhenti. sekalipun efeknya adlh tuduhan pd
ajaran aqidah, tapi tidak risau sebab tuduhan itu bukan hal buruk bahkan
baik. kenapa? sebab tak semua org (kafir) setuju dgn tuduhan buruk. sebagian
mereka malah akan ada yg ingin tahu spt apa ajaran Islam, lalu terbuka
rahmat Allah SWT. 

sedang bagi yg membenci, justru mereka ini cenderung menjadi org munafik.
perang/kekerasan itu sesuatu yg scr fitrah dibenci setiap org, tapi Islam
tak boleh mematikan jiwa perang walau dlm keadaan damai sekalipun. kalau
sorg muslim tak punya sedikit mental perang, bisa dipastikan ketika tahu byk
saudara muslim yg terbantai di tempat, mereka tak akan peduli. impoten!
ukhuwah Islam itu tidak dibatasi teritorial negara. 

dari sikap benci pd kelakuan saudara muslim yg bertindak keras 'terarah' itu
berkonskuensi: berantem dgn saudara sendiri yg tak sepaham dgn dirinya, atw
berjuang melakukan klarifikasi menghadapi (tuduhan) kafirin. benci-bencilah
sana, asal bisa milih benci yg baik ... :)


motto intelejen.

ini dari kawan, motto intelejen itu simple: menyuruh tanpa menyeru. oleh
karenanya sangat sulit melacak keterlibatan mereka. tipu daya mereka teramat
licik karena nyaris tanpa bukti. hanya daya talar & pijakan berpikir saja yg
bisa mengetahui siapa biangnya. kaidah pengadilan yg bertumpu pd bukti &
alibi + asas praduga tak bersalah makin tak mudah dibuktikan. 

jiwa intelejen sendiri sangat diacungi jempol, rela berkorban asal misi
tercapai. ditembak matipun gak masalah demi tugas asal anak istri ada yg
ngurusi ... :P



salam,
Fahru

--- On Sun, 9/28/08, Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [is-lam] Bom Bali dan Fiqih Innovative
> To: [email protected]
> Date: Sunday, September 28, 2008, 6:02 AM
> 2008/9/28 Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>:
> > Tidak ada hujan tidak ada angin, koq tiba tiba ada
> > BOM BALI, ada BOM Marriot
> 
> Sepertinya Anda tidak tahu situasi di Indonesia pada saat
> ini.
> 
> Situasi pada saat ini cukup mengenaskan. Pada banyak
> bidang, umat
> Islam terpinggirkan / menjadi obyek penderita. Secara
> ekonomi, negara
> ini juga cukup parah situasinya.
> 
> Lalu rakyat melihat berbagai hal seperti kasus Ambon, yang
> terdeteksi
> ada banyak campur tangan asing disitu. Sumber minyak dan
> gas dicaplok
> oleh asing, dengan skema bagi hasil yang kadang mencapai 0
> (nol)
> persen utk Indonesia. Dst.
> 
> Ini adalah situasi yang ekstrim. Sehingga, cenderung akan
> memunculkan
> reaksi yang ekstrim.
> 
> Anyway, bahkan insiden seperti bom Bali yang Anda sebutkan
> itupun
> sebetulnya mungkin bukan murni reaksi para ekstrimis.
> 
> Saya masih ingat betul, ada beberapa berita di Republika
> (tapi tidak
> dimunculkan oleh koran-koran lainnya), mengenai bagaimana
> saksi utama
> bom Bali diboyong dalam keadaan sehat oleh agen-agen
> pemerintah
> Australia, dan dikembalikan dalam bentuk abu (sudah di
> kremasi).
> Sehingga kasus bom Bali tersebut kehilangan sumber
> informasi utamanya.
> 
> Apalagi ketika sedang heboh-hebohnya Propaganda Al-Qaeda
> oleh
> pemerintah Amerika beberapa waktu yang lalu. Aparat jadi
> banyak
> memperlakukan aktivis muslim secara semena-mena, dengan
> dukungan PENUH
> dari pemerintah Amerika.
> 
> Kawan saya sendiri ada yang diculik aparat selama
> berbulan-bulan,
> sampai keluarganya sudah pasrah terhadap nasibnya. Dan saya
> dengar dia
> tidak sendirian mengalami hal tersebut.
> 
> Dan, ini baru secuplik kecil berbagai kejadian di Indonesia
> selama
> beberapa tahun terakhir ini.
> 
> Jadi, kemunculan para ekstrimis ini sangat bisa dipahami.
> Walaupun
> tentu saja tetap tidak boleh kita benarkan.
> 
> 
> Salam, HS
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke