Tanggapan ini saya tulis dengan tujuan "TO CLOSE GAP COMMUNICTION" atas tanggapan yang bermunculan, karena GAP COMMUNICATION masih MENGANGA SANGAT LEBAT, diharapkan dengan posting ini bisa dicapai apa sebenarnya maksud dari judul email diatas yang berbunyi " BOM BALI dan FIQIH INNOVATIVE"
BOM BUNUH DIRI, tidak saja ditakuti pada pada tempat tertentu, tapi BOM BUNUH DIRI, ditakuti dimana saja diseluruh Dunia ini (tergantung apakah ada yang PRO dan ada yang KONTRA, tapi bagi saya jelas BOM BUNUH DIRI ITU adalah BID'AH, kecuali Negara lagi perang dan sasaran juga jelas para Combatan, bukan manusia manusia yang tidak bersalah). Apakah sangat perlu Islam ditakuti berdasarkan BOM BUNUH DIRI atau Islam itu dihormati dan disegani karena TEGAS SYARI'AH-nya dan DAMAI di Dunia dan DAMAI di Akhirat. Untuk melengkapi bahwa TIDAK PERLU ISLAM DITAKUTI KARENA BOM BUNUH DIRI, apalagi Negara kita tidak dalam keadaan PERANG, berikut adalah kisah nyata yang pernah penulis alami dan dilihat sendiri. Pertama: Di sebuah kampung nelayan, penduduknya terkenal GRUSA GRUSU, sedikit saja ada masalah dengan orang luar, mereka langsung beramai-ramai membawa parang golok dan langsung penyerang orang lain. Sehingga desa tersebut sangat ditakuti orang, maklumlah para nelayan, pendidikan mereka kurang. Orang disekitar desa tersebut malas berhubungan dengan para nelayan yang nekat tersebut. Berkat para da'I dan ustadz yang setiap saat memberikan ceramah, bagaimana sebagai muslim haruslah memiliki akhlak mulia, alhamdulillah, mereka sekarang tidak nekat lagi dan mereka tidak ditakuti lagi. Sekarang desa nelayan tersebut telah bisa hidup damai dengan tetangga. Mereka tidak ditakuti lagi oleh tetangganya. Sayang desa tersebut telah hilang ketika Aceh disapu Tsunami desember 2004. Desa tersebut sekarang hanya tinggal namanya. Kedua: Di desa ini walau hanya masalah kecil sesama orang desa mereka bisa berkelahi saling bacok-an yang satu dibawa ke rumah sakit yang satu dibawa ke tahanan Polisi, begitulah yang sering terjadi. Jadi orang desa tersebut sangat ditakuti oleh rakyat disekitarnya. Begitulah terjadi terus menerus, penulis mengetahui hal tersebut, karena rumah tersebut, dekat dengan kantor Polisi. Lagi pendekatan agama, para ustadz dan Da'i berhasil merubah akhlak-akhlak orang kampung tersebut, bagaimana bisa menjadi seorang muslim yang baik. Alhamdulillah sekarang ini tidak pernah terjadi lagi. Desa tersebut dekat dengan pemukiman Tengku Bantaqiyah, siapa pernah tahu tengku tsb tentu akan tahu desa tsb. Ketiga: ABRI harus diganti nama TNI karena, ulah tingkah mereka yang GRUSA GRUSU, bacalah sejarah tentang ABRI, peluru dibeli dengan duit rakyat, tapi yang ABRI tembak adalah rakyat. 300 halaman untuk menulis dosa ABRI belum tentu cukup halaman tersebut, silahkan saja tanyakan rakyat-rakyat yang pernah menderita oleh tingkah ABRI. Alhamdulillah setelah menjadi TNI, rakyat tidak perlu takut lagi dengan TNI. Keempat: Rakyat takut dengan Polisi yang di Indonesia, banyak cerita miring tentang POLISI, lagi mungkin 100 halaman tidak cukup untuk menulis dosa mereka. Rakyat takut dengan Polisi Indonesia. Kalau hilang seekor ayang, kalau lapor polisi bisa hilang seekor kambing, kalau hilang seekor kambing, kalau lapor polisi bisa hilang seekor lembu, itulah sebabnya orang takut dengan Polisi. Tapi di tempat saya sekarang orang merasa aman jika terjadi sesuatu Polisi cepat datang. Jadi jangan merasa kehilangan kalau orang tidak takut lagi dengan jihad Islam, karena Jihad itu yang boleh menggunakan BOM BUNUH DIRI adalah kalau negara kita lagi perang. Tidak ada hujan tidak ada angin, koq tiba tiba ada BOM BALI, ada BOM Marriot, mau dibawa kemana Jihad yang diajarkan oleh rasulullah Muhammad SAW. Yang dalam perang beliau itu mengatakan " Orang yang sudah menyerah jangan dibunuh, anak anak dan perempuan jangan diganngu. Ini BOM BUNUH DIRI telah membunuh orang yang tidak bersalah. Fiqih Innovative menyebutkan Bunuh Diri itu berdosa, jihad dizaman rasull sangat bertentangan dengan BOM yang meledak di Indonesia. Beda Bom Bunuh Diri yang terjadi di Palestina dan Afganistan mereka memang lagi berjihad. Wallahu a'lam. Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Harry Sufehmi Sent: Saturday, September 27, 2008 12:10 PM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Bom Bali dan Fiqih Innovative 2008/9/27 Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]>: > Tanggapan untuk mas Harry dan mas Al Khoir saya satukan saja:-) > --- On Sat, 9/27/08, Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Orang-orang bodoh itu tidak perlu kita benci. Karena itu >> hanya akan >> membakar jiwa kita sendiri dari dalam. >> Lebih perlu kita carikan solusinya. Sehingga mereka tidak >> menjadi demikian lagi. > > Mas Harry, saya kok tidak nyaman dengan istilah "orang-orang bodoh". IMHO, istilah yang lebih tepat mungkin "orang-orang yang terlalu bersemangat". Kalau yang sudah ada kecenderungan menghilangkan nyawa orang lain secara zalim, saya pribadi berpendapat bahwa mereka wajar mendapat label itu. Orang pada posisi ini bukan lagi sekedar terlalu bersemangat, tapi biasanya sudah bertumpuk-tumpuk berbagai penyakit hati di dalamnya. Tapi tentu saja ini cuma pendapat saya pribadi. Dan dalam menyampaikan nasihat kepada mereka, tentu saja menyebutkan label tersebut bukanlah ide yang baik :-) > Eeh, bukankah posisi Batman dalam Dark Knight, juga kayak mereka. Bermanfaat, tapi karena di luar hukum yang mapan, banyak yang mencerca. Well, tapi Batman sangat anti pembunuhan. Bahkan terhadap musuh nya yang paling besar sekalipun ;-) Apalagi terhadap sekutu / saudaranya. >> Ideas? > > Yah, kita berbuat sebisanya saja mas. Senjata kita sabar dan santun saja. Di darat sedikit-sedikit saya menularkan ilmu manajemen, agar teman-teman yang terlalu bersemangat ini bisa lebih evolutif dan bertahap. Buku semacam "Mereka Mujahid tetapi Salah Langkah", barangkali merupakan salah satu dampak dari penularan tersebut. > > Untuk berubah, orang harus merubah kediriannya. Wah, tapi memang tidak mudah. Di dalam kita ada sistem security alami yang sangat canggih, namanya self defense mechanism. Oleh karena itu benar, orang yang hebat adalah orang yang mampu mengalahkan diri sendiri. Masukan yang sangat, amat baik mas; dan juga mencerahkan. Terimakasih untuk sharing nya. _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
