Memang kalau menuruti Robert T. Kiyosaki, lebih baik tidak sekolah. Tapi namanya orang ber-negara, kalau tidak ada Ijazah tidak bisa kerja di bidang formal. Tentu ada yang nyelutuk, bodoh amat dengan Ijazah. Setuju sekali, tapi contoh lain, ada orang yg nikah cukup dgn tuan kadhi saja tidak pergi ke KUA atau catatan sipil. Lagi bodoh amat, untuk apa surat nikah ? Jadi melantur kemana mana, tapi itu ada benarnya. Kalau hidup ber-negara aturan negara harus diikuti. Tulisan ini masih belum sempat saya lanjuti, maaf.
Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Harry Sufehmi Sent: Thursday, February 19, 2009 8:02 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Biaya Pendidikan Memang Mahal,Kalau Perlu Uang Pangkal 100 Juta ...RE: Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta danKuliah Rp 15 Juta/Tahun Sekolah itu sebetulnya tidak penting :-) karena sekolah bukan jaminan kesuksesan. Banyak juga yang drop-out tapi justru sukses. Kolega senior saya dulu tidak lulus SMA. Tapi ilmu komputernya JAUH diatas saya, dan karena itu dia bisa berada di posisi senior. Yang JAUH lebih penting adalah pendidikan dari orang tua. Karena di sekolah tidak diajarkan hal-hal seperti : # Cara mengatur keuangan pribadi / keluarga # Suasana kantor, dan trik-trik untuk sukses berkarir (office politics, etika, dst) # Cara bergaul dengan orang lain : pergaulan di sekolah JAUH berbeda dengan di "dunia nyata" . contoh: beda umur satu tahun di sekolah sudah cukup untuk menjadikan kita sebagai "senior". Di dunia sehari-hari? Kadang ada orang yang lebih tua 30 tahun dari kita namun memanggil kita "Bapak Fulan" - atau kebalikannya. # Bagi wiraswastawan - seluk beluk dunia bisnis: mengatur cashflow, prinsip2 bisnis, etika pedagang, trik2 sukses, dst Betul tidak ? :-) Sayangnya, sekarang ini SANGAT merata mindset / pola pikir bahwa "pendidikan anak = urusan sekolah", dan kemudian orang tua tidak mau tahu lagi apapun mengenainya. Akibatnya? Lulus sekolah anak kita belum tahu SECUIL pun mengenai dunia sehari-hari. Dia cuma bisa kaget menemukan kenyataan bahwa dunia "nyata" berbeda total dengan dunia "sekolah"-nya dulu. Padahal umurnya ketika lulus kuliah sudah 21 tahun - di Amerika tahun 60-an saja (juga di Indonesia dulu) umur segini rata-rata sudah pada menikah dan karirnya sudah lumayan stabil. Sekarang ? Baru mengalami "culture shock" :-) Pengalaman pribadi :-) dan juga kawan-kawan saya yang lainnya. Jadi sekarang saya selalu pesan kepada teman-teman yang masih muda, sekolah itu asal lulus saja tidak apa. Kalau bisa nilainya bagus tentu memang lebih bagus, tapi kalau lulusnya pas-pasan pun tidak apa. Yang lebih penting adalah segera secepat mungkin memahami dunia. Misal: magang, kerja paruh waktu, membantu bisnis keluarga, dst. Jadi ketika selesai kuliah, sudah tidak kaget lagi. Dan tidak memulai dari nol lagi. Disini hal-hal seperti homeschooling bisa sangat membantu, karena bisa lebih disesuaikan dengan minat dan bakat dari anak ybs. Sekolah, di lain pihak, cenderung membuat anak kita menjadi standar saja. Malah kadang bisa memusnahkan bakat spesial yang ada pada anak kita. Salam, HS On 2/18/09, Alkhori M <[email protected]> wrote: > Biaya Pendidikan Memang Mahal, Kalau Perlu Uang Pangkal 100 Juta dan Kuliah > 50 Juta Pertahun. > > Supaya profesi Pendidik/ Dosen/ Guru dihargai dan yang menjadi "Guru" bukan > karena terpaksa karena tidak diterima ditempat lain akhirnya jadi "Guru" > sajalah. Phenomena ini sudah selayaknya diakhiri di Indonesia sehingga orang > menjadi bangga jika profesinya adalah "Guru". Agar ini bisa dicapai maka > selayaknya Uang Masuk adalah 100 juta dan Uang Kuliah 50 juta pertahun. Tapi > jangan kaget dulu, makanya makna biaya pendidikan 20% dari APBN janganlah > semu. Walau uang pangkal 100 juta dan uang kuliah 50 juta tapi yang > dilemparkan atau yang di-offer ke rakyat adalah. maaf cut dulu ada > panggilan, nanti disambung lagi, harap sabar !!! > > Alkhori M > Alkhor Community > Qatar > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] > On Behalf Of Dewa Gede Permana > Sent: Wednesday, February 18, 2009 3:21 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [is-lam] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta danKuliah > Rp 15 Juta/Tahun > > Bagus! Saya doain biar sampeyan cepet kaya meraya yak... :) > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] > On Behalf Of syarif hidayat > Sent: Wednesday, February 18, 2009 7:06 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [is-lam] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta danKuliah > Rp 15 Juta/Tahun > > Hmmm,... untung saya di sekolah di UI,.... :) > > > ----- Original Message ----- > From: "Dewa Gede Permana" <[email protected]> > To: <[email protected]>; <[email protected]> > Sent: Wednesday, February 18, 2009 5:35 PM > Subject: Re: [is-lam] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta danKuliah > > Rp 15 Juta/Tahun > > > Psikologi paling gila bro..... apalagi yg international class. > Itu PT ngangon bule. kesannya kog gak pede amat dan bisnis amat gitu lho. > Untung dulu spp cuman 54 ribu per semester ! sementara kost2an 100 rb > perbulan. > udah gitu bisa sampe 11 taon lagi. Kalo gak diusir bisa-bisa bertelor kale. > jauh bener yak... > > Dah gak usah kuliah yg mahal-mahal, yg penting cocok dan disuka anak-anak > aja. > gak ada gengsi-gengsian, semua tipuan otak aja tuh... > > :) > wassalam > > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
