Saya seringkali lupa bhw istilah "mahal-murah", "tinggi-rendah", "jauh-dekat" bernilai relatif ya.
Nggak lah, saya masih tdk yakin bhw HomeSchooling tdk mahal :) Mungkin yg Mas Harry hitung baru di biaya operasional saja tanpa melibatkan perhitungan modal awal terutama disisi human resource nya. Disitu ada unsur keterlibatan aktif orangtua dan sanak famili dirumah, kondisi lingkungan rumah fisik maupun psikologis yg kondusif utk pembelajaran. HS (=HomeSchooling lho, bukan HarrySufehmi yaa) seringkali terjadi (sejauh yg saya ketahui) sebagai tindakan adaptasi kreatif (sangat kreatif malah) dikalangan para orangtua dgn tingkat sos-ek dan kesadaran/tingkat pendidikan yg memadai; selain oleh karena faktor ketidakpuasan/keraguan atas pendidikan konvensional yg gagal mengakomodir minat anak, juga oleh karena adanya faktor kegagalan anak dalam melakukan adaptasi sosial terhadap lingkungan sekolah konvensional tsb, meskipun rerata skor IQ anak2 ini berada pada level di atas rata-rata bahkan superior. Sekarang jika model HS ini diterapkan di keluarga masy metropolitan yg juga masih tergolong menengah-bawah - dari segi ekonomi maupun pendidikan, apakah ini akan applicable mengingat ibu-bapak full time bekerja diluar rumah yg berukuran tipe 21 atau tipe 12 (rumah kontrakan maksute) dengan kebisingan serta suhu kamar nyaris menyaingi terminal metromini? Taruhlah ibu DO kerja dan tentu ada ketimpanganan input, lantas upgrading brain & skill terhadap mereka apa tidak membutuhkan biaya yg tinggi pula. Jadi kesimpulannya ya masih terlalu sulit dan mahal utk mengaplikasikan HS ini. Mungkin bisa saja utk keluarga-keluarga tertentu yg memenuhi syarat saja. Jadi, HS bukanlah HomeSchooling tetapi HarrySufehmi. He..he..he... :) wassalam -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Harry Sufehmi Sent: Friday, February 20, 2009 7:57 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Biaya Pendidikan Memang Mahal, Kalau Perlu Uang Pangkal 100 Juta ...RE: Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta danKuliah Rp 15 Juta/Tahun On 2/19/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > Yah.. homeschooling kan sekolah juga kan ya.... kan ada "school" nya > he-he-he... > > Btw, homeschooling rata-rata masih mahal boss, apalagi kayak Huges. Begitu > juga dgn model sekolah yg di saung-saung sawah itu. Hehehe... homeschooling kalau bukan di rumah kita sendiri, berarti bukan "home" schooling dong ;-) Mungkin jadinya house-schooling, he he Namanya homeschooling itu dilakukan di rumah kita sendiri. Otomatis jadinya biaya tentu bisa ditekan drastis. Pada kasus saya, kalaupun kita menyewa guru untuk datang ke rumah setiap hari, biayanya masih JAUH lebih murah daripada biaya sekolah DAN kita bisa menggaji gurunya lebih tinggi dari gaji dari sekolah. Ini karena saya mengajak beberapa anak tetangga, sehingga biayanya jadi urunan = murah, namun totalnya jadi besar = lebih tinggi dari gaji sekolah. Asik kan? Jadi ada guru privat, tapi biaya lebih murah daripada sekolah. Penghematan terbesar adalah karena tidak ada biaya infrastruktur. Salah satu penyebab mahalnya biaya sekolah adalah karena kita SEMUA ikut urunan untuk membayar biaya GEDUNG sekolah ybs. He he :-) > Memang terlihat lebih > ideal metode dan situasi pembelajarannya, akan tetapi utk tingkat > kelanjutannya akan temui kerepotan lantaran terdapat missing-link dengan > kurikulum baku dari depdiknas; siswa tetap harus ikuti ebtanas berikut > materi2 baku ala depdiknas, dlsb. No problem, ini bisa diatur boss. Tinggal kita instruksikan saja gurunya untuk menyisipkan juga materi standar. Salam, HS > Tapi saya punya penilaian yg hampir mirip dgn sampeyan mengenai kualitas > pendidikan anak-anak skrg. > Kasarnya ya terasa seperti pelan-pelan ada proses de-humanisasi gitu deh. > > :) > Wassalam > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] > On Behalf Of Harry Sufehmi > Sent: Thursday, February 19, 2009 12:02 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [is-lam] Biaya Pendidikan Memang Mahal, Kalau Perlu Uang > Pangkal 100 Juta ...RE: Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta > danKuliah Rp 15 Juta/Tahun > > Sekolah itu sebetulnya tidak penting :-) karena sekolah bukan > jaminan kesuksesan. Banyak juga yang drop-out tapi justru sukses. > > Kolega senior saya dulu tidak lulus SMA. Tapi ilmu komputernya JAUH > diatas saya, dan karena itu dia bisa berada di posisi senior. > > Yang JAUH lebih penting adalah pendidikan dari orang tua. Karena di > sekolah tidak diajarkan hal-hal seperti : > > # Cara mengatur keuangan pribadi / keluarga > > # Suasana kantor, dan trik-trik untuk sukses berkarir (office > politics, etika, dst) > > # Cara bergaul dengan orang lain : pergaulan di sekolah JAUH berbeda > dengan di "dunia nyata" . > > contoh: beda umur satu tahun di sekolah sudah cukup untuk menjadikan > kita sebagai "senior". > Di dunia sehari-hari? Kadang ada orang yang lebih tua 30 tahun dari > kita namun memanggil kita "Bapak Fulan" - atau kebalikannya. > > # Bagi wiraswastawan - seluk beluk dunia bisnis: mengatur cashflow, > prinsip2 bisnis, etika pedagang, trik2 sukses, dst > > > Betul tidak ? :-) > > Sayangnya, sekarang ini SANGAT merata mindset / pola pikir bahwa > "pendidikan anak = urusan sekolah", dan kemudian orang tua tidak mau > tahu lagi apapun mengenainya. > > Akibatnya? Lulus sekolah anak kita belum tahu SECUIL pun mengenai > dunia sehari-hari. Dia cuma bisa kaget menemukan kenyataan bahwa dunia > "nyata" berbeda total dengan dunia "sekolah"-nya dulu. > > Padahal umurnya ketika lulus kuliah sudah 21 tahun - di Amerika tahun > 60-an saja (juga di Indonesia dulu) umur segini rata-rata sudah pada > menikah dan karirnya sudah lumayan stabil. > Sekarang ? Baru mengalami "culture shock" :-) > > Pengalaman pribadi :-) dan juga kawan-kawan saya yang lainnya. > > Jadi sekarang saya selalu pesan kepada teman-teman yang masih muda, > sekolah itu asal lulus saja tidak apa. Kalau bisa nilainya bagus tentu > memang lebih bagus, tapi kalau lulusnya pas-pasan pun tidak apa. > Yang lebih penting adalah segera secepat mungkin memahami dunia. > Misal: magang, kerja paruh waktu, membantu bisnis keluarga, dst. Jadi > ketika selesai kuliah, sudah tidak kaget lagi. Dan tidak memulai dari > nol lagi. > > Disini hal-hal seperti homeschooling bisa sangat membantu, karena bisa > lebih disesuaikan dengan minat dan bakat dari anak ybs. > Sekolah, di lain pihak, cenderung membuat anak kita menjadi standar > saja. Malah kadang bisa memusnahkan bakat spesial yang ada pada anak > kita. > > > > Salam, HS > > > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
