2009/2/20 Bango Samparan <[email protected]>: > --- On Fri, 2/20/09, Harry Sufehmi <[email protected]> wrote: >> Saya pernah menjadi "dosen" /pengajar juga, dan >> masalah terbesar kita >> adalah rusaknya mental anak-anak kita pada saat ini. >> Mindset mereka sekarang kebanyakan hanya pada FUN. >> Mungkin karena pengaruh media, semuanya mendorong kepada >> hedonisme. >> Sedangkan dari orang tua mereka tidak ada counter / usaha >> untuk >> menetralisir nya. Sehingga jadinya ya begitu. > > Itulah mas, menurut Goleman, mereka tak cerdas lagi emosinya. Efek lanjutnya > menurunaktifkan IQ mereka.
Betul, kecerdasan (kebodohan) emosi ini adalah salah satu masalah terbesar kita pada saat ini. Tapi sejauh ini belum banyak yang mengangkatnya. > Dari yang buruk-buruk saya ini termasuk baik lah dalam mengajar. Juga, sangat > familiar dengan mahasiswa. BTW, sebagian besar mahasiswa sekarang memang > sangat sulit dimasuki secara interpersonal. Anda tidak sendirian mas. Kawan2 saya dosen lainnya yang juga sudah senior rata-rata menyampaikan hal yang sama. Kecerdasan emosi siswa kita pada saat ini luar biasa parah. > Moga-moga mas, tapi prakteknya masih sangat formalistik, akhirnya kualitas > tetap ketinggalan dibanding kuantitas. > > Makin banyak master, doktor, dan professor, kualitas lulusan tetep-tetep > saja, bahkan ada keluhan menurun. > > IMHO, soalnya bukan hanya gaji yang rendah saja, masalah mentalitas rasanya > malah lebih dominan. Betul, karena itu solusinya tidak cukup hanya dari budget (top down), tapi perlu ada usaha juga dari grassroot (bottom up). Nah, orang tua adalah yang paling besar peranannya saya kira disini. Termasuk bisa membantu merubah / meningkatkan kualitas guru secara signifikan. Misal: dengan aktif di POMG, dst. Salam, HS _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
