Baru sekarang ini saya dapet info faktual seluk-beluk MLM, ya dari
sampeyan-sampeyan semua ini nih. Saya teringat dulu ada teman dekat
saya (beda fakultas) yg sukses bisa mencapai entah member gold ataukah
silver gitu... saya gak begitu perhatiin (jujur saja dari dulu telinga
kalo denger info beginian suka blong, masuk kiri lolos ke kanan)...
tapi nurut tuturannya dia sempat bisa beli new corolla hanya dalam
waktu 3 bulan kerja. Dan kalo gak salah waktu itu di Amway yang lagi
booming ya. Dan memang saya perhatikan banyak sekali teman-teman
mahasiswa lain yg mengikuti anjuran dan ingin meraih kesuksesan
seperti dia. Walhasil yg namanya desa mahasiswa (dibelakang kampus UI
depok) mendadak jadi sering terjadi pertemuan2 yg entah saya gak
begitu tahu. Saya sendiri ya tetep asik dengan organisasi sosial
kemahasiswaan cuma beda interest aja. Belakangan saya dikasih tahu
teman2 lain bhw si ini si itu dah gak bisa aktif lagi krn ternyata
terlibat aktif di MLM.
Dah waktu berjalan..... sekian tahun tanpa ada kontak dan saya sudah
menikah dan bekerja. Tiba-tiba si Gold member telpon ke HP, wah tau
dari mana pula dia... usut2 dia dapet dari temen saya yg lain. Saya
sebetulnya sdh lupa kalo dia ini dulu "the gold". Eh.. tiba2 doski
ngajak janjian dan pengen ketemu & ngobrol di daerah jl. radio dalam.
Pas saya datangi tempat yg dituju weladalah rupanya gedung MLM juga!!!
kalo gak salah produk obat SUN ya... entahlah saya gak inget lagi, dan
disitu juga ketemu istrinya pula. (saya memang sdh kenal baik ketika
dulu mereka masih masa pacaran).
State saya waktu itu ya sebatas kangen sebagai teman yg dah lama gak
ketemu. Saya tanya gimana keadaan mereka, anak, trus ortu dan
keluarga2 mereka yg saya kenal... tapi kog jawabannya cenderung
terburu-buru, dan saya bisa merasakan itu. Bolak-balik liat jam
ditangannya, ekspresi sepertinya miskin (formal) gak seperti dulu
lagi. Dari situ saya baru "ngeh".... setelah hampir 30 menit baca
situasi obrolan... yg saya rasakan hanyalah kehambaran seorang teman
saja. Sekarang jadi super sopan, jaga posisi duduk, gaya duduk, selalu
merapikan dasi, nggak elo-gue lagi, wis pokoke breeettttt.... saya
baca hampir semua atribut-atribut "klinis" tampak mata, dan
kesimpulannya cuman satu "TOPENG". Dengan buru-buru lantas saya
nyeletuk " jadi apa nih yg bisa gue bantu buat elo, karna gue musti
balik ke kantor buru-buru neh ?". Dan akhirnya temen satu ini
presenting produknya... cas cus cas cussss... dan lagi-lagi kejadian
telinga nge-blong terulang lagi. 10 Menit saya kasih waktu dan saya
tutup dengan "oke sini deh marketting kitnya, gue bawa pulang aja ntar
gue pelajari dirumah lah".
Hm.... ternyata 3 minggu itu marketting kit sama sekali gak saya
sentuh, apalagi dibaca! Saya telah kehilangan teman (bukan putus
silaturrahim lho ya), dan itu lebih menyesakkan sebetulnya ketimbang
nguber-nguber duit yang kata sampeyan-sampeyan itu ternyata bisa haram
juga.
Belakang hari ada info bhw doski ini juga sukses di SUN..... so what
gitu lho? saya juga cukup senang mendengarnya, namun berita kelahiran
anak sampai sekarang blom pernah saya dengar dari mereka.
On Apr 30, 2009, at 3:21 PM, AFR wrote:
kalo saya amati malah byk mendhalimi downline (DL), apapun product
yg ditawarkan.
ttg halal/haramnya, evaluasi sendiri saja bgmana jika kita tahu ada
org mendhalimi
yg lain?
anggap ada 1000 org di satu wilayah. utk kembangkan bisnis MLM butuh
5 DL.
maka struktur DL-nya adalh 1-5-25-125-625. hingga line-4, anggota
125 mendapat
625 DL aman. bgmana 625 cari DL? sementara dari 1000 org masih
tersisa 219 yg
masih 'polos' utk diperebutkan oleh org line-5, yaitu oleh 625 org.
dlm 'promosi'-nya, upline (UL) janji bantu carikan anggota, dgn
bersilat lidah yg penting
punya kemauan yg tinggi, tekad yg kuat ... tapi tetap saja 625 org
itu merebut 219 sisa.
realita muskil & mustahil yg sdh member rela jadi DL org yg justru
jadi DL-nya sendiri.
so .. siapa yg tertipu sdh jelas: downline terbawah!
---
nyaris terjebak MLM gold quest ...
al-kisah sktr 5 thn lalu ...
pernah sewaktu mereka (team marketing) adakan presentasi +
registrasi. saya diajak ssorg utk dtg acara presentasi yg dia sendiri
agak licik, mau mencari 'korban' DL, yaitu saya sendiri. saya akui,
presenter ini sangat amat hebat bercerita berpromosi bgmana jadi
nikmatnya jadi member. apa memang itu tugas marketing ya?
rupanya diantara hadirin yg diundang itu ada yg sdh member, yg
berpura-
pura tertarik dgn bualan presenter. dgn wajah lagak2 penasaran,
tertarik,
culun, sok2 akrab + dikit2 ngajari cara ngisi form registrasi hingga
mengantar org yg diakrabi utk mau bayar sejumlah uang sbg 'tanda jadi'
membeli produk + membership.
saya amati terus sampai ada bbrp org yg tergiring hingga di depan
panitia. stlh korban tergiring ini, rupanya form registrasi yg dia
sdh isi
itu ditarik lagi, yg sdg bayar gak menyadari merasa terjebak.
gileeeee jahat betuul ...
---
salam,
Fahru
From: A Nizami <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 30, 2009 1:28:29 PM
Subject: [is-lam] MLM Halal atau Haram?
Assalamu'alaikum wr wb,
Saat ini MLM marak berkembang di masyarakat. Ada Amway, CNI, Tian
Shi, Daxen, AhadNet, Gold Quest, dan sebagainya.
MLM bisa halal bisa haram. Tergantung produk yang dijual, cara
penjualannya, dan apakah ada penipuan.
Terkadang ada Money Game yang berkedok MLM di mana orang harus
membayar untuk produk yang nyaris tidak ada harganya. Ada juga
produk kesehatan yang tidak jelas manfaat/kemanjurannya.
OK, kita coba bahas apa yang bisa membuat MLM jadi haram agar kita
tidak terjerumus ke dalam dosa.
Produk Haram atau tidak?
Jika MLM menjual produk yang haram, maka jelas MLM haram. Kita
dagang biasa buka toko juga haram jika yang dijual adalah barang
haram. Oleh karena itu periksa barang yang akan anda jual.
Apakah Harganya Terlalu Berlebihan?
Kalau menjual harga barang 100% di atas HPP (Harga pokok pembelian)
misalnya ongkos beli barang Rp 10.000 kemudian kita jual Rp 20.000
itu masih dibolehkan. Tapi jika berkali-kali lipat misalnya jadi Rp
200.000 maka jelas itu diharamkan.
Pernah saya menemukan satu produk odol dari MLM yang harganya Rp
23.000. Padahal waktu itu odol Pepsodent yang lumayan top saja
harganya cuma Rp 2.100. Artinya harga produk MLM itu 11 kali lipat
lebih mahal dari harga produk sejenis.
Celakanya lagi, biasanya orang-orang yang ikut MLM itu oleh
uplinenya disuruh membeli produk MLM yang akan mereka jual.
Akibatnya jika sebelumnya untuk beli sabun, odol, sampo, dsb mereka
biasa mengeluarkan hanya sekitar Rp 50 ribu/bulan, begitu ikut MLM
bisa mencapai Rp 500 ribu/bulan lebih. Ini adalah satu pemborosan
dan pemborosan itu dalam Islam haram hukumnya:
”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,
kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah
kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan
dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:
26-27]
Terkadang para Upliners/Level atas sering mengindoktrinasi
downliners-nya untuk membeli produk MLM tersebut. Alasannya, ”Kalau
kamu tidak merasakan khasiatnya, bagaimana kamu bisa meyakinkan
orang lain akan khasiatnya?”
Masuk akal memang. Namun jika bawahannya sampai menghabiskan Rp 500
ribu lebih/bulan, sementara penghasilannya hanya sekitar UMR atau Rp
1 juta/bulan sehingga anak dan istrinya nafkahnya jadi terabaikan,
maka atasan itu telah zalim menipu dan berdosa.
Apakah Produknya Bermanfaat?
Ada juga MLM yang menjual produk kesehatan dan tiba-tiba para
anggotanya jadi bertingkah seolah-olah sebagai Dokter yang
profesional.
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli
pengobatan maka dia bertanggung jawab. (HR. Ibnu Majah)
Jika produk kesehatan yang dijual itu sebenarnya tidak bermanfaat/
berkhasiat, dan orang percaya serta akhirnya meninggal karena tidak
mendapat obat yang tepat, maka orang itu bertanggung-jawab.
Saya tidak habis pikir bagaimana kalung batu dan sebagainya bisa
menyembuhkan. Tidak ada logikanya. Itu kan tidak lebih baik daripada
batunya Ponari.
Padahal Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan cara-cara pengobatan
seperti dengan Bekam, Madu, Habbatus Saudah (Jinten Hitam), dan
sebagainya.
Dari Abu Hurairoh ra, “Rasululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari
baiknya keIslaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak
berguna baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)
Jadi tinggalkan produk-produk yang tidak bermanfaat.
Memang di brosur MLM mungkin dijelaskan obat ini bisa menyembuhkan
kanker, jantung, dsb disertai dengan testimoni orang-orang yang
”disembuhkan”. Tapi kalau itu dari produsen MLM, tentu kurang
obyektif. Namanya orang jualan ya pasti dia akan bilang produknya
bagus.
Oleh karena itu sebelum anda menjual produk MLM, coba rasakan
sendiri apakah khasiatnya benar begitu?
”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan
hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Al Israa’:
36]
Mengganggu Pekerjaan dan Mengganggu Orang Lain
Umumnya MLM mengajarkan orang agar Cinta Dunia sehingga mereka jadi
gigih dalam melakukan penjualan MLM. Ingin jadi jutawan? Ingin punya
rumah mewah dan kapal pesiar? Begitu iming-imingnya. Sehingga
akhirnya mereka jadi sangat cinta dunia dan materialistis. Ini
bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW:
Rasulullah SAW bersabda: “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan
membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata
seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda:
Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti
buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu
terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit Wahn.
Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Wahn itu? Beliau
bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no.
4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)
Tak jarang karena terlalu sibuk dengan MLM, bahkan ada orang yang
dipecat dari pekerjaannya dan menganggur. Sedangkan ternyata hasil
yang dia dapat dari MLM tidak seberapa.
Ada juga orang yang di milis-milis mengganggu orang lain dengan spam
dan memakai calendar untuk menyebarkan dagangan MLM-nya.
Kalau sudah penyakit Cinta Dunia dan mengganggu kenyamanan orang,
maka orang yang melakukan MLM itu sudah berdosa.
Nah kira-kira ketika anda melakukan penjualan MLM apakah anda sudah
bersih dengan hal-hal negatif di atas?
Tidak Ada Penipuan
Ada satu produk MLM, Goldquest, yang menjual koin emas dengan harga
3 kali lipat dari harga pasar. Itu pun ternyata untuk mendapat emas
tersebut para anggota MLM harus dapat kaki kiri dan kaki kanan dulu
baru bisa.
Iming-imingnya adalah, karena dicetak terbatas, maka nanti harganya
akan naik karena langka..
Padahal yang namanya barang langka dan mahal itu bukan karena
dicetak sedikit. Tapi karena barang antik yang bernilai sejarah dan
sekarang jumlahnya langka, maka jadi mahal. Bukan produk masa kini
yang tidak ada nilai sejarahnya atau keantikannya.
Terakhir dari berbagai berita disebut Goldquest sudah difatwa haram
dan pengurusnya ada yang ditangkap polisi:
==
http://swaramuslim.net/more.php?id=A890_0_1_0_M
Logam Mulia GoldQuest Pencetus Sengketa
Penolakan itu diperkuat dengan argumen fatwa yang sempat diterbitkan
Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, November tahun lalu. Bisnis
GoldQuest sudah diputuskan haram (lihat: Akibat Koin Berwajah Kiai)
http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=132191
Polda Tangkap Empat Pejabat GoldQuest
Bisnis yang dijalankan GoldQuest dengan menjual investasi berupa
koin bergambar. Koin Goldquest ini bergambar macam-macam. Ada Kabah,
Yesus, atau Paus Johannes Paulus. Koin itu beratnya sekitar 31 gram
berharga US$800 sampai US$1.000.
Di luar negeri, bisnis GoldQuest sudah disebut-sebut sebagai praktik
penipuan. Australia, Uni Emirat Arab, Filipina, Malaysia, dan Sri
Lanka sudah menyatakan GoldQuest melakukan penipuan dengan bisnis
sistem piramidnya. Bahkan Donna Mary yang ditangkap Polda Metro Jaya
pernah mendekam di penjara Nepal karena kasus yang sama.. (Ars/OL-02)
http://syiarislam.wordpress.com
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Akhirnya datang juga!
http://id.messenger.yahoo.com
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam