MLM= Manusia Lupa Malu
----- Original Message ----- From: Dewa Gede Permana To: [email protected] Sent: Thursday, April 30, 2009 5:48 PM Subject: Re: [is-lam] MLM Halal atau Haram? --c| Baru sekarang ini saya dapet info faktual seluk-beluk MLM, ya dari sampeyan-sampeyan semua ini nih. Saya teringat dulu ada teman dekat saya (beda fakultas) yg sukses bisa mencapai entah member gold ataukah silver gitu... saya gak begitu perhatiin (jujur saja dari dulu telinga kalo denger info beginian suka blong, masuk kiri lolos ke kanan)... tapi nurut tuturannya dia sempat bisa beli new corolla hanya dalam waktu 3 bulan kerja. Dan kalo gak salah waktu itu di Amway yang lagi booming ya. Dan memang saya perhatikan banyak sekali teman-teman mahasiswa lain yg mengikuti anjuran dan ingin meraih kesuksesan seperti dia. Walhasil yg namanya desa mahasiswa (dibelakang kampus UI depok) mendadak jadi sering terjadi pertemuan2 yg entah saya gak begitu tahu. Saya sendiri ya tetep asik dengan organisasi sosial kemahasiswaan cuma beda interest aja. Belakangan saya dikasih tahu teman2 lain bhw si ini si itu dah gak bisa aktif lagi krn ternyata terlibat aktif di MLM. Dah waktu berjalan..... sekian tahun tanpa ada kontak dan saya sudah menikah dan bekerja. Tiba-tiba si Gold member telpon ke HP, wah tau dari mana pula dia... usut2 dia dapet dari temen saya yg lain. Saya sebetulnya sdh lupa kalo dia ini dulu "the gold". Eh.. tiba2 doski ngajak janjian dan pengen ketemu & ngobrol di daerah jl. radio dalam. Pas saya datangi tempat yg dituju weladalah rupanya gedung MLM juga!!! kalo gak salah produk obat SUN ya... entahlah saya gak inget lagi, dan disitu juga ketemu istrinya pula. (saya memang sdh kenal baik ketika dulu mereka masih masa pacaran). State saya waktu itu ya sebatas kangen sebagai teman yg dah lama gak ketemu. Saya tanya gimana keadaan mereka, anak, trus ortu dan keluarga2 mereka yg saya kenal... tapi kog jawabannya cenderung terburu-buru, dan saya bisa merasakan itu. Bolak-balik liat jam ditangannya, ekspresi sepertinya miskin (formal) gak seperti dulu lagi. Dari situ saya baru "ngeh".... setelah hampir 30 menit baca situasi obrolan... yg saya rasakan hanyalah kehambaran seorang teman saja. Sekarang jadi super sopan, jaga posisi duduk, gaya duduk, selalu merapikan dasi, nggak elo-gue lagi, wis pokoke breeettttt.... saya baca hampir semua atribut-atribut "klinis" tampak mata, dan kesimpulannya cuman satu "TOPENG". Dengan buru-buru lantas saya nyeletuk " jadi apa nih yg bisa gue bantu buat elo, karna gue musti balik ke kantor buru-buru neh ?". Dan akhirnya temen satu ini presenting produknya... cas cus cas cussss... dan lagi-lagi kejadian telinga nge-blong terulang lagi. 10 Menit saya kasih waktu dan saya tutup dengan "oke sini deh marketting kitnya, gue bawa pulang aja ntar gue pelajari dirumah lah". Hm.... ternyata 3 minggu itu marketting kit sama sekali gak saya sentuh, apalagi dibaca! Saya telah kehilangan teman (bukan putus silaturrahim lho ya), dan itu lebih menyesakkan sebetulnya ketimbang nguber-nguber duit yang kata sampeyan-sampeyan itu ternyata bisa haram juga. Belakang hari ada info bhw doski ini juga sukses di SUN..... so what gitu lho? saya juga cukup senang mendengarnya, namun berita kelahiran anak sampai sekarang blom pernah saya dengar dari mereka. On Apr 30, 2009, at 3:21 PM, AFR wrote: kalo saya amati malah byk mendhalimi downline (DL), apapun product yg ditawarkan. ttg halal/haramnya, evaluasi sendiri saja bgmana jika kita tahu ada org mendhalimi yg lain? anggap ada 1000 org di satu wilayah. utk kembangkan bisnis MLM butuh 5 DL. maka struktur DL-nya adalh 1-5-25-125-625. hingga line-4, anggota 125 mendapat 625 DL aman. bgmana 625 cari DL? sementara dari 1000 org masih tersisa 219 yg masih 'polos' utk diperebutkan oleh org line-5, yaitu oleh 625 org. dlm 'promosi'-nya, upline (UL) janji bantu carikan anggota, dgn bersilat lidah yg penting punya kemauan yg tinggi, tekad yg kuat ... tapi tetap saja 625 org itu merebut 219 sisa. realita muskil & mustahil yg sdh member rela jadi DL org yg justru jadi DL-nya sendiri. so .. siapa yg tertipu sdh jelas: downline terbawah! --- nyaris terjebak MLM gold quest ... al-kisah sktr 5 thn lalu ... pernah sewaktu mereka (team marketing) adakan presentasi + registrasi. saya diajak ssorg utk dtg acara presentasi yg dia sendiri agak licik, mau mencari 'korban' DL, yaitu saya sendiri. saya akui, presenter ini sangat amat hebat bercerita berpromosi bgmana jadi nikmatnya jadi member. apa memang itu tugas marketing ya? rupanya diantara hadirin yg diundang itu ada yg sdh member, yg berpura- pura tertarik dgn bualan presenter. dgn wajah lagak2 penasaran, tertarik, culun, sok2 akrab + dikit2 ngajari cara ngisi form registrasi hingga mengantar org yg diakrabi utk mau bayar sejumlah uang sbg 'tanda jadi' membeli produk + membership. saya amati terus sampai ada bbrp org yg tergiring hingga di depan panitia. stlh korban tergiring ini, rupanya form registrasi yg dia sdh isi itu ditarik lagi, yg sdg bayar gak menyadari merasa terjebak. gileeeee jahat betuul ... --- salam, Fahru ---------------------------------------------------------------------------- From: A Nizami <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, April 30, 2009 1:28:29 PM Subject: [is-lam] MLM Halal atau Haram? Assalamu'alaikum wr wb, Saat ini MLM marak berkembang di masyarakat. Ada Amway, CNI, Tian Shi, Daxen, AhadNet, Gold Quest, dan sebagainya. MLM bisa halal bisa haram. Tergantung produk yang dijual, cara penjualannya, dan apakah ada penipuan. Terkadang ada Money Game yang berkedok MLM di mana orang harus membayar untuk produk yang nyaris tidak ada harganya. Ada juga produk kesehatan yang tidak jelas manfaat/kemanjurannya. OK, kita coba bahas apa yang bisa membuat MLM jadi haram agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa. Produk Haram atau tidak? Jika MLM menjual produk yang haram, maka jelas MLM haram. Kita dagang biasa buka toko juga haram jika yang dijual adalah barang haram. Oleh karena itu periksa barang yang akan anda jual. Apakah Harganya Terlalu Berlebihan? Kalau menjual harga barang 100% di atas HPP (Harga pokok pembelian) misalnya ongkos beli barang Rp 10.000 kemudian kita jual Rp 20.000 itu masih dibolehkan. Tapi jika berkali-kali lipat misalnya jadi Rp 200.000 maka jelas itu diharamkan. Pernah saya menemukan satu produk odol dari MLM yang harganya Rp 23.000. Padahal waktu itu odol Pepsodent yang lumayan top saja harganya cuma Rp 2.100. Artinya harga produk MLM itu 11 kali lipat lebih mahal dari harga produk sejenis. Celakanya lagi, biasanya orang-orang yang ikut MLM itu oleh uplinenya disuruh membeli produk MLM yang akan mereka jual. Akibatnya jika sebelumnya untuk beli sabun, odol, sampo, dsb mereka biasa mengeluarkan hanya sekitar Rp 50 ribu/bulan, begitu ikut MLM bisa mencapai Rp 500 ribu/bulan lebih. Ini adalah satu pemborosan dan pemborosan itu dalam Islam haram hukumnya: ”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27] Terkadang para Upliners/Level atas sering mengindoktrinasi downliners-nya untuk membeli produk MLM tersebut. Alasannya, ”Kalau kamu tidak merasakan khasiatnya, bagaimana kamu bisa meyakinkan orang lain akan khasiatnya?” Masuk akal memang. Namun jika bawahannya sampai menghabiskan Rp 500 ribu lebih/bulan, sementara penghasilannya hanya sekitar UMR atau Rp 1 juta/bulan sehingga anak dan istrinya nafkahnya jadi terabaikan, maka atasan itu telah zalim menipu dan berdosa. Apakah Produknya Bermanfaat? Ada juga MLM yang menjual produk kesehatan dan tiba-tiba para anggotanya jadi bertingkah seolah-olah sebagai Dokter yang profesional. Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab. (HR. Ibnu Majah) Jika produk kesehatan yang dijual itu sebenarnya tidak bermanfaat/berkhasiat, dan orang percaya serta akhirnya meninggal karena tidak mendapat obat yang tepat, maka orang itu bertanggung-jawab. Saya tidak habis pikir bagaimana kalung batu dan sebagainya bisa menyembuhkan. Tidak ada logikanya. Itu kan tidak lebih baik daripada batunya Ponari. Padahal Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan cara-cara pengobatan seperti dengan Bekam, Madu, Habbatus Saudah (Jinten Hitam), dan sebagainya. Dari Abu Hurairoh ra, “Rasululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keIslaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya) Jadi tinggalkan produk-produk yang tidak bermanfaat. Memang di brosur MLM mungkin dijelaskan obat ini bisa menyembuhkan kanker, jantung, dsb disertai dengan testimoni orang-orang yang ”disembuhkan”. Tapi kalau itu dari produsen MLM, tentu kurang obyektif. Namanya orang jualan ya pasti dia akan bilang produknya bagus. Oleh karena itu sebelum anda menjual produk MLM, coba rasakan sendiri apakah khasiatnya benar begitu? ”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Al Israa’:36] Mengganggu Pekerjaan dan Mengganggu Orang Lain Umumnya MLM mengajarkan orang agar Cinta Dunia sehingga mereka jadi gigih dalam melakukan penjualan MLM. Ingin jadi jutawan? Ingin punya rumah mewah dan kapal pesiar? Begitu iming-imingnya. Sehingga akhirnya mereka jadi sangat cinta dunia dan materialistis. Ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW: Rasulullah SAW bersabda: “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit Wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah) Tak jarang karena terlalu sibuk dengan MLM, bahkan ada orang yang dipecat dari pekerjaannya dan menganggur. Sedangkan ternyata hasil yang dia dapat dari MLM tidak seberapa. Ada juga orang yang di milis-milis mengganggu orang lain dengan spam dan memakai calendar untuk menyebarkan dagangan MLM-nya. Kalau sudah penyakit Cinta Dunia dan mengganggu kenyamanan orang, maka orang yang melakukan MLM itu sudah berdosa. Nah kira-kira ketika anda melakukan penjualan MLM apakah anda sudah bersih dengan hal-hal negatif di atas? Tidak Ada Penipuan Ada satu produk MLM, Goldquest, yang menjual koin emas dengan harga 3 kali lipat dari harga pasar. Itu pun ternyata untuk mendapat emas tersebut para anggota MLM harus dapat kaki kiri dan kaki kanan dulu baru bisa. Iming-imingnya adalah, karena dicetak terbatas, maka nanti harganya akan naik karena langka.. Padahal yang namanya barang langka dan mahal itu bukan karena dicetak sedikit. Tapi karena barang antik yang bernilai sejarah dan sekarang jumlahnya langka, maka jadi mahal. Bukan produk masa kini yang tidak ada nilai sejarahnya atau keantikannya. Terakhir dari berbagai berita disebut Goldquest sudah difatwa haram dan pengurusnya ada yang ditangkap polisi: == http://swaramuslim.net/more.php?id=A890_0_1_0_M Logam Mulia GoldQuest Pencetus Sengketa Penolakan itu diperkuat dengan argumen fatwa yang sempat diterbitkan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, November tahun lalu. Bisnis GoldQuest sudah diputuskan haram (lihat: Akibat Koin Berwajah Kiai) http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=132191 Polda Tangkap Empat Pejabat GoldQuest Bisnis yang dijalankan GoldQuest dengan menjual investasi berupa koin bergambar. Koin Goldquest ini bergambar macam-macam. Ada Kabah, Yesus, atau Paus Johannes Paulus. Koin itu beratnya sekitar 31 gram berharga US$800 sampai US$1.000. Di luar negeri, bisnis GoldQuest sudah disebut-sebut sebagai praktik penipuan. Australia, Uni Emirat Arab, Filipina, Malaysia, dan Sri Lanka sudah menyatakan GoldQuest melakukan penipuan dengan bisnis sistem piramidnya. Bahkan Donna Mary yang ditangkap Polda Metro Jaya pernah mendekam di penjara Nepal karena kasus yang sama.. (Ars/OL-02) http://syiarislam.wordpress.com Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Akhirnya datang juga! http://id.messenger.yahoo.com _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam ------------------------------------------------------------------------------ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
