Lho yo njenengan itung ongkos-ongkos yang harus ditutup, termasuk overhead lho mas. Lalu tentukan margin yang aman untuk menutup ongkos-ongkos tersebut, bolehkan ditambahi dikit untuk cari laba.
Salam hangat B. Samparan --- On Fri, 5/1/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > From: Dewa Gede Permana <[email protected]> > Subject: Re: [is-lam] MLM Halal atau Haram? > To: [email protected] > Date: Friday, May 1, 2009, 1:11 PM > Mas Harry, bisa share brapa "range > aman" penentuan profit utk home > retail di situasi yg rada susah gini mas? > Saya dah coba tanya temen2 yg tahu accounting ataupun > keuangan tapi > kog jawabannya selalu teoritis dan malah mbingungi ee... > Rahasia dapur > tahu dikit gak pa-pa kan ya.. he..he... matur nuwun. > > :-) > salam hangat > > > On May 1, 2009, at 9:38 AM, Harry Sufehmi wrote: > > >> so .. siapa yg tertipu sdh jelas: downline > terbawah! > > > > Ada beberapa MLM yang membuat kita jadi bisa mengakses > produk bagus > > yang tidak bisa kita dapatkan di tempat lainnya. > Saya sendiri saat > > ini sedang menikmati beberapa produk tsb. > > > > Jika kita memang memerlukannya, saya kira no problem > untuk menjadi > > downline terbawah. Jadi penikmat / consumer, bukan > marketer. > > Misal; memang karena tidak ada bakat marketing, tapi > kita memerlukan > > produk tsb. > > > > Anyway, MLM pada kasus ini - sebagai alternative > distribution > > channels; bisa berpotensi membawa manfaat yang sangat > besar. > > > > Untuk informasi; situasi pada saat ini sangat > menyulitkan produk2 baru > > untuk bisa "sampai" ke tangan calon pembeli. Harus ada > dana besar -- > > untuk menembus jaringan distribusi yang ada, iklan > besar2an di > > berbagai media massa, dst. > > > > Kebetulan keluarga kami memiliki beberapa minimarket, > dan melihat > > masalah2 ini secara langsung. Beberapa produk yang > bagus, dan dari > > saudara2 sesama muslim, sulit untuk bisa kita dapatkan > karena mereka > > tidak bisa menembus jaringan hipermarket / minimarket > yang ada. > > > > Masalah ini invisible / tidak nampak dari perspektif > customer / orang > > awam. Karenanya, jadi seperti tidak ada masalah. > > > > Akibatnya, kita dicekoki produk2 yang tidak selalu pro > muslim, tanpa > > bisa mendapatkan alternatifnya. > > > > Bagi yang menyadari keberadaan masalah ini, ini adalah > situasi yang > > cukup membuat frustasi. > > > > Karena itu saya berharap, mudah2an bisa ada MLM yang > menjadi terobosan > > pada kasus ini; sambil bisa tetap melakukan proses > marketingnya secara > > etis. > > > > Mengenai persentase profit; sebetulnya modal / capital > dari produk > > apapun selalu berbeda jauh dari harga jual akhirnya. > > Perbedaan angka ini (profit) biasanya dibagi untuk > para distributor di > > sepanjang jalur distribusi -- gudang di propinsi, > gudang di kabupaten, > > agen besar, agen kecil, dst - sampai ke retailer / > toko. > > > > Namun, untuk produk2 yang sangat populer, seperti > berbagai produk > > makanan kemasan / kebutuhan sehari2; produsennya bisa > menguasai > > sebagian besar profit, dan hanya membagi sedikit > sekali profit untuk > > para distributornya. > > > > Jadi kalau ada MLM yang mengambil profit agak besar > pada produknya, > > kita musti coba lihat dulu kemana larinya profit > tersebut; apakah > > untuk perusahaan MLM nya, atau untuk para distributor > (baca: anggota > > MLM) nya ? > > Jika untuk para anggotanya, maka saya kira ini baik > sekali (wealth > > distribution) > > > > > > > >> saya akui, > >> presenter ini sangat amat hebat bercerita > berpromosi bgmana jadi > >> nikmatnya jadi member. apa memang itu tugas > marketing ya? > > > > Ya, mereka memanfaatkan kelemahan manusia; yaitu sulit > untuk menilai > > sesuatu secara proporsional. Cenderung emosional, dan > berdasarkan > > persepsi / prasangka. > > > > Saya sudah mengalami ini sendiri berkali2, kita > menawarkan solusi yang > > superior - tapi dikalahkan oleh solusi lainnya yang > inferior, lebih > > mahal, berpotensi bermasalah; tapi dianggap lebih > bagus oleh customer. > > Karena dalam proses marketingnya mereka mendekati > customer secara > > emosional - sedangkan kami melakukannya secara > rasional. > > > > Jadi pada saat ini kami sedang belajar untuk bisa > "connect" dengan > > para customer secara lebih baik lagi; sambil tetap > menjaga kualitas > > produk2 kami. > > > > > > > > Salam, HS > > > > > > On 4/30/09, AFR <[email protected]> > wrote: > >> kalo saya amati malah byk mendhalimi downline > (DL), apapun product yg > >> ditawarkan. > >> ttg halal/haramnya, evaluasi sendiri saja bgmana > jika kita tahu ada > >> org > >> mendhalimi > >> yg lain? > >> > >> anggap ada 1000 org di satu wilayah. utk > kembangkan bisnis MLM > >> butuh 5 DL. > >> maka struktur DL-nya adalh 1-5-25-125-625. hingga > line-4, anggota 125 > >> mendapat > >> 625 DL aman. bgmana 625 cari DL? sementara dari > 1000 org masih > >> tersisa 219 > >> yg > >> masih 'polos' utk diperebutkan oleh org line-5, > yaitu oleh 625 org. > >> > >> dlm 'promosi'-nya, upline (UL) janji bantu carikan > anggota, dgn > >> bersilat > >> lidah yg penting > >> punya kemauan yg tinggi, tekad yg kuat ... tapi > tetap saja 625 org > >> itu > >> merebut 219 sisa. > >> realita muskil & mustahil yg sdh member rela > jadi DL org yg justru > >> jadi > >> DL-nya sendiri. > >> > >> so .. siapa yg tertipu sdh jelas: downline > terbawah! > >> --- > >> > >> nyaris terjebak MLM gold quest ... > >> > >> al-kisah sktr 5 thn lalu ... > >> pernah sewaktu mereka (team marketing) adakan > presentasi + > >> registrasi. saya diajak ssorg utk dtg acara > presentasi yg dia sendiri > >> agak licik, mau mencari 'korban' DL, yaitu saya > sendiri. saya akui, > >> presenter ini sangat amat hebat bercerita > berpromosi bgmana jadi > >> nikmatnya jadi member. apa memang itu tugas > marketing ya? > >> > >> rupanya diantara hadirin yg diundang itu ada yg > sdh member, yg > >> berpura- > >> pura tertarik dgn bualan presenter. dgn wajah > lagak2 penasaran, > >> tertarik, > >> culun, sok2 akrab + dikit2 ngajari cara ngisi form > registrasi hingga > >> mengantar org yg diakrabi utk mau bayar sejumlah > uang sbg 'tanda > >> jadi' > >> membeli produk + membership. > >> > >> saya amati terus sampai ada bbrp org yg tergiring > hingga di depan > >> panitia. stlh korban tergiring ini, rupanya form > registrasi yg dia > >> sdh isi > >> itu ditarik lagi, yg sdg bayar gak menyadari > merasa terjebak. > >> > >> gileeeee jahat betuul ... > >> --- > >> > >> > >> > >> salam, > >> Fahru > > _______________________________________________ > > Is-lam mailing list > > [email protected] > > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
