Mas Harry, bisa share brapa "range aman" penentuan profit utk home retail di situasi yg rada susah gini mas? Saya dah coba tanya temen2 yg tahu accounting ataupun keuangan tapi kog jawabannya selalu teoritis dan malah mbingungi ee... Rahasia dapur tahu dikit gak pa-pa kan ya.. he..he... matur nuwun.
:-) salam hangat On May 1, 2009, at 9:38 AM, Harry Sufehmi wrote: >> so .. siapa yg tertipu sdh jelas: downline terbawah! > > Ada beberapa MLM yang membuat kita jadi bisa mengakses produk bagus > yang tidak bisa kita dapatkan di tempat lainnya. Saya sendiri saat > ini sedang menikmati beberapa produk tsb. > > Jika kita memang memerlukannya, saya kira no problem untuk menjadi > downline terbawah. Jadi penikmat / consumer, bukan marketer. > Misal; memang karena tidak ada bakat marketing, tapi kita memerlukan > produk tsb. > > Anyway, MLM pada kasus ini - sebagai alternative distribution > channels; bisa berpotensi membawa manfaat yang sangat besar. > > Untuk informasi; situasi pada saat ini sangat menyulitkan produk2 baru > untuk bisa "sampai" ke tangan calon pembeli. Harus ada dana besar -- > untuk menembus jaringan distribusi yang ada, iklan besar2an di > berbagai media massa, dst. > > Kebetulan keluarga kami memiliki beberapa minimarket, dan melihat > masalah2 ini secara langsung. Beberapa produk yang bagus, dan dari > saudara2 sesama muslim, sulit untuk bisa kita dapatkan karena mereka > tidak bisa menembus jaringan hipermarket / minimarket yang ada. > > Masalah ini invisible / tidak nampak dari perspektif customer / orang > awam. Karenanya, jadi seperti tidak ada masalah. > > Akibatnya, kita dicekoki produk2 yang tidak selalu pro muslim, tanpa > bisa mendapatkan alternatifnya. > > Bagi yang menyadari keberadaan masalah ini, ini adalah situasi yang > cukup membuat frustasi. > > Karena itu saya berharap, mudah2an bisa ada MLM yang menjadi terobosan > pada kasus ini; sambil bisa tetap melakukan proses marketingnya secara > etis. > > Mengenai persentase profit; sebetulnya modal / capital dari produk > apapun selalu berbeda jauh dari harga jual akhirnya. > Perbedaan angka ini (profit) biasanya dibagi untuk para distributor di > sepanjang jalur distribusi -- gudang di propinsi, gudang di kabupaten, > agen besar, agen kecil, dst - sampai ke retailer / toko. > > Namun, untuk produk2 yang sangat populer, seperti berbagai produk > makanan kemasan / kebutuhan sehari2; produsennya bisa menguasai > sebagian besar profit, dan hanya membagi sedikit sekali profit untuk > para distributornya. > > Jadi kalau ada MLM yang mengambil profit agak besar pada produknya, > kita musti coba lihat dulu kemana larinya profit tersebut; apakah > untuk perusahaan MLM nya, atau untuk para distributor (baca: anggota > MLM) nya ? > Jika untuk para anggotanya, maka saya kira ini baik sekali (wealth > distribution) > > > >> saya akui, >> presenter ini sangat amat hebat bercerita berpromosi bgmana jadi >> nikmatnya jadi member. apa memang itu tugas marketing ya? > > Ya, mereka memanfaatkan kelemahan manusia; yaitu sulit untuk menilai > sesuatu secara proporsional. Cenderung emosional, dan berdasarkan > persepsi / prasangka. > > Saya sudah mengalami ini sendiri berkali2, kita menawarkan solusi yang > superior - tapi dikalahkan oleh solusi lainnya yang inferior, lebih > mahal, berpotensi bermasalah; tapi dianggap lebih bagus oleh customer. > Karena dalam proses marketingnya mereka mendekati customer secara > emosional - sedangkan kami melakukannya secara rasional. > > Jadi pada saat ini kami sedang belajar untuk bisa "connect" dengan > para customer secara lebih baik lagi; sambil tetap menjaga kualitas > produk2 kami. > > > > Salam, HS > > > On 4/30/09, AFR <[email protected]> wrote: >> kalo saya amati malah byk mendhalimi downline (DL), apapun product yg >> ditawarkan. >> ttg halal/haramnya, evaluasi sendiri saja bgmana jika kita tahu ada >> org >> mendhalimi >> yg lain? >> >> anggap ada 1000 org di satu wilayah. utk kembangkan bisnis MLM >> butuh 5 DL. >> maka struktur DL-nya adalh 1-5-25-125-625. hingga line-4, anggota 125 >> mendapat >> 625 DL aman. bgmana 625 cari DL? sementara dari 1000 org masih >> tersisa 219 >> yg >> masih 'polos' utk diperebutkan oleh org line-5, yaitu oleh 625 org. >> >> dlm 'promosi'-nya, upline (UL) janji bantu carikan anggota, dgn >> bersilat >> lidah yg penting >> punya kemauan yg tinggi, tekad yg kuat ... tapi tetap saja 625 org >> itu >> merebut 219 sisa. >> realita muskil & mustahil yg sdh member rela jadi DL org yg justru >> jadi >> DL-nya sendiri. >> >> so .. siapa yg tertipu sdh jelas: downline terbawah! >> --- >> >> nyaris terjebak MLM gold quest ... >> >> al-kisah sktr 5 thn lalu ... >> pernah sewaktu mereka (team marketing) adakan presentasi + >> registrasi. saya diajak ssorg utk dtg acara presentasi yg dia sendiri >> agak licik, mau mencari 'korban' DL, yaitu saya sendiri. saya akui, >> presenter ini sangat amat hebat bercerita berpromosi bgmana jadi >> nikmatnya jadi member. apa memang itu tugas marketing ya? >> >> rupanya diantara hadirin yg diundang itu ada yg sdh member, yg >> berpura- >> pura tertarik dgn bualan presenter. dgn wajah lagak2 penasaran, >> tertarik, >> culun, sok2 akrab + dikit2 ngajari cara ngisi form registrasi hingga >> mengantar org yg diakrabi utk mau bayar sejumlah uang sbg 'tanda >> jadi' >> membeli produk + membership. >> >> saya amati terus sampai ada bbrp org yg tergiring hingga di depan >> panitia. stlh korban tergiring ini, rupanya form registrasi yg dia >> sdh isi >> itu ditarik lagi, yg sdg bayar gak menyadari merasa terjebak. >> >> gileeeee jahat betuul ... >> --- >> >> >> >> salam, >> Fahru > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
