Mas (BS, HS & DGD),
Saya rangkap jawabanya: 1. Bukan negative thd Fuqaha alias org Fiqih (Fiqih itu adalah pondasi-nya setiap masalah harus dirujuk ke Fiqih) tapi lebih kepada (karena persoalanya sedikit kompleks alias tidak sederhana) makanya tidak bisa persoalan Ahmadiyah diselesaikan dengan hanya memakai Fiqih (Fiqih itu adalah PEMAHAMAN, jadi tidak bisa digunakan Pemahaman yang sederhana tentang Ahmadiyah). Nanti akan dilanjutkan. ??? Kalau memang sederhana kenapa dibikin rumit? saja-saja ada... 2. Bukan dilarang, tapi lebih kepada, setelah dibaca ttg Ahmadiyah dari sumber Ahmadiyah baru boleh memberikan komentar. Ahmadiyah dikatakan kafir karena mengaku ada nabi setelah Muhammad SAW, sementara Ahmadiyah tidak pernah (never ever mengaku mempunyai nabi baru dan mereka sangat menjunjung tinggi syari'ah Islam, nah inikan jadi membingungkan dan tidak matching, salah-salah jadi pokrol bambu) makanya saya tuliskan masalah Khataman Nubuat vs. Ahmadiyah akan di IQRA' sesuai al-qur'an surat Maryam, nanti akan dilanjutkan. Ah masa... apa benar,... apa iya.... apa benar Ahmady tidak mengaku mempunyai nabi baru??? Saya sempat punya kenalan Ahmadi loh,.. katanya nabinya MGA. Masih katanya juga orang Islam kalau gak mengakui MGA, katanya tidak diterima di syurga katanya,... Hi,,,hi...hi... bikin BT ajah.. 3. Soal bias kalau Syi'ah, Sunni & Ahmadiyah kalau ditanyakan pada sumber masing-masing itulah adanya dan gunanya Pondasi Islam yang selalu diingatkan yaitu syari'ah islam yaitu berdasarkan, (Al-qur'an, Al-Hadits, Ijma' dan Qiyas QHIQ). Makanya setiap pendapat tersebut ditimbang alias di-cross check dengan QHIQ Salam kompak selalu. ----- Original Message ----- From: Alkhori M To: [email protected] Sent: Monday, May 04, 2009 11:02 AM Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan3 Mas (BS, HS & DGD), Saya rangkap jawabanya: 1. Bukan negative thd Fuqaha alias org Fiqih (Fiqih itu adalah pondasi-nya setiap masalah harus dirujuk ke Fiqih) tapi lebih kepada (karena persoalanya sedikit kompleks alias tidak sederhana) makanya tidak bisa persoalan Ahmadiyah diselesaikan dengan hanya memakai Fiqih (Fiqih itu adalah PEMAHAMAN, jadi tidak bisa digunakan Pemahaman yang sederhana tentang Ahmadiyah). Nanti akan dilanjutkan. 2. Bukan dilarang, tapi lebih kepada, setelah dibaca ttg Ahmadiyah dari sumber Ahmadiyah baru boleh memberikan komentar. Ahmadiyah dikatakan kafir karena mengaku ada nabi setelah Muhammad SAW, sementara Ahmadiyah tidak pernah (never ever mengaku mempunyai nabi baru dan mereka sangat menjunjung tinggi syari'ah Islam, nah inikan jadi membingungkan dan tidak matching, salah-salah jadi pokrol bambu) makanya saya tuliskan masalah Khataman Nubuat vs. Ahmadiyah akan di IQRA' sesuai al-qur'an surat Maryam, nanti akan dilanjutkan. 3. Soal bias kalau Syi'ah, Sunni & Ahmadiyah kalau ditanyakan pada sumber masing-masing itulah adanya dan gunanya Pondasi Islam yang selalu diingatkan yaitu syari'ah islam yaitu berdasarkan, (Al-qur'an, Al-Hadits, Ijma' dan Qiyas QHIQ). Makanya setiap pendapat tersebut ditimbang alias di-cross check dengan QHIQ Salam kompak selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Dewa Gede Permana Sent: Monday, May 04, 2009 5:05 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan3 Saya personally akur dengan sikap yg dinyatakan Mas Harry. Pada akhirnya yg membenarkan ataupun yang meng-kelirukan adalah diri sendiri saja, bukan menunjuk si ini atau si itu lagi. Kita lahir sendiri-sendiri dan pulang juga sendiri-sendiri. Sementara orang-orang lain, entah itu saudara, para ulama, bahkan orang2 yg mungkin berbeda jalan.... mereka adalah teman-teman dalam perjalanan juga, dimana pengalaman2 hidup mereka adalah bisa menjadi bahan peringatan bagi perjalanan diri saya. :) salam hangat 2009/5/4 Harry Sufehmi <[email protected]>: >> 3. Demikian pula, jika ingin tahu seluk beluk Ahmadiyah tanyakan pada >> ulama Ahmadiyah > > Bisa tersesat betulan..... karena pasti akan sangat bias pro aliran > mereka sendiri. > > Bertanya kepada ulama mereka tidak apa, tapi harus di crosscheck lagi > dengan Quran & Hadits; dan ulama yang paham soal ini. > Jangan ditelan mentah2 begitu saja. > > Hal yang sama dengan ulama yang mana saja - bahkan kepada ulama Sunni > sekalipun; kalau ada yang aneh, saya akan crosscheck lagi dengan > ulama2 lainnya dan Quran serta hadits. > > Jika umat Islam selalu kritis, tidak melulu menerima begitu saja > ucapan dari orang lain, insyaAllah maka akan sangat sulit untuk > menyesatkan mereka. > > > > Salam, HS > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam ------------------------------------------------------------------------------ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
