kalo nurut saya golput ataupun non-golput, suka ataupun terpaksa ya
tetap semua akan kebagian menjadi penikmat je... :))
Misal kalo jalan-jalan protokol mulus, lha kan semua kendaraan yg
lewat (mo metro keg, kend pribadi, kopaja, taksi, motor, dst) juga
akan enak jalannya gak perduli dulu dia nyontreng gambar apaan. Coba
kalo jalan2 pada ancur gara2 kena banjir, trus listrik padam, telpon
putus, air pam gak netes.... kan semua juga terpaksa ikut kebagian
menikmatinya. Gak mungkin lah kalo dia sudah nyontreng si A tiba-tiba
jalan jadi bagus... trus sedetik kemudian jalanan jadi rusak lagi
gara2 sekondan si B lewat... hi-hi-hi..

Untuk kasus Khairunisa ataupun 2 temen dokter sampeyan itu.....
kayaknya pemerintah selama ini jadi mendadak budek kalo denger
kasus-kasus seperti ini. Oleh karena itu justru program2 sosial
semacam ini malah bisa jalan kalo di generate secara individual.
Lucunya kalo pemerintah yg menjalankan program sosial seperti ini,
ujung2nya para jagoan-jagoan anggaran yg sibuk "kerja". sedangkan
spesialist lapangan ketiban getahnya saja. Jadi di Indo ini bejibun
spesialis anggaran, sampai-sampai spesialis kerja lapangan menjadi
patah semangat.

:)
salam hangat

2009/7/9 Bango Samparan <[email protected]>:
> Om, nyantainya juga sama-sama donk. Mosok yang golput dan yang tidak memilih
> SBY-BOEDIONO kok seakan trus dianggap sebagai free-rider (penikmat) saja :-)
>
> 2 temen saya dokter, selalu golput. Tapi dia punya lembaga pelayanan
> pengobatan gratis. Tiap hari sekitar 50-100 orang - kebanyakan kalangan
> tidak mampu - diperiksa dan diberi obat gratis-tis. Musim liburan ini juga
> ngadakan sunnatan massal gratis-tis juga, sekitar 600-800 anak-anak -
> biasanya dari kalangan tidak mampu - disunat, biasanya juga ditambahi
> dikasih sarung sama bingkisan.
>
> Om, apa karena golput trus amal yang begituan tidak layak dihitung sebagai
> tindakan memakmurkan negeri ini tho?
>
> Ngingeten lho Om, Umar tuh sebagai penguasa sangat gelisah dan akhirnya
> sering meronda kesana kemari. Beliau begitu, takut kalau-kalau Allah akan
> meminta pertanggungan jawab bahkan ketika ada keledai yang mati di daerah
> kekuasaannya.
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
> --- On Thu, 7/9/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]>
> wrote:
>
> From: Yandi Dwiputra F <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Bls: Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
> To: [email protected]
> Date: Thursday, July 9, 2009, 4:03 PM
>
> hehehe....santai aja dong kang jangan terlalu semangat......
>
> yah masak sih kang kita gak ikut merasakannya apabila misalnya nanti keadaan
> ekonomi kita semakin membaik, harga sembako semakin murah, pendidikan dan
> kesehatan gratis, trasnportasi membaik, keamanan relatif stabil, dll........
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke