On Tue, Oct 01, 2002 at 05:11:09PM +0200, I Made Wiryana wrote:
# On Tue, 1 Oct 2002, Indra Kusuma wrote:
#
# > # Jadi bukan masalah takut atau bukan, tetapi bagiamana bermain dengan
# > # aturan semestinya (Ingat GPL pun di"copy right"kan) walau dia copyleft
# >
# > hmmm, kalo winbi bisa menjadi pelopor GPL license yg di "akui" oleh
# > hukum di Indonesia itu akan sangat di harapkan pak .. sangat di
# > harapkan.
#
# Hm kita tidak mau berpihak pada 1 Public License 8-), karena toh banyak
# Public License lainnya (Apache, BSD, dll).
#
# Kalau memang anda ingin mendorong GPL menjadi satu-satunya Public License
# ya monggo koq 8-), saya sendiri lebih suka berpihak kepada "banyak Public
# License".
nah kalo saya pengennya winbi itu GPL, makanya saya nanyain kenapa winbi
ngga GPL :)
# > ya itu tadi kenapa ngga lawyer2x itu membantu GPL dan Free Software
# > Development di Indonesia, khan pemerintahan yang membayar :)
#
# Karena Public License bukan hanya GPL, Bagiamana bila misalnya
# "Universitas X" membuat Uni-X Public License, yg bukan GPL ???,
ya silakan pak, itu hak masing2x universitas, asal mereka bener2x
berjalan di license mereka.
ok, jadi kalo saya bisa bilang, winbi pake Winbi Public License, mirip
dengan GPL, BSD, Java, atau PINE license, yaitu membuka sourcenya,
tetapi winbi tidak GPL.
# > # Di buku WINBI ada, di sampul CD Winbi ada.
# >
# > di buku winbi yang PDF itu ? ngga perlu beli CD nya dulu untuk tahu
# > lisensinya khan pak ?
#
# Di buku WINBI di satu halaman ada lembar lisensi atau kalo minta kirim CD
# Winbi dari BPPT ada tulisannya di sampulnya.
buku winbi yang mana pak ? instalasi, faq, acuan. atau "Public License
di Indonesia" ?
btw, kenapa di websitenya winbi mencantumkan buku "Public License
di Indonesia" ?
------------------
Buku ini menerangkan Gnu Public License (GPL) dalam
kerangka UU HAKI yang berlaku di Indonesia. Penjelasan ini bermanfaat
bagi pengembang atau kalangan luas untuk memahami sistem lisensi yang
digunakan pada sistem WinBi. Disediakan dalam berbagai format :
------------------
winbi bukan GPL khan pak :P, seakan akan winbi memakai GPL. Tolong
jangan di catut GPL pak.
# > # Boleh dan sangat diharapkan 8-). Ini memang menjadi salah satu tujuan
# > # WINBI. Jadi bukan totally wrong khan hehehe, yaiut menyediakan "bibit"
# > # baik untuk pengembangan lebih lanjut, atau sebagia bisnis lebih lanjut.
# >
# > nah kalo harapannya spt itu, udah sepatutnya winbi itu GPL :)
#
# Kalau gitu Apache gimana ??? Apache bukan GPL apa diubah dulu jadi GPL,
# Mozilla gimana ? Python gimana (in
lho kalo saya sih mengharapkan semua software itu pure GPL :)
# > kenapa ngga di lempar ke public berupa paket2x kecil, dan bisa memberi
# > kebebasan public untuk memilih apakah mereka pengen translate KDE, atau
# > kalo ada yg pengen translate GNOME juga bisa memeberikan kontribusinya
# > ke winbi, atau mungkin ada orang yg pengen nyoba KDE nya aja tanpa harus
# > memakai semua distro winbi, khan seharusnya ngga papa (dan memang
# > seharusnya spt itu)
#
# Teorinya memang seharusnya begitu tapi setelah saya jalankan lebih dari 4
# tahun sebagai volounteer penerjemahan, biasanya sedikit sekali.. yg
# bersedia terlibat (ini Indonesia bung), justru itu perlu di"dorogn" dg
# adanya usaha yg membuat landasan awal (bibit). Paling sulit itu adalah
# "persistensi" orang yg terlibat (misal dokumentasi, terjemahan dll).
# Biasanya semangat hanya di awal-awal saja (6 bulan pertama) setelah itu
# melempem, dan jadi "terlantar".
mudah2x ini ngga di alami winbi yang mengklaim sebagai "Software Republik
Indonesia", suatu paket distribusi linux yang berbahasa Indonesia.
# Oh ya, hasil distro WINBI (misal penerjemahan KDE) tidak hanya bisa
# dipakai di WINBI, (SuSE saya pakai translasi hasil WINBI.he.he.). WINBI
# sendir juga dibangun dengan membuka kesempatan siapapun untuk
# menyumbangkan translasi/pengembangan di masa mendatang, jadi kalo ada yg
# membantu akan dimasukkan ke dalam "distro update".
#
# Tapi ya seperti pengalaman saya (sejak 1998-an) biasanya sedikit sekali
# yang tertarik.
mungkin belum banyak yg tertarik sebagai translator.
# > mungkin ada perlu suatu project seperti rimba linux yang murni dari
# > kontribusi free software community, dari pidak penyandang dana
# > menyediakan infrastruktur. kita promosikan habis2xan dan kita buka
# > lebar2x ke public, seharusnya pemerintah di minta untuk mendanai yg spt
# > ini pak.
#
# Menurut pengamatan saya masih sulit.... dibuka ke public.. masih sedikit
# yg mau membantu, paling banyak biasanya "download, pake, protest", tanpa
# kontribusi balik.
lah itu winbi bisa jadi distro pak, khan juga orang2x indonesia.
# Justru dg WINBI ini kita coba kita buat suatu "platform" awal sehingga
# setelah itu orang bisa melanjutkan mengembangkan. Platform ini diharapkan
# sudah dapat digunakan sehingga bisa dipakai untuk mencoba gimana orang
# menggunakan GUI terjemahan itu. Untuk itu kita coba dg suatu "set minimal
# yg lumayan bisa digunakan".
pengembangan sendiri2x menurut public.
Cheers,
Indra Kusuma
--
,''`. Indra{@,.}Kusuma.OR.ID -> [Security - Debian/GNU Linux - IPv6]
: :' : 0x4D829E49 - 187D 8C98 FB76 E1A8 5558 853A 4795 4FC1 4D82 9E49
`. `'
`-
--
Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable.
Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!